
" Rully seperti nya pesawat yang membawa suami saya pulang Sebentar lagi mendarat." Ucap Monica menyelesaikan makanan nya.
" Suami kamu sekarang pulang? " Tanya Rully dengan nada kecewa.
" Dia bahkan pindah tugas disini." Jawab Monica.
" Apakah hubungan kalian akan membaik?" Tanya Rully.
" Kenapa kamu tanya seperti itu, kalau pun iya juga bagus dong kamu seharusnya senang mendengar nya."
" Tapi Om Budi tak akan pernah suka sama Rio."
" Terserah, saya cinta sama anaknya bukan cinta sama orang tuanya." Ucap Monica pergi meninggalkan Rully.
Rully hanya tersenyum memandang punggung Monica yang kini pergi menjauh.
*******
Monica melambaikan tangan nya ke arah Rio yang berjalan dengan mendorong troli yang berisi koper dan beberapa tas.
Rio membalas senyuman Monica, yang menyambutnya dengan mencium punggung tangannya.
" Mau langsung pulang atau kita makan di luar?" Tanya Monica sambil berjalan menggandeng lengan Rio.
" Kita makan di rumah sama Ibu." Jawab Rio.
******
" Bagaimana Nek? " Tanya Kang Bagyo saat sampai di rumah sakit.
" Chika minta pulang terus." Jawab Nenek Utami.
" Tapi lihat kondisi Chika yang seperti itu Nek, apa tidak masalah? " Ucap Kang Bagyo.
" Nenek juga begitu tapi Chika minta pulang terus."
" Lantas Nenek sudah bilang ke Dokter?"
" Belum, Dokter Monica sedang keluar."
" Sore..!! " Sapa seorang Dokter pria yang baru Nenek Utami dan Kang Bagyo lihat.
" Sore Dokter." Balas Kang Bagyo.
Terlihat nama di jas nya Dokter Rully, Dokter tersebut memeriksa Kondisi Chika yang hanya memejamkan matanya.
" Pak Dokter, saya ingin tanya Dokter Monica belum juga datang?" Tanya Nenek Utami.
" Sedang ijin keluar Bu, bagaimana Bu ada yang bisa saya bantu karena hari ini saya yang menggantikan." Ucap Dokter Rully.
" Cucu saya ingin pulang saja, disini dia sudah 4 bulan."
" Tapi kondisi nya Bu semakin buruk, kalau di bawa pulang takutnya ada apa - apa."
" Tapi cucu saya minta pulang saja bagaimana?"
__ADS_1
" Nanti konsultasi sama Dokter Monica ya Bu." Ucap Dokter Rully hendak segera pergi.
" Om.. Nenek... Om mana? " Tiba - tiba Chika bersuara namun matanya tertutup.
Dokter Rully segera mendekati Chika, dan memeriksa Chika kembali ternyata tubuhnya tiba - tiba demam dan keluar keringat.
" Om... Chika ingin bertemu Om." Ucap Chika pelan.
" Apakah Om nya bisa di hubungi?" Tanya Dokter Rully.
" Maaf Pak Dokter, yang di maksud tidak ada disini." Jawab Kang Bagyo.
" Kalau bisa cepat hubungi dia untuk kemari, mungkin dia ingin bertemu."
Kang Bagyo dan Nenek Utami saling menatap dan hanya bisa diam menatap sedih Chika.
" Saya akan suntikan penurun Demam nya." Ucap Dokter Rully sambil memeriksa kondis Chika.
" Suster tolong hubungi Dokter Wahid yang menangani pasien di kamar 595 poli umum untuk memeriksa lebih lanjut." Ucap Dokter Rully.
" Baik Dokter." Ucap Suster tersebut.
******
" Ibu bagaimana kabar nya ibu? " Sapa Rio saat baru sampai.
" Ibu baik nak, ibu kangen sama kamu." Ucap Ibu Lena sambil mengusap kepala Rio.
" Sekarang Ibu nggak akan kangen lagi sama Rio, karena Rio sekarang akan tinggal sama Ibu."
" Kata siapa akan tinggal disini? " Ucap Monica datang menghampiri suaminya dan mertuanya.
" Baik, besok kita bawa Ibu." Ucap Rio.
" Bawa Ibu? " Ucap Monica.
" Nggak usah, biar Ibu di sini saja. Karena ini rumah pemberian Ayahnya Rio." Ucap Ibu Lena karena tahu bahwa Monica tidak akan mengijinkan dirinya ikut.
" Rio pindah kemari hanya ingin berkumpul dengan kalian berdua. Dan saya nggak tega meninggalkan Ibu sendirian."
" Nggak apa - apa, Ibu lebih baik sendiri. Ibu sudah biasa."
*******
" Apa kamu masih belum menerima Ibu saya seperti Papi?" Tanya Rio saat berada di dalam kamar.
" Abang tahu nama Papi sedang melambung tinggi, dan nama saya banyak di cari oleh para pencari berita. Seandainya mereka tahu bagi yang tidak suka dengan Ayah Abang akan mencabut saham mereka. Abang tahu Ayah mertua saya itu merugikan triliyun an proyek yang sedang berjalan bahkan hingga jatuh korban. Mau taruh di mana muka keluarga saya, kita cari aman saja, nama baik kita aman, nama baik keluarga Abang juga aman."
" Kalau kamu ingin berpisah sama saya, tinggal bilang saja. Secepatnya saya akan urus." Ucap Rio meninggalkan Monica.
" Bang..!!! "
******
" Om... Om.... " Ucap Chika pelan yang masih tetap memejamkan matanya.
__ADS_1
" Nak, bangun ini Nenek." Ucap Nenek Utami.
" Nek, saya akan hubungi Pak Tentara." Ucap Kang Bagyo.
" Jangan Bagyo, dia kan sudah punya istri jangan ganggu rumah tangga orang."
" Tapi Nek, lihat Chika tiada henti nya memanggil nama Pak Tentara." Ucap Kang Bagyo.
" Tapi Bagyo."
" Akh sudahlah Nek, saya akan hubungi Pak Tentara."
******
Entah pikiran Rio menjadi kacau saat ingin menyelesaikan masalah dengan istri nya dan membangun rumah tangga yang benar - benar utuh, saat baru tiba hanya ada kedongkolan yang ada.
Tanpa Rio sadari motornya mengarah ke arah rumah sakit dimana Chika dirawat, Rio lantas diam duduk di atas motor nya sambil menatap tinggi gedung rumah sakit.
" Kenapa kesini dan kepikiran Chika?"
Bunyi ponsel nya berdering, terlihat nomer asing memanggil.
" Hallo..!! " Ucap Rio.
" Pak Tentara saya Bagyo." Ucap Kang Bagyo dari seberang.
" Pak Tentara, apakah bisa Bapak kemari menemui Chika, dia kritis Pak hanya memanggil nama Bapak terus."
" Saya kesitu sekarang."
Rio pun mematikan ponsel nya, dan segera berlari menuju kamar rawat Chika.
Dengan nafas naik turun, Rio tiba di kamar Chika terlihat semua alat bantu terpasang di tubuh wanita yang dia cintai.
" Loh Pak Tentara kok sudah sampai?" Ucap Kang Bagyo.
" Nak Tentara!! " Ucap lirih Nenek Utami.
Rio berkaca - kaca saat melihat Chika hanya memejamkan matanya, dan terlihat alat bantu nafas yang terpasang.
" Dia manggil nama kamu terus." Ucap Nenek Utami.
Rio mendekati Chika, dan mendekatkan bibirnya ke telinga Chika dan berbisik.
" Om datang Chika, bangun ini Om yang kamu cari." Ucap Rio sambil mengecup kening Chika.
tampak terlihat air mata keluar dari sudut matanya, dan Rio pun mengetahui nya. Dengan lembut Rio mengusap air mata tersebut.
" Om mohon kamu sembuh, sekarang Om Dinas disini kamu akan sering lihat Om. Mulai sekarang kita tidak berpisah lagi, jadi adek cantik bangun ya.. kalau nggak bangun Om akan pergi lagi."
Saat melewati kamar rawat Chika, Rully melihat Rio. tengah memeluk tubuh Chika.
" Kenapa Rio ada di kamar Chika? " Ucap pelan Rully.
Rully mendekati kamar Chika hingga berdiri di depan pintu kamar rawat.
__ADS_1
" Bangun sayang, Om sayang cinta kamu."
Rully membelak kan matanya saat mendengar apa yang di katakan Rio.