
" Hati - hati semoga sampai tujuan." Ucap Zalimah saat mengantar Chika dan Rio ke bandara.
" Mba, kami tunggu mba di rumah." Ucap Rio.
" Insya Allah mba akan berkunjung kesana."
Chika memeluk tubuh Zalimah terlihat wajah sedih keduanya berasa enggan melepaskan.
" Terima kasih mba, says seumur hidup tak akan pernah melupakan mba." Ucap Chika sambil melepaskan peluk kan nya.
" Sama - sama sayang, yang sehat - sehat ya."
Chika membalasnya dengan sebuah senyuman.
Panggilan untuk penumpang pun terdengar, dan dengan segera Rio dan Chika menuju ke pesawat.
Lambaian tangan Chika dan Rio begitu sangat haru terlihat jelas pada Zalimah merasakan perpisahan dan akan melepaskan rindu lewat udara.
*****
" Takut nggak naik pesawat? "
" Yang mas lihat? "
" Nggak."
" Mas lupa, saat menyusul Mas dulu kan naik pesawat. "
" Oh iya ya.. sampai lupa." Ucap Rio sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Chika pun memejamkan matanya dengan bersandar di lengan Rio dengan tangan saling memegang.
" Tidur yank, perjalanan masih lama sampai nya."
*******
Setelah perjalanan di tempuh 15 jam akhirnya sampai, Chika dan Rio telah sampai di rumah milik keluarga Rio.
Ibu Lena telah menunggu di depan pintu rumah, sebelumnya Rio memberikan kabar bahwa dirinya dan Chika sedang dalam perjalanan pulang.
" Assalamualaikum Ibu." Sapa Chika sambil mencium punggung tangan Ibu Lena di ikuti oleh Rio.
" Walaikumsalam." Balas Ibu Lena sambil tersenyum.
" Pasti kalian capek, istirahat dulu. Ibu sudah masak tadi di bantu sama Ijah." Ucap Ibu Lena.
" Ibu sekarang di temani Ijah? " Tanya Rio.
" Iya, dia berhenti kerja di Ibu Sukma jadi dia sama Ibu. " Jawab Ibu Lena.
" Syukurlah Bu, sekarang ada temannya." Ucap Rio.
" Kalian mau istirahat dulu atau makan?" Tanya Ibu Lena.
" Yank, mau makan atau istirahat? " Tanya Rio pada Chika.
" Istirahat dulu Mas." Jawab Chika.
" Ya sudah Mas antar kamu ke kamar, Mas lapar."
" Ya sudah Chika siapkan dulu makan untuk Mas."
__ADS_1
" Nggak usah, biar mas sama, kamu istirahat ya sayang."
" Baik mas."
******
Setelah di antar masuk ke dalam kamar Rio, Chika mengedarkan pandangannya ke seisi kamar. Chika melihat beberapa photo Rio yang mengenakan seragam Tentara.
Pandangan Chika tertuju pada satu bingkai yang terdapat di meja belajar Rio. Tampak lukisan yang pernah dia lukis di sekitar air terjun.
" Ternyata kamu masih menyimpannya Mas." Ucap Chika dengan senyuman.
Chika pun merebahkan tubuh nya, dan memejamkan mata nya di atas tempat tidur.
Rio pun masuk setelah makan di temani oleh Ibu Lena, terlihat Chika tidur sangat lelap.
" Kamu capek ya sayang." Ucap Rio sambil merangkak menaiki tempat tidur.
Chika membuka matanya saat merasakan pergerakan di atas tempat tidur.
" Mas, sudah makan nya? " Tanya Chika dengan suara khas orang bangun tidur.
" Sudah." Jawab Rio sambil bersandar di Kepala tempat tidur dengan memainkan ponselnya.
Chika bergeser dan memeluk salah satu paha Rio sebagai bantal guling.
*******
" Jadi kalian nanti tinggal di rumah Dinas? " Tanya Ibu Lena.
" Iya Bu, nanti sore kami pindah kesana." Jawab Rio.
" Ya sudah Ibu sih setuju saja apa yang kalian lakukan."
" Iya nggak apa - apa, Ibu mengerti."
" Bu, terima kasih sudah melahirkan pria hebat di samping Chika. Dia pria yang paling sempurna di mata Chika."
" Ibu senang Rio memiliki istri seperti kamu, dan Ibu makasih kamu mau menerima Rio."
" Kalian berdua adalah wanita terhebat yang Rio kenal, kalian juga dua wanita yang sempurna di mata saya."
******
Chika dan Rio pun sudah berada di rumah Dinas, rumah mereka pun berdampingan dengan Fery.
Fery dan Gaby pun menyambut Rio dan Chika, wanita cantik yang tengah mengandung terlihat sangat sopan dan baik hanya berbeda dengan Sarah, Gaby terlihat sangat anggun berpenampilan.
" Chika, Abang senang kamu akhirnya sembuh." Ucap Rio.
" Makasih Bang, ternyata kita bertetanggaan."
" Mba Chika nanti kita bisa jadi teman ghibah." Ucap Gaby.
" Nah iya betul." Ucap Chika sambil tertawa.
" Yank, pernikahan mereka di percepat kalau jadi bulan depan kamu bisa hadiri nikah nya mereka." Ucap Rio.
" Oh pantas kita malah bertetanggaan sekarang."
" Asal kadonya saja Chika, saat kemarin kami nikah an Rio nggak kasih apa - apa." Ledek Fery.
__ADS_1
" Oh ya, masa Mas benar kamu begitu? " Tanya Chika.
" Kamu seharusnya tanya lagi saat hadir di pernikahan kita kasih apa?" Ucap Rio.
Hahaha hahaha
" Jadi balas dendam ceritanya." Ucap Fery sambil tertawa.
******
" Jadi mereka percepat pernikahan nya? " Tanya Chika saat sedang menata pakaian nya di atas lemari.
" Iya, mereka menikah juga biasa saja hanya mengundang teman sesama Anggota." Jawab Rio sambil memasang sprai.
" Bagaimana perasaan Sarah ya Mas? "
" Lagian Sarah nggak bakalan tinggal disini, kan Akbar masih tugas disana, nggak mungkin disini."
" Kalau Akbar tugas disini bareng sama Mas, bisa masalah dong."
" Masalah kalau sampai di dengar Gaby, Yank.. "
" Iya."
" Mas minta kamu tahu masalah orang yang sangat rumit, jangan pernah ikut campur. Itu urusan mereka walau itu masalah sahabat kamu atau Mas. Kita urus kehidupan kita saja."
" Iya mas, Chika akan nurut sama Mas."
" Dan ingat bergaul boleh, kamu tahu aib orang, kamu jangan sesumbar."
" Iya Mas, Chika nggak kayak gitu."
" Bagus." Ucap Rio.
" Mas."
" Iya."
" Chika perlu chek up ulang lagi nggak? "
" Saran mas sih perlu juga, kemarin terakhir kata Dokter Gabriel bagaimana? "
" Sudah sembuh total."
" Bagus nya disini konsultasi lagi dan tanya - tanya seputar program kehamilan baru sembuh boleh tidak sama Dokter specialis saraf langsung hamil dan terus nanti kita ke Dokter kandungan memeriksa kondisi rahim kamu juga."Ucap Rio.
" Mas, seandainya Chika nggak bisa hamil bagaimana? "
Rio berjalan mendekati Chika, dan memeluk tubuh nya, lalu menatap lekat kedua bola matanya.
" Mas nggak masalah kan itu, kalau pun hamil itu adalah rezeki kita. Apa pun yang terjadi Mas akan selalu ada untuk kamu sayang."
" Hanya maut yang akan memisahkan kita." Ucap Chika.
" Mas sudah bilang dari awal menerima kamu apa ada nya."
" Jangan pernah khianati cinta kita Mas."
" Percaya sama Mas, hanya satu wanita yang mas cintai, yaitu wanita yang tepat berada di depan mata saya ini."
" I love you." Ucap Chika.
__ADS_1
" I love you too."