
Braaakkk....
Mobil yang di tumpangi Gibran bersama dua istrinya dan supir pribadainya menabrak pembatas jalan karena rem mobilnya blong dan tidak berpungsi . Tidak hanya itu , mobil iti harus rela jatuh kedalam jurang yang terjal dan dalam . seperti bola yang terpental kala mobil menghantam tebing dan terlempar kebawah , ke dasar jurang dan meledak seketika .
Sriiiiiiittt...
Mobil yang di kendarai Rafa yang ada di belakang mobil Gibran langsung mengerem mendadak . Rafa yang menyupir mobil dan di sampingnya Hartanto diam mematung seakan mendapatkan mimpi buruk yang sangatlah nyata sekali .
" Ada apa ?" tanya Dira yang duduk di belakang bersama Ayu dan Dilan , mereka bertiga belum tahu apa yang terjadi sebenarnya .
Lambat laun Dilan mulai mengerti saat banyak mobil berhenti dan melihat ke arah jurang yang dalam . Dilan bergegas turun dari mobil Rafa dan menghampiri tempat terakhir mobil keluargannya jatuh .
Dilan menangis histeris , menangisi nasib ketiga orang tuanya yang mungkin tidak akan selamat . Hampir saja ia terjatuh dari pembatas jalan yang rusak akibat tertabrak mobil Gilbran . Untung Rafa dengan sigap menarik tubuh kecil Dilan dan memeluknya erat . Ia tahu bagaiman takut dan paniknya Dilan saat ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika mobil orang tuanya meledak di dasar jurang .
3 Tahun berlalu ....
Kecelakaan 3 tahun lalu masih membekas di hati dan ingatan Dilan , di kamar yang gelap tanpa penerangan lampu ia berbaring memeluk sebuah foto bingkai keluarganya .
" aku merindukan Papa , mama dan ibu . aku merindukan kalian " ucap Dilan lirih .
" aku juga merindukan mu Dilan " sahut gadis kecil berbaring di belakang punggung Dilan tanpa sepengetahuan Dilan sendiri .
Dilan segera bangun dan menyalakan lampu di meja dekat Ranjang , meski tidak terlalu terang namun cukup membuatnya jelas melihat wajah gadis mungil yang mengemaskan itu ada di sampingnya .
Dilan menghela nafas kasar saat ia tahu Ayudia ada di kamarnya dan di sampingnya . Bagiamana bisa Dilan tidak sadar jika ada manusia kecil yang berbaring di sampingnya , mungkinkah karena ia terlalu larut dalam lamunannya .
Gadis 9 tahun dengan rambut ikalnya yang terurai berantakan ,sambil tersenyum menampakkan gigi putih dan mungilnya .
" sejak kapan kamu masuk ?" tanya Dilan terlihat kesal .
" baru saja " jawab gadis itu dan duduk menempel ke Dilan seperti perangko sangat erat sekali .
" sana pergi ! aku mau tidur " dorong Dilan pelan agar terdapat jarak antara dirinya dan Ayudia .
" tidak ! aku akan tidur bersama mu Dilan " ucap gadis itu malah berbaring dan menarik selimut tebal milik Dilan .
" hey...panggil aku om . Bukan Dilan " ucap Dilan yang tidak suka gadis itu memanggil langsung namannya terasa tidak sopan , lagi pula ia memanglah omnya meski tidak secara langsung .
__ADS_1
" tidak mau , aku suka memanggil mu Dilan " tolak gadis itu yang tidak ingin mengganggap Dilan adalah Omnya .
" hais...menyebalkan sekali , kenapa aku bisa tinggal di rumah ini " omel Dilan kesal melihat kelakuan keponakannya itu yang selalu menggangu dan menempel padanya di setiap saat .
Semenjak kecelakaan 3 tahun lalu ia memang tinggal di kediaman Hartanto , Hartanto adalah kakak kandung Ibu Sinta . Kerena hanya merekalah keluarga yang Dilan miliki . Meski ia tahu resiko jika harus hidup seatap dengan gadis manja yang selalu menempel kepada dirinya bagaikan parasit di hidupnya .
" Dilan...ayo tidur , aku mengantuk " ajak Ayu yang sudah mengantuk berat . Pasalnya malam sudah sangat larut sekali . Sementara anggota keluarga lain semua sudah terlelap dalam tidur , hanya dirinya dan Dilan yang masih terjaga .
Dilan tidak ada pilihan lain selain tidur satu ranjang dengan Ayu , lagi pula ini bukan pertama kalinya . Sudah berulang kali bahkan mungkin puluhan kali gadis itu menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan tidur bersamanya .
" jangan memeluk ku !" protes Dilan yang di peluk dari belakang , karena ia membelakangi / memunggungi Ayudia . Bukan Ayu namanya jika ia menuruti setiap ucapan Dilan , ia selalu bertingkah terbalik dari yang di ucapkan Dilan . Kini Ayudia malah mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajah imutnya di dalam punggung Dilan yang terasa hangat dan harum .
" Diam Dilan ...." ucap Ayu yang sudah merasa nyaman akan posisinya dan ia juga sudah mulai mengantuk saat ini .
Dilan pun pasrah akan pelukan Ayu , mau protes juga percuma saja . Karena Ayu adalah gadis yang keras kepala dan tidak bisa di ajak bicara jika sudah mengambil keputusan .
Malam berlalu pagi pun menyambut , Dilan yang sudah siap dengan seragam sekolah SMA nya langsung keluar kamar. Ia keluar dengan perlahan agar tidak mrmbangunkan Ayudia yang masih tertidur lelap , karena ia tidak ingin direpotkan lagi di pagi hari .
" Pagi om...bang...kak " Sapa Dilan kepada Hartanto , Raffa dan Dira yang sudah bersiap di meja makan untuk sarapan bersama .
" Dilan... mana Ayu ?" tanya Dira yang tahu jika semalam anaknya menyelinap masuk ke kamar Dilan .
" masih tidur kak " jawab Dilan dan duduk di sebelah Hartanto .
" dia tidur di kamar mu lagi ?" tanya Hartanto .
" iya om " jawab Dilan yang nampak kesal .
" anak ku memang nakal ya , aku suka " ucap Raffa sambil tertawa .
" ya ..dia nakal berkat turunan dari mu !" sahut Hartanto yang kesal akan sikap manja dan usil dari Raffa dan Ayu yang sama saja .
" eh...papa , diakan anak aku . ya kalay ga nurun aku , nurun siapa lagi ?" jawab Raffa bangga .
" tapi kenapa sifat jeleknya yang nurun sih pa ?" tanya Dira kepada mertuanya .
" tanya kan saja pada suami mu " jawab Hartanto .
__ADS_1
" Mami...papi...opa " Sapa Ayu yang sudah turun dengan seragam SD nya .
" pagi anak papi sayang " jawab Raffa dan mencium pipi Ayu yang cabi .
" is..papi , aku ga mau " tolak Ayu yang di paksa Raffi .
" putri papi kan cantik , jadi papi mau nyium Ayu terus " ucap Raffa yang gemas akan putri cantiknya .
" Dilan...kenapa aku ga di bangunin ?" tanya Ayu mendekati Dilan dan duduk di sampingnya .
" sudah " jawab Dilan dingin .
" bohong , aku kok ga tau ?" tanya Ayu yang cemberut .
" sudah...kamu cepat makan , nanti telat ke sekolahnya " ucap Dira .
" Om saya berangkat sekarang ya " Dilan sudah menyelesaikan sarapannya dan mencium punggung tangan Hartanto .
" lo..Dilan , kenapa buru-buru? " tanya Ayu yang kesal , ia bahkan belum sarapan .
" aku ada tugas " jawab Dilan dan pergi .
" ih..! nyebelin " ucap Ayu memanyunkan bibirnya kedepan .
" cucu opa jelek sekali ya " ucap Hartanto sambil tersenyum geli .
" Biarin! " jawab Ayu yang kesal di tinggal Dilan berangkat duluan .
Padahal ia ingin sekali berangkat bersama Dilan dan menempel di punggungnya yang hangat .
💋💋💋
**Hay...sahabat baik dan teman baik , jangan lupa ya . Kalau mampir tinggalkan jejak kalian , berikan aku Like di setiap episodenya ya ...dan jangan lupa komen juga boleh . Kritikan untuk membangun aku mau , tapi jangan menghujat ya ...
sambil promo karya kalian juga boleh , bebas di sini . Kita harus saling dukung dan memberi semangat sesama penulis ya ...
Aku sayang kalian 💋💋💋**...
__ADS_1