
" Raffa...mungkin kah Anna orang yang berbeda ?" tanya Dira yang ragu jika Anna orang yang sama .
" tidak , dia orang yang sama sayang " ucap Raffa yakin .
" lalu bagaimana Bram menjadikan Anna istrinya jika ia telah tiada ?" tanya Dira yang membuat Raffa kini gantian kaget .
" Bram nika lagi ?" tanya Raffa sampai berdiri dari duduknya .
" ya , Raf " ucap Dira menarik suaminya agar duduk lagi di sampingnya .
" Dari mana kamu tahu ?" tanya Raffa mencengkram kedua bahu istrinya .
" Diana tadi bilang jika Bram menikah sirih dengan Anna " jawab Dira .
Raffa berdiam sejenak mencerna ucapan Dira .
" ya...apa mungkin Anna masih hidup ?" tanya Raffa kepada diri sendiri .
" maksud mu ?" tanya Dira tidak paham .
" memang saat itu hanya jasat om Gibran dan Tante Ashinta yang ada di sana dan kamu tahu jika ada empat pemumpang di sana , namun jasad Anna tidak ada meski sudah di cari di sekitar TKP " cerita Raffa .
Sungguh seperti sebuah permainan hidup jika benar Anna masih hidup dan menjadi istri kedua Bram yang berarti Vin dan Dilan menjadi saudara yang sama-sama menyukai Ayudia .
Jika memang ada ke ajaiban untuk Anna hidup kembali maka akan jadi sebuah kebahagiaan untuk Dilan dan bumerang untuk Vincent .
" Raffa , ga mungkin Diana bohong jika Bram menikah lagi " ucap Dira .
" apa mungkin Anna sebenarnya masih hidup , dulu aku sempat berfikir seperti itu . Namun aku tak mau membuat harapan palsu untuk Dilan " kata Raffa yang sempat berfikir jika Anna selamat .
" namun kenapa Anna tak menemui Dilan selama ini ?" tanya Raffa yang tengah berfikir keras .
" kamu tetap yakin jika Anna ?" tanya Dira lagi yang takutnya Raffa benar-benar salah orang .
" yakin sayang , bahkan aku masih menyimpan Foto mereka di ruang kerja ku " jawab Raffa dan menarik Dira masuk kedalam dan menuju ruang kerjanya .
__ADS_1
Raffa mencari Foto masa lalunya di laci yang menyatu dengan meja kerjanya .
Nampak foto tua dan usang , hitam putih .
Berdiri 3 orang , dua pria dan satu wanita yang di rangkul oleh Bram dan satunya lagi adalah Raffa .
" ya , dia mamanya Dilan . Raffa " ucap Dira yang masih ingat akan wajah Mamanya Dilan .
" Raf..mungkinkah itu memang Anna ?" ucap Dira yang kini yakin jika mama Dilan memang istri kedua Bram .
" aku akan cari tahu kebenaranya " ucap Raffa .
" Raf , Bram ada di rumah sakit sekarang . bagaimana kita kesana dan tanya kan langsung ?" ajak Dira .
Mereka berdua saling menatap dan tersenyum .
********
Sampai rumah sakit Dira dan Raffa menemui Bram yang terbaring di ruang inapnya . Sahabat lama yang tidak ia temui . Rafa memeluk Bram sebentar dan Dira menyalami tangan Bram yang ada selang infusnya .
" Anna ??" ucap Raffa dan Dira bersamaan saat mereka melihat wanita paruh baya yang duduk di Sofa pojokan kamar .
" Kamu masih ingat Rafa ?" tanya Bram yang memilih duduk bersandar .
" Raffa ??" ucap Anna yang baru sadar . Ia juga melihat ke arah wanita di samping Rafa .
" Dira " ucap Anna nampak sangat senang .
Anna berjalan dengan hati-hati ke arah Rafa dan Dira .
" Hati-hati Anna " ucap Bram yang mencemaskan Anna yang belum sembuh benar .
"Bagaimana bisa Anna ? kamu masih hidup selama ini ?" Tanya Rafa yang berasa seperti mimpi melihat Anna masih hidup .
" Ini semua berkat mas Bram , dia menyelamatkan aku dan merawat aku dengan baik selama ini " jawab Anna yang masih nampak pucat di wajahnya .
__ADS_1
Raffa dan Dira memperhatikan Anna .
" apa kamu sakit Anna ?" tanya Dira mendekati Anna yang nampak sulit berjalan dan di bantu tongkat .
" Tidak aku baik-baik saja " jawab Anna .
" Bagaimana kalian tahu saya di sini ?" tanya Bram kepada sahabat lamanya .
" Siapa lagi kalau bukan anak aku " jawab Rafa yang duduk di samping Bram .
" Anak mu " ulang Bram yang tidak tahu sahabatnya memiliki anak .
" Ay..Ayudia , yang kemarin kau ajak makan siang bersama anak mu " jelas Rafa .
Bram nampak kaget dan tidak menduga jika akanya Rafa adalah kekasih anaknya .
" Ayudia....?? ah..aku ingat , dia tumbuh menjadi gadis yang baik " piju Anna yang ingat bagaimana Ayu membelanya kemarin .
Namun saat ia tahu Ayu adalah anak mereka , ia teringat dengan anaknya Dilan .
" Ba..bagaimana anak ku ??" tanya Ayudia yang berpikir jika Dilan telah tiada , karena ia tidak ingat masalah kecelakaan itu .
" dia baik Anna , sangat baik " jawab Rafa .
" ya dia jadi pumuda yang tampan sekarng , sukses pula " puji Dira menyentuh tangan Anna .
" Dia masih hidup ?" tanya Anna menangis terharu dan memeluk Dira .
" Anna...aku tak percaya jika kamu masih hidup " ucap Dira memeluk erat Anna .
" Dira ..." Anna menangis menumpahkan rasa rindunya dan kesedihannya .
" ya , aku selamat . namun..keluarga ku tidak " ucap Anna .
" Sudahlah mereka sudah tenang di sana " ucap Rafa yang mencoba menguatkan Anna .
__ADS_1
" om Gibran dan Tante Ashinta memang tidak selamat , namun kamu harus rela kan mereka "ucap Dira membelai punggung Anna .
Anna menguatkan pelukannya kepada Dira , sampai saat ini Anna belum mampu menerima kenyataan itu jika kakak dan suaminya telah tiada .