
Usai berkelahi dengan para preman Ayu dan Vin akhirnya pergi ke pantai , katena Ayu sedang merindukan pantai . Dengan senang hati Vincent menggantarkan Ayudia kesana .
Ayu terdiam duduk di tepi pantai tanpa mengunakan alas apapun . Ia menatap lekat lautan yang laus tanpa batas itu , tatapannya begitu dalam dan entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini .
Vin yang duduk di samping Ayudia , menyandarkan kepalanya ke bahu Ayudia . Ia juga memandang laut lepas di sana dengan sebuah senyuman terukir di wajahnya .
" aku berharap kamu akan bersama ku selamanya Ayudia , entah mengapa hati ini tiba-tiba merasa takut ke hilangan ku . Tetaplah berada di samping ya ..."
Cukup lama mereka menikmati lau lepas itu , sampai tanpa mereka sadari hari sudah mulai petang .
" Apa kita akan menginap di sini ?" tanya Vin kepada Ayudia .
" kalau kamu mau menginap ya nginap aja sendiri , Vin " jawab Ayu dengan ketus .
" Asalkan bersama cantik ku , aku mau " jawab Vin .
" Vin apa kamu ga bisa liat dengan kedua mata mu ?! aku ga cantik , kenapa kamu selalu panggil aku cantik sih ?!" Ucap Ayu yang heran dengan cara melihat Vin , padahal banyak gadis yang benar-benar cantik dan seksi . Namun ia selalu berkata hanya dirinyalah yang cantik .
" Mata aku tidak salah dalam menilai sayang ku , kamu memanglah cantik . wanita tercantik di dunia , karena aku memandang mu tidak hanya mengunakan mata saja . Melainkan mengunakan hati ku ini juga sayang " jawab Vin yang meraih tangan Ayu dan menaruhnya di dadanya yang tengah berdetak kencang .
" Apa sih , Vin . Kamu selalu panggil aku cantik dan sayang , nanti orang bisa salah paham sama hubungan kita " Ucap Ayudia yang tidak ingin orang lain dan dirinya salah paham .
" Salah paham ?? aku ga perduli dengan mereka , karena aku hanya perduli dengan mu saja . Lagi pula jika mereka salah paham ga papa aku suka " Jawab Vin sambil menangkup kedua pipi Ayudia dan menghadap dirinya .
__ADS_1
" Aku sayang sama kamu , Ayu . Aku tulus sama kamu . Dan ku harap kamu mengerti itu " Vin menatap kedua bola mata Ayudia , berharap gadis itu sadae dan tahu jika ia sangatm mencintainya .
" Bagaimana aku bisa mengerti , Vin . Jika aku takut akan salah paham lagi seperti kebaikan dan perhatiannya kepada ku yang aku pikir dia mencintaiku , namun nyatanya dia tidak memiliki perasaan apapun kepada ku " Ucap Ayudia yang tidak ingin terjebak lagi .
Vincent memeluk Ayudia dengan erat .
"Jika aku mengatakan aku mencintai kamu , apa kamu akan memberikan aku kesempatan ?" tanya Vin yang akhirnya tidak dapat lagi menyembunyikan perasaannya .
" Vin ..." Ayu melepaskan pelukan Vincent .
Ia menatap kedua mata sahabatnya .
" Ini yang aku takut kan Vin , makanya aku takut salah paham jika kamu menyukai aku . Karena ... karena aku " Ayu tertunduk lemas tidak dapat melanjutkannya lagi . Ia tidak mau dan tidak bisa menyakiti sahabatnya .
"Ayu..." Vin mengangkat wajah Ayu mengarah ke wajahnya .
" Aku tidak akan memaksanya ,Ay . Aku hanya ingin kamu tahu perasaan aku ini sangat tulus kepadamu . Aku tidak ingin kamu menjadikannya beban dalam pikiran kamu , kita jalani saja seperti air mengalir . Oke " Ucap Vin membelai rambut Ayudia .
Vin memang pemuda yang sangat baik dan pengertian terhadap Ayudia , Ayu merasa senang menemukan Vin di saat ia kehilangan Dilan .
" Terimakasih , Vin " Ayu memeluk Vin dengan erat .
" Namun aku harap kamu jangna hanya terpaku kepada ku saja Vin , aku ingin kamu juga membuka hati mu untuk yang lain . Karena aku takut kamu hanya akan terluka " Lanjut Ayudia .
__ADS_1
"Baiklah " jawab Vin dan membalas pelukan Ayudia .
Ditempat yang sangatlah jauh .
Dilan nampak kesal bukan main saat ia mendapatkan Video rekaman langsung dari anak buahny yang mengawasi dan mengikuti kemana pun Ayu pergi .
" Berani dia menyentuh Ayu ku ! aaakh..bisa gila aku jika membiarkan mereka lebih lama bersama !" Dilan menjambak rambutnya kuat-kuat karena tidak bisa menahan rasa cemburunya lagi .
"Apa kita harus kembali ke Indonesia lagi ?" tanya Irfan yang ada di seberang meja kerja Dilan .
"Tidak , aku akan mencoba bersabar beberapa hari lagi . ya ... beberapa hari lagi , setelah itu tidak akan aku biarkan pria itu menyentuh Ayu ku lagi " Jawab Dilan dengan tatapan tajamnya . Dilan tidak rela jika wanitany sampai di sentuh pria lain , sudah cukup selama ini Dilan bersabar dan diam saja .
Irfan mengerti bagaimana bosnya sangat mencintai Ayudia , bahkan ia rela berkorban demi nama baik Ayudia yang selalu ia jaga .
" Aku akan membantu mu Dilan "
Ucap Irfan dalam hatinya .
***Hay....selamat membacaya dan jangan lupa . Tolooooong banget , dukung Author dengan cara klil Like dan Komentarnya ya .
Biar aku semangat menulisnya .....
jangan pelit-pelik like ya ....
__ADS_1
selamat membaca*** ....