
Rasa rindu sudah menyelimuti hati Anna , rasanya ia sudah tidak sabar lagi jika harus berlebih lama lagi untuk menunda menemui anaknya yang selama ini ia anggap sudah tiada .
Usai Bram sembuh dan kembali sehat , Bram akhirnya menepati janjinya untuk mempertemukan Anna dengan Dilan .
Dengan bantuan Irfan (asisten Dilan ) mereka menyiapkan pertemuan di restoran yang dulunya selalu ia datangi dengan keluarga Gilbran .
Anna nampak gusar dan gugup akan bertemu dengan Dilan anaknya , ya walaupun ia tidak bisa melihat . Setidaknya ia dapat bertemu dan memeluk anaknya .
Bram melihat Anna sangat gugup , ia pun menggenggam tangan sahabatnya agar menjadi lebih tenang .
" apa dia akan mengenali ku mas ? apa dia akan menerima aku yang buta ini ?" tanya Anna yang semakin gugup .
" Anakmu akan mengenali ibunya dengan baik dan akan menerima mu dengan baik , Mama " ucap suara lelaki di depan Anna .
Dilan berdiri tepat berada di depan Anna , tatapannya begitu dalam dan sangat dalam ..Ribuan bahkan jutaan rasa rindu telah lama terpendam di hati Dilan .
Ia masih diam berdiri mencoba meyakinkan dirinya jika ini bukan hanya mimpi belaka .
Anna nampak diam dan menetap kearah anaknya , walau ia tak dapat melihatnya . Namun ia dapat merasakan kehadiran anaknya di hadapannya .
Anna mengulurkan tangan kanannya kearah Dilan .
Dilan masih diam melihat tangan wanita yang melahirkannya itu mengulurkan tangannya ke arahnya .
" Dilan." ucap Anna bergetar menyebut nama anaknya .
Dilan bersimpuh menjajarkan tubuhnya dengan Anna yang duduk di kursi .
" Mama ..." Dilan menghambur dan memeluk erat tubuh Anna , tangis bahagia keduanya pecah tak terbendung lagi .
" Dilan"ucap Anna .
" Mama " balas Anna memeluk anak yang lama ia rindukan .
Cukup lama keduanya melepas rindu satu dengan lainya . Sampai mereka melupakan keberadaan Bram dan Aldi di sana , mereka berdua begitu terhanyut akan kerinduan dan kebahagian mereka sendiri .
****
__ADS_1
Dilan menuntun Anna menuju kamar lama Anna , Bram dan Aldi memilih pulang memberi waktu keduanya bersama .
" Mama istirahat ya " ucap Dilan saat Anna duduk di tepi ranjang .
" Ya , nak " jawab Anna menurut .
Malam pun semakin larut , Namun Dilan tidak dapat tidur di kamarnya . Ia takut jika ia tidur maka mimpi ini akan berakhir nantinya saat ia membuka matanya di pagi harinya .
Dilan memilih kembali ke kamar Anna dan mendapati mamanya tegah tidur dengan lelap di sana .
Dilan akhirnya naik ke atas ranjang dan tidur memeluk mamanya dengan erat .
" Tidurlah nak " belai Anna yang terbangun . ia membelai rambut anaknya yang selalu ia lakukan kala Dilan masih kecil dulu .
" Mama jangan tinggalkan Dilan lagi ya " ucap Dilan yang takut kehilangan sosok mama .
" Tidak nak , mama akan bersama kamu nak " jawab Anna yang kembali menutup kedua matanya . yang tidak lama di susul Dilan yang mulai terlelap tertidur sambil memeluk Anna .
****
" Oma..oma " panggil Ayu seperti anak kecil saat memasuki kediaman Dilan .
" siapa yang kamu panggil sayang ? " tanya Dilan di akhir anak tangga .
Ayu diam dan membuang wajah tidak menjawab , ia masih menyimpan rasa kesal .
" Masih marah ?" tanya Dilan menghampiri Ayu .
" mana Oma Anna ?" tanya Ayu yang masih memalingkan wajahnya .
" Mama di meja makan " jawab Dilan . Mendapatkan jawaban dari Dilan , Ayu langsung berniat menghampirinya .
Namun Dilan menahannya dan memeluk pinggang ramping Ayu . Dilan juga menopang kepalanya di bahu kanan Ayu .
" apa yang om lakukan ?" protes Ayu .
" Om ??" ulang Dilan tidak percaya jika gadis kecilnya memanggilnya Om .
__ADS_1
" ya Om , seharusnya aku memanggil mu dari dulu Om . Om Dilan , bukankah begitu Om ?" tanya Ayu mengejek .
" Aku lebih suka di panggil sayang " jawab Dilan .
" mana ada keponakan memanggil mu sayang ? " tanya Ayu lagi .
" ada .." jawab Singkat Dilan yang masih memeluknya erat .
" lepaskan Om..aku mau menemui oma Anna " Ayu mencoba melepaskan tangan Dilan dari pinggangnya .
" panggil sayang baru aku lepaskan " pinta Dilan yang memaksa .
" ga...ga mau " tolak Ayu .
" ya sudah . kita gini aja selamanya " Dilan malah memperat pelukannya .
" Baik ..sayang..lepaskan aku " Ayu akhirnya harus mengalah lagi akan kemauan Dilan .
" Terimakasih ..sayang , tapi ...panggilan sudah sayang masa hanya itu aja . Harusnya ada ciuman manisnya " ucap Dilan yang tengah licik .
Ayu di buat kesal dengan permintaan Dilan yang aneh , ia merasa jika Dilan yang beku kini berubah menjadi Dilan yang manja .
" ga mau , kamu banyak minta " ucap Ayu .
" Padahal dulu kamu sangat senang jika bisa memeluk dan mencium ku . bahkan kau ingat sayang, kamu mencuri ciuman pertama ku " Dilan mengingatkan kejadian beberapa tahun silam .
Wajah Ayu bersemu merah dan malu . Jujur dalam hati Ayudia merasa sangat senang saat ini dapat bersama dengan Dilan sedekat ini .
" Ayo lakukan , mama ku menantikan mu " renggek Dilan .
Cup .
Dilan mendapatkan ciuman singkat di pipi kirinya .
Dilan tersenyum puas , ia pun melepaskan Ayudia dari pelukannya .
Ayu segera berlari menuju tempat makan , ia tak mau jika Dilan memeluknya lagi dan meminta banyak hal darinya lagi .
__ADS_1