
Ayudia meninggalkan kediaman Dilan dengan membawa sejuta luka di hati . Rasa sakit yang ia rasakan yidak dapat ia gambarkan lagi . yang pasti saat ini ia sangat sedih dan terluka teramat dalam , bahkan luka atas pemfitnahan Mita yang di tunjunkukkan kepadanya bulumlah seberapa di bandingkan ia melihat Dilan tidur bersama wanita lain.
Ayu segara memacu motornya dengan kecepaatan tinggi , kali ini ia tidak dapat berfikir jernih lagi sampai ia tidak memperdulikan bahaya yang ia buat jika ia memacu kecepatan terlalu tinggi .
Di rumahnya Dilan berada di kamar mendiang Sinta , ia nampak sagat gusar dam resah sekali . Ia takut akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Ayudia apalagi ia meninggalkan rumahnya dalam keadaan marah .
Dilan ingin sekali menyusul Ayudia , namun ancaman Mita membuatnya tidak dapat berkutik dam lemah .
Sepanjang perjalanan Ayu teringat akan kejadian beberapa waktu lalu saat ia bersama Dilan , Mita dan teman yang lainya pergi ke pincak .
Ia di bawa paksa oleh Mita dan beberapa teman Mita , sampai di tengah hutan dan tepi tebing Mita berniat mencelakai Ayudia . Karena Mita sangat kesal , Ayu selalu menjadi penghalang dirinya bersama Ayu .
Mita berniat mendorong Ayu ke tepi jurang , namun Ayu mencoba melawan dan membuat Mita sendiri yang jatuh kedalam jurang . Meski tidak terlalu dalam namun cukup membuat Mita jatuh pingsan dan terluka berat . Tepat saat itu Dilan melihatnya dan marah kepada Ayudia .
" Apa yang kamu lakukan , Ayu !! kamu sangat kekanakan dan tidak bisa bertindak dewasa sama sekali , aku ga nyangka kamu tega mencelakai Mita !" bentak Dilan yang tidak memberi Ayu kesempatan untuk menjelaskan .
" Bu..bukan aku !" sangkal Ayu yang mencoba menahan Dilan yang hendak menyusul Mita dan menolongnya.
Dengan kasar Dilan menghempaskan tangan Ayudia darinya , saat itu Dilan sangat marah atas tindakan Ayu yang terlewat batas .
Ayu sampai jatuh di tanah dan kedua lututnya terluka , Dilan tidak perduli ke adaan Ayudia . Ia lebih menghawatirkan Mita yang ada di dasar jurang sana .
Sakit hati Ayu saat Dilan bersikap kasar kepadanya , di tambah ia tidak percaya kepada dirinya jika ia tidak bernah mencelakai Mita .
Bulir air mata Ayu keluar kala ia mengingat kejadian masa itu , Ayu semakin menambah kecepatan motornya sampai di batas maxsimal . Ayu tidak perduli apa yang akan terjadi kepadanya , saat ini ia sudah sangat hancur atas luka yang Dilan berikan .
Tepat di tikungan tajam Ayu merasa kehilangan kendalinya di tambah ada sebuah mobil yang ada di lawan arah dengannya . Mobil itu sudah sanga5 dekat dengan motor Ayu dan membuatnya tidak dapat menghindar lagi .
__ADS_1
Sampai akhirnya motor yang di kendarai Ayudia menabrak keras mobil berwarna silver itu dan Ayudia terpental di aspalan dan berguling bagaikan bola .
Seorang pemuda yang tampan dan bertubuh tinggi keluar dari mobilnya yang di tabrak Ayudia , ia nampak panik kepada kendara motor . Ia segera menghapiri tubuh Ayudia yang sudah pingsan dan tergeletak di pinggir jalan .
***
Ayu telah di rawat dan ia dalam kondisi yang baik dan tidak mengahawatirkan . Ayu terdiam dan menundukkan kepalanya saat ia duduk bersandar di atas ranjang rumah sakit .
Ia nampak takut dan bersalah kepada orang tuanya dan Opa nya , jelas terlihat wajah marah mereka kepada Ayudia .
" Apa yang kamu pikirkan ! sampai kamu negebut di jalanan ha ?!!" Tanya Dira yang sangat marah kepada putrinya .
" Kami membelikan mu motor bukan untuk membuat kecalakaan , kalau tahu seperti ini Opa tidak akan mau membelikannya lagi !" Sambung Hartanto yang ikut kesal , pasalnya ia hampir kehilangan cucu semata wayangnya .
" papi kecewa kepad Ayu " Ucap Rafa yang pelan namun jelas jika ia kecewa akan tindakan ceroboh anaknya .
" Mami dan Opa ga akan bantu kamu untuk bertanggung jawab atas mobil yang kamu rusakan , sepertinya mobil itu lumayan mahal dan kamu harus mengantinya sendiri " Ucap Dira sudah mengambil keputusan yang mutlak , maka Rafa sekali pun tidak dapat membantu putrinya kali ini .
Ayu mengangkat kepalanya dan melihat pemuda yang telah ia rusaki mobilnya .
" Apa mobil mu yang aku rusakan ?" tanya Ayu yang memiliki beberapa luka lecet di wajah dan tangan serta kakinya . Bukankah sebuah ke ajaiban yang Ayudia dapatkan saat Motor dan mobil rusak parah , Ayu malah baik-baik saja dan hanya mendapatkan luka ringan saja .
" Tidak usah kamu pikirkan , yang penting kamu sembuh saja sudah cukup untuk ku " Jawab Pemuda itu yang mendekati Ayu dan membelai rambut Ayu dengan lembut .
" kamu tadi membuat ku takut , aku takut jika aku sampai membuat nyawa orang hilang . Aku akan hidup dalam rasa bersalah " Lanjut Pemuda itu .
" siapa nama mu ?" tanya Ayu .
__ADS_1
" Vin..nama ku Vincent " jawab pemuda itu yang memberinya senyuman manisnya .
Dila terdiam di ambang pintu tempat Atu di rawat , ia melihat seorang pria menyentuh kepala Ayudia .
Ada rasa tidak rela di saat Ayudia di sentuh pria lain selain dirinya dan keluarga .
" Dilan kamu baru datang ?" sapa Rafa yang nampak heran kepada Dilan yang terbilang lamban untuk datang .
" maaf bang , ada sedikit urusan " jawab Dilan , karena sebelum kerumah sakit ia harus berdebat dan merayu Mita untuk memberinya ijin . Dilan sudah seperti berada di dalam sangkar jeruji milik Mita .
Ayu memalingkan wajahnya dari Dilan dan menatap Vin , ia juga berani menyentuh tangan kanan Vin di depan keluarganya .
" urusan apa yang lebih penting dari Ayudia ?!" Rafa nampak sedikit kecewa akan jawaban Dilan.
" Sudah Raf , kamu jadi menyalahkan Dilan . padahal yang salah anak kita " Dira membela Dilan .
" apa yang di katakan istri mu benar " Tambah Hartanto sepemikiran dengan Dira .
Dilan nampak tidak perduli ucapan lainya , matany tajam menatap tangan Ayu yang menggenggam tangan Vin .
" Ay ...gimana ke adaan mu ?" tanya Dilan yang sangat cemas dan mendekati Ayu dia . Ia hendah memeluk Ayu , namun Ayu mendorongnya dan memilik mendekatkan tubuhnya kepada Vincent .
" Seperti yang om lihat " jawab Ayu ketus dan menyebut Dilan OM .
Semua nampak heran akan ucapan Ayu baru saja , karena selama ini Ayu tidak mau memanggil Dilan 'Om' .
" Vin..maukah kamu menjadi teman ku ?" tanya Ayu yang ingin teman baru dan ia ingin Dilan tahu jika ia bisa tanpa dirinya .
__ADS_1
" tentu saja cantik " jawab Vin dengan senang hati dan mengelus rambut Ayudia dengan kasih sayang .
Dilan hanya mengepalkan kedua tangannya , meski ia tidak rela namun ia tidak bisa berbuat apa-apa .