
Anna dan Dilan tengah berjalan memasuki restoran yang sudah di pesan Bram .
Sampai di sana Dilan di buat kaget akan adanya seorang Vincent yang telah duduk di samping Dilan .
Tatapan tajam keduanya nampak bertabrakan . Anna menyentuh bahu Dilan dan mengajak anaknya duduk .
" Apa kabar mu Dilan " tanya Bram .
" baik om " jawab Dilan datar dan terus melihat ke arah Vincent . Dilan heran kenapa Bram bisa mengajak Vin makan malam bersama .
Begitupun dengan Vin yang tidak tahu akan makan malam bersama Anna dan Dilan , Vin juga heran apa hubungan Dilan dengan pelakor ini .
" Vin...kenalkan ini Dilan anak tante Anna bersama om Gibran " Kenal Bram kepada Vin . Vin cukup kaget mengetahui jika Anna memiliki anak dan anaknya adalah saingannya .
Makin lengkap aja ya buat masalah Vin dan Dilan ...hihihi😔😔😔.
" Dilan ... kenalkan ini Vincent anak saya , saya yakin kalian sudah saling mengenal " ucap Bram kepada Dilan .
Meski kaget Dilan bisa bersikap santai .
__ADS_1
Vin tersenyum masam dan geli .
" Ternyata kau anak pelakor ini ?!" tanya Vin mengejek membuat Dilan terpancing emosinya .
Braaakk !!!
" apa maksud mu !!" Dilan mengebrak meja makan yang masih kosong .
" jaga ucapan mu Vin !" tegur Bram kepada Vin yang tidak ingin anaknya membuat kekacauan .
" Lihat papa ku yang membela anak istri tercintanya " ejek Vin .
" Kamu ga tahu ?! jika mama mu pelakor yang menghancurkan keluarga Ku !!" jawab Vin dengan suara keras .
Dilan tidak terima , ia berdiri dan mencoba meraih kerah jas Vin dari seberang meja .
" Hentikan nak !" pinta Anna mencegah .
" Dia menuduh mama , aku ga terima !" jawab Dilan yang sudah emosi .
__ADS_1
" Aku berkata jujur " sahut Vin yang menyukai emosi Dilan .
" Papa ga ada hubungan pernikahan dengam tante Anna , Vin ! dia hanya sahabat papa !" Ucap Bram yang tidak tahan lagi akan kesalah pahaman anaknya .
" papa mau menutupi semua itu ?!" tanya Vin yang nampak kesal .
" Apa mau ?! papa jujur nak , papa tidak ada hubungan apa pun dengan Anna !" Bram mencoba menjelaskan semuanya kepada Vin .
" Saya hanya memiliki satu suami dan dia adalah mas Gibran . Papa dari Dilan " ucap Anna yang akhirnya buka suara . Sementara Dilan mencoba menurunkan emosinya dan kembali duduk untuk menyimak .
" Hahaha...kalian membuat drama ?" tawa Vin yang merasa di bohongi seperti anak kecil .
" nak...cukup selama ini papa diam akan kesalahpahaman ini , ini semua karena tante Anna yang minta . Namun kali ini biarkan papa yang membuka dan menjelaskan semuanya agar jelas . Setelah itu kamu bebas menetukan bagaimana dan seperti apa " ucap Bram yang mencoba sabar menghadapi Vin .
Vin akhirnya duduk dengan benar dan mendengarkan ucapan Bram , ia tidak mau jika sampai papanya sakit lagi .
Bram melihat kedua anak angkatnya diam dan mulai tenang . Bram pun melihat Anna yang sudah siap akan apa yang di ucapkan Bram .
Bram menaruh apmlop coklat di meja makan , ia menaruhnya dengan berat hati . Karena jika ini terbuka semua akan kacau dan Vin mungkin akan kecewa kepada Diana , sementara Dilan mungkin akan murka dan membenci Vincent . Namun ia tidak bisa menutup rahasia ini lagi , apa lagi ia mendapatkan desakan dari Rafa . Jika Bram tidak memberi tahu kedua anak muda ini segera , Rafa akan melaporkan Diana sendiri ke kantor polisi .
__ADS_1