
" Beruang kutub !!! Dilan !!!"
Teriak Ayudia kecil berumur 14 tahun yang sedang berlari menaiki anak tangga mengejar Dilan yang sudah dulu naik ke atas dengan tergesa-gesa .
" Dilan !!! tunggu !" Teriak Ayudia lagi yang merasa lelah berlarian menaiki anak tangga .
" hah...hah..." Ayu merasa nafasnya tersengal-sengal saat ia sampai di lantai atas . Ia membungkukkan tubuhnya yang kecapekan karena berlarian mengejar Dilan . Pria itu lari dengan sangat cepat , mungkin karena ia memiliki kaki yang panjang . Tidak seperti Ayu yang mungil.dan pendek .
Ayu ( Dewasa) saat ini yang tengah galau sedang berdiri di depan pintu kamarnya , ia melihat Ayu kecil tengah mengatur nafasnya akibat mengejar Dilan .
"Hahaha.....Parasit , kau tidak dapat mengejarku lagi !"
Ejek Dilan yang berdiri tepat di belakang Ayu (dewasa) . Ayu pun menoleh kebelakangnya dan menatap Dilan yang baru berusia 20 tahun .
"Aku akan menangkap mu dan tidak akan aku lepaskan !"
Teriak Ayu kecil dan mengejar Dilan lagi . Dilan segera masuk kedalam kamarnya , dan di susul oleh Ayudia yang masuk kedalam Dilan .
Ayu (Dewasa) mengikuti bayangan masa lalunya dan melangkahkan kedua kakinya menuju kamar Dilan. Perlahan membuka kembali pintu kamar Dilan yang baru saja ia kunjungi tadi , kamar yang hampir 4 tahun tidak ia kunjungi dan hanya para pelayan yang setiap hari masuk untuk membersihkan debu .
"Dilan !!! aku menangkap mu !!"
Ucap Ayu kecil yang senang dapat menangkap Dilan dan menindihnya di atas ranjang .
"Ya...aku kalah dan kamu hebat parasit ku !"
Dilan mengaku kalah dan tertawa puas .
"Aku tidak akan melepaskan mu !"
Ucap Ayu kecil dan memeluk Dilan dari atas tubuh Dilan karena saat ini kondisinya Dilan ada di bawahtubuh Ayudia dan membuat keduanya saling berhadapan . Mata mereka saling bertemu dan Ayudia merasa detak jantungnya semakin kencang dan tidak beratur lagi .
"Aku menyerah Ayudia , hukuman apa yang akan kamu berikan hah ? cepat katakan ?"
__ADS_1
Tanya Dilan sambil menatap kedua bola mata indah Ayu tanpa rasa sungkan lagi.
Ayu kecil tersenyum penuh kemenangan , Ia pun tak hentinya menatap Wajah tampan yang memang Dilan miliki sejak ia lahir .
Mungkin karena terlalu lama menatapnya , membuatnya lupa diri dan pengontrolan dirinya terhadap Dilan . Ayu terus menatapnya sampai ia bibir manis Dilan dan membuatnya menelan ludah dengan kasar .
Pikiran kotor telah melintasi , gadis kecil itu yang mulai beranjak remaja .
Dilan pun terhanyut , ia menatap dari mata indah Ayudia , turun ke hidung mancungnya sampai akhirnya jatuh di bibir merah muda Ayudia yang manis dan menggiurkan itu . Entah mengapa kali ini ia menatapnya dengan sesuatu ke inginan mencicipinya .
"Apa Ayu ?"
Tanya Dilan yang nampak gusar akan tatapan Ayu dan perasaannya saat ini .
"Aku akan menghukum mu sekarang Dilan , hukuman yang tidak akan pernah kita lupakan "
Ucap Ayu yang tidak pernah melepaskan tatapannya dari bibir Dilan .
Cup...
Ayu memberikan ciuman singkat kepada bibir Dilan , dan lebih tepatnya itu adalah Ciuman pertama Ayudia dan pertama juga untuk Dilan sendiri .
Dilan masih diam mematung dan masih tidak percaya dengan apa yang Ayu lakukan . Ia juga nampak tidak marah atau kesal , ia hanya diam tanpa ekspresi sambil menatap bibir Ayudia .
Cup ...
Ayu yang baru berusia 14 tahun itu mencium Dilan lagi tanpa malu . Rasanya ia ingin mencicipinya lagi rasa manis di bibir Dilan yang menjadi candunya
Dilan masih diam tanpa respon apa pun .
Tiba-tiba ia tersenyum mengukir di wajah tampannya dan menatap dalam mata Ayudia
"Kamu tahu apa yang kamu lakukan ?"
__ADS_1
Tanya Dilan yang nampak serius .
"mencium mu".
jawab Ayu santai dan tidak menyesal .
"Itu adalah ciuman pertama ku yang sudah kamu ambil Ayu tanpa ijin dariku , maka dari itu kamu harus di hukum Ayudia "
Ucap Dilan dan memeluk pinggang ramping Ayudia dengan erat dan membalikkan tubuh Ayu yang tadinya ada di atasnya kini beralih ada di bawah Dilan .
Dilan menatap lekat kedua mata indah Ayu dan mendekatkan wajah mereka . Tanpa ragu dan malu lagi .
Cup...
Kini Ayu kecil yang gantian syok mendapatkan ciuman dari Dilan . Matanya membulat melihat ke arah Dilan .
Cup...
Dilan menciumnya lagi , membuat jantung Ayu berdebar hebat . Hawa panas menjalar di tubuh mungilnya .
Ayu besar merasa lemas saat melihatnya , ia melangkah mundur dan menyandar pintu yang tertutup sambil menyentuh bibirnya .
"Apa aku dulu segila itu ?"
Tanya Ayu (dewasa) akan kelakuannya di masa lalu .
Kini Dilan memberikan ciuman lagi kepada Ayu , namun ciuman itu berbeda dari tadi .
Ciuman yang tadi hanya sebentar dan menempelkan kedua bibir mereka , Namun yang kini dengan segan Dilan ******* bibir mungil Ayudia yang terasa manis .
Dengan senang hati Ayu menerimanya , ia hanya diam dan mengikuti permainan lidah Dilan di dalam mulutnya karena ia memang belum mengerti cara berciuman yang sebenarnya .
Waktu terus berjalan , mereka menikmati ciuman panas mereka di kala sore itu . Meski tidak terjadi hal yang lebih dari itu , karena Dilan masih dapat menguasai dirinya dan nafsunya .
__ADS_1