
Di tempat berbeda seorang pria tampan berjas hitam sedang duduk di kursi kebesarannya di dalam ruangan kantor .
Matanya tengah menatap sebuah foto dirinya bersama gadis kecil .
" Parasit ku " ucap pria berumur 25 tahun itu sambil tersenyum memandang foto itu .
Ia menghela nafasnya sambil melihat jam di tangan kananya .
" waktunya berangkat " ucap pria itu segera bangkit dari kursinya dan melenggang keluar ruangannya .
" Bos " ucap seorang pria yang berdiri tepat di depan pintu yang baru terbuka .
" I wa just about to call you " ucap sang asisten dan tangan kanannya .
" and you're late " balas atasannya itu .
Asistennya hanya tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu .
" Sorry " balas nya .
" Sudah , cepat ! atau kita akan telat datang " Ajak atasannya itu yang sangat disiplin soal urusan bisnis .
Asistennya yang bernama Irfan pun segera mengikutinya di belakang bos nya itu .
*****
Usai meeting Dilan dan Irfan segera kembali ke kantor nya untuk melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan .
" Mau makan apa nanti bos ?" tanya Ifan saat Dilan akan masuk ke ruangannya itu .
" apa saja " jawab Dilan .
__ADS_1
Ia pun melanjutkan langkahnya memasuki ruangannya , dan ia mendapati sosok seorang wanita berpakaian minim di ruangannya itu . Wajah Dilan nampak tidak senang .
" Untuk apa kamu kemari ?" tanya Dilan dingin .
wanita itu tersenyum dan mendekati Dilan yang duduk di kursi kerjanya .
" Apa aku menganggu mu ?" tanya wanita itu dengan lembut sambil membelai pundak kanan Dilan . Dilan segera menepisnya dari tubuhnya .
" Lan...kamu marah sama aku ?" tanya Wanita itu yang tak lain adalah Mita , sahabat SMA nya itu .
" kamu butuh uang ? katakan saja " ucap Dilan yang tidak mau berlama-lama dengan Mita .
" aku butuh kamu Dilan " ucap Mita yang hendak memeluk Dilan . Namun sebelum sempat memeluknya Dilan sudah mendorongnya lebih dulu sampai jatuh tersungkur di lantai .
" jahat sekali Dilan " Kata Mita yang mencoba sabar demi mendapatkan uang berjalannya .
" Jahat ?? pertanyaan yang harusnya aku tanya kan kepada mu !" Tuding Dilan yang sudah bosan menahan rasa sabarnya terhadap Mita selama ini , Karena dia ia mengikuti semua keinginan dan permaiannan Mita yang membuatnya di benci oleh Ayudia serta buhungannya semakin jauh dab renggang .
" Ayolah Dilan , ini sudah lama berlalu dan kini aku telah menjadi tunangan mu . Kenapa kamu selalu marah kepad ku ?" Mita mencoba membelai dada Dilan yang terbungkus jas mahalnya .
" Ya aku memang membawa mu kemari ,Tapi itu semua karena permintaan mu dia atas ancaman mu yang licik .Apa kau melupakannya RUBAH BETINA ?! " Jawab Dilan dengan menatapnya tajam dan menyingkirkan tangan Mita yang kotor dari tubuhnya .
" Mau kamu bilang aku licik atau apa , Aku ga perduli . Karena kenyataanya aku adalah tunangan kamu dan kita akan menikah bulan depan sayang " Ucap Mita yang tampaknya tidak lagi mempuanyai urat malu hanya untuk memiliki Dilan . walau hanya tubuhnya yang ia miliki bukan cintanya , Mita tidak masalah asalkan ia bisa berdama Dilan dan kekayaan yang di miliki Dilan . Ya , Mita adalah sahabat yang tega memanfaatkan kebaikan Dilan hanya untuk ambisinya menjadi orang kaya .
" Jangan bermimpi Mita , karena kamu tidak akan pernah mendapatkna apa yang kamu inginkan . Sampai kapan pun aku tak akan menikahi wanita yang haus jarta seperti mu , kenapa kau tak menikahi saja pria yang sering kau tiduri itu ??!" Ucap Dilan yang membuat Mita terkejut akan ucapan Dilan .
" Ap..apa yang kau katakan sayang , aku tak pernah tidur dengan pria lain " Sangkal Mita yang sangat jelas jika ia berbohong .
Dilan tersenyum miris melihatnya , bagaimana ia bisa iba kepada seorang Mita dahulu , padahal yang ia tahu Mita adalah pekerja keras dan baik .
" Kamu sudah menghancurkan aku Mita , jangan lupakan itu " Ucap Dilan dengan menatapnya tajam dan mengenggam tangan kanan Mita dengan kencang . Membuatnya merintih merasakan sakit .
__ADS_1
" Jagan lupa Dilan , aku masih menyimoan bukti jika Ayu yang mencelakai aku . Aku bisa menghancurkan dia dan menjebloskan dia ke penjara saat ini juga !" Ancam Mita yang selalu memakai senjata itu untuk membuat Dilan tertekan dan lemah .
" Hancur ??apa kamu lupa ? Kau sudah membuatnya hancur dan sangat hancur !! " jawab Dilan dan menghempaskan tangan Mita dengan kasar dan membuatnya memundurkan kakinya kebelakang .
Dilan melangkah mendekati Mita dan meraih jemari Mita dengan kasar . Mita merasa takut , sepertiny ancamannya kali ini sudah tidak berguna lagi .
" Aku tidak main-main sama ucapan ku Dilan ! aku akan membuat dia di penjara sekarang juga !" Mita mencoba mengancam lagi saat Dilan mencoba melepaskan paksa Cincin berlian yang sebagai tanpa pertunangannya dengan Dilan .
Takk....
Dilan melepaskan berlian itu dan melemparkannya di sembarang arah dan membuat berlian itu terlepas dari cangkang cincinnya .
Kedua bola mata Mita terbuka lebar , ia tidak percaya dengan apa yang di lakukan Dilan .
" DILAN !!" Sentak Mita tidak terima cincin mahalnya di buang bagaikan sampak tidak berguna .
Dilan mencengkram keras leher jenjang Mita , membuatnya kesulitan bernafas .
" Kau hancurkan Ayudia , maka kau akan aku hancurkan juga . Jangan kau pikir diam ku selama ini membuat mu bahagia , aku hanya sedang menunggu bukti dan mengumpulkan kehancuran mu yang akan membuat mu sangat hancur !" Ucap Dilan memantapnya dengan tatapan iblisnya .
Matanya nampak seperti mata malaikat maut yang siap mencabut nyawa Mita .
Mita sudah memucat wajahnya , pasokan oksigennya sudah habis dan sebentar lagi mungkin ia akan mati di tangan Dilan .
" Tuan !" Tegur Irfan yang sudah masuk kedalam ruangan Dilan dengan membawa dua pengawal .
" Bawa di kekantor polisi sekarang juga ! buat dia mendekam di sana karena penyalah gunaan Narkotika dan penjualannya juga . Aku yakin Rubah ini akan kena pidana yang berat " Dilan menghemparkan tubuh lemas Mita .
" ja..jangan Dilan !!" pinta Mita yang memohon belas kasihannya .
" Karir model mu akan hancur , nama baik mu juga akan hancur ! begitu pula hidup mu !"Kata Dilan yang tidak memiliki iba lagi kepada Mita .
__ADS_1
Mita pun di seret paksa keluar ruangan Dilan .
Dengan nafas kasar ia duduk menyandar di sofa , ia merasa kepalanya sangat pusing sekali saat ini .