I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Sebuah Janji Suci Terucap


__ADS_3

Hiks... hiks... hiks...


" Yank.. bangun... hiks.. hiks... jangan tinggalin Mas Yank... hiks.. hiks.."


Rio terus memeluk tubuh Chika, isak tangisnya di sela - sela leher Chika dengan tangan yang masih mendekap tubuh Chika.


Hiks... hiks... hiks...


" Jangan tinggalkan Mas sayang hiks.. hiks... Mas belum siap kehilangan kamu, masih banyak hal yang belum kita lakukan bersama."


Hiks... hiks... hiks..


Rio terus mendekap tubuh Chika hingga tangannya mengeratkan di tubuh wanita nya yang sangat kurus hingga tinggal terlihat tulang nya.


Uhuk.. uhuk.. uhuk...


Rio tersadar saat mendengar suara batuk, dan terlihat wanita nya membuka matanya.


" Sayang!! " Ucap Rio yang langsung menghapus air matanya.


" Mas..!!! " Ucap Chika kaget saat melihat calon imam nya menangis.


" Kamu kenapa Mas?" Tanya Chika yang masih penasaran.


Rio kembali memeluk tubuh Chika, dan mendengar di telinga Chika Rio kembali menangis.


" Mas kenapa? " Tanya Chika.


" Jangan seperti tadi yank, jangan diam begitu saja tertidur lama." Jawab Rio.


" Mas..!! "


Rio lalu menatap wajah Chika sangat dekat, dan mengecup kening dan bibir Chika.


" Mas takut saat Mas membangun kan kamu tidak bangun, bahkan Mas guncang tubuh kamu tetap diam."


" Maaf kan Chika Mas, entah tadi Chika seperti nyata mimpi itu membuat Chika enggan terbangun. Dimana Chika bertemu dengan Ayah dan Ibu memakai pakaian serba putih, begitu pun juga Chika. Ayah dan Ibu mengajak Chika berjalan di hamparan padang yang sangat luas dimana ada satu titik cahaya yang sangat terang. Kami tertawa bahagia sekali, sesekali kami bernyanyi. Ayah dan Ibu memeluk tubuh Chika sangat erat, bahkan aroma wangi tubuh mereka sampai sekarang masih sangat terasa. Namun saat itu Chika mendengar suara Mas sangat keras, jadi Chika terbangun."


" Sayang jangan tinggalkan Mas."


" Chika nggak bisa janji Mas, kita jalani hari - hari ini dan kita buat momen yang paling indah."


Rio kembali berurai air mata, dan kembali memeluk tubuh Chika.


" Sudah Mas jangan menangis lagi ketampanan kamu jadi hilang." Ucap Chika sehingga membuat Rio tersenyum.


" Nah itu kan cakep jadinya." Ucap Chika.


******

__ADS_1


" Bagyo besok kan pernikahan Chika kamu sudah siapkan acara syukuran kecil - kecilan undang tetangga saja, karena keluarga jauh - jauh semua pada transmigrasi." Ucap Nenek Utami.


" Sudah Nek, saya sudah siapkan semuanya." Ucap Kang Bagyo.


" Terima kasih Bagyo, kamu walau bukan kelurga kami dan hanya orang lain kamu sudah seperti keluarga."


" Saya seperti ini karena Nenek sudah sangat baik hati sama Saya. Kalau tidak ada Nenek saat itu, mungkin saya tidak seperti ini."


" Kamu carilah pendamping hidup, saat nya kamu bahagia."


" Bagyo ingin berbakti sama Nenek, Bagyo belum bisa membahagiakan Nenek jadi Bagyo ingin membahagiakan Nenek dulu." Ucap Kang Bagyo.


" Terima kasih Bagyo, kamu anak yang baik." Ucap Nenek Utami.


*******


Pagi itu Zalimah datang bersama asisten nya, dia sengaja datang pagi - pagi karena ingin memoles wajah Chika.


" Chika asisten mba akan memoles wajah kamu agar terlihat cantik disaat hari special pernikahan kamu. Di hari ini kamu akan menjadi ratu sehari." Ucap Zalimah.


" Terima kasih mba." Ucap Chika sambil tersenyum.


" Sama - sama sayang."


Asisten Zalimah pun mulai merias wajah Chika hingga terlihat lebih fresh dan segar, walau tanpa mengenakan pakaian pengantin.


Terlihat di kamar rawat berhias bunga segar sehingga membuat harum seisi ruangan.


******


" Selamat Chika, akhirnya kamu menikah sama Om Rio." Ucap Sarah sambil memeluk tubuh Chika.


" Terima kasih kamu sudah datang, terima kasih Bang Nugroho, Bu Dokter Lusi." Ucap Chika.


" Kami bahagia bisa menghadiri pernikahan kalian, akhirnya kamu mendapatkan Om Rio kamu itu." Ucap Nugroho.


Pintu pun terbuka terlihat Rio mengenakan baju koko mendorong kursi Roda ibunya dan berjalan Fery yang mengekor nya.


Rio sangat tampan dan cerah wajahnya, senyum nya mengembang saat melihat Chika tampak cantik dan segar.


Ibu Lena mendekati Chika yang setengah berbaring dengan selang oksigen yang terpasang di hidungnya. Pemandangan yang sangat mengharukan bagi yang melihatnya.


" Bagaimana sudah siap? " Tanya Pak Penghulu.


" Sudah siap Pak." Jawab Rio.


Untuk wali nikah, dari pihak Chika paman nya yang jauh di perantauan dan hanya lewat ponsel menjadi wali nikah Chika.


Setelah pemeriksaan administrasi lengkap acara sakral pun di laksanakan.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya Ananta Chika Lestari binti Anwar Saiful dengan Mas kawin berupa uang tunai sebesar 25 juta dan satu set perhiasan emas seberat 35 gram di bayar tunai." Ucap Rio dengan lantang.


SAH


Alhamdulillah


Rio pun tersenyum ke arah Chika, begitu pun juga Chika. Tampak yang melihat di hiasi tangis bahagia bagi tamu yang menyaksikan pernikahan ini.


Rio memegang tangan Chika yang mengarah kan Chika untuk mencium punggung tangan Rio yang jadi suaminya.


Rio pun mencium kening Chika lalu mengecup sekilas bibir Chika.


Nenek Utami meneteskan air mata bahkan Ibu Lena pun sama, melihat pasangan yang sedang berbahagia dengan keadaan yang sangat berbeda.


" Sayang, selamat ya semoga ini pernikahan seumur hidup sampai maut memisahkan kalian. Makasih Chika kamu memilih anak Ibu." Ucap Ibu Lena memegang tangan Chika.


" Chika yang berterima kasih karena kalian menerima Chika dengan kondisi yang seperti ini."


" Bahagia selalu kalian." Ucap Ibu Lena.


" Nenek kesampaian melihat kamu menikah nak, Selamat ya Chika sekarang tugas Nenek selesai sampai sini, sekarang kamu milik suami kamu. " Ucap Nenek Utami.


" Nak Rio tolong sayangi cucu Nenek, hanya satu Chika harta Nenek yang sangat berharga. Jangan sakiti hatinya cukup fisiknya saja yang sakit, jangan menambah rasa sakit nya." Ucap Nenek Utami kembali.


" Saya akan jaga Chika Nek, saya janji tidak akan pernah menyakiti nya, saya sudah sangat banyak membuatnya tersiksa kini saatnya saya menebusnya."


Zalimah memeluk tubuh Rio, dan Rio pun membalas pelukan kakak nya, keberadaan Zalimah baru di sadari oleh para tamu yang hadir menyaksikan proses akad nikah Rio dan Chika setelah Zalimah membuka maskernya.


*******


Setelah acara akad nikah selesai, keluarga Chika mengadakan acara syukuran kecil - kecilan pernikahan Chika dan Rio.


Acara pun di hadiri Sarah, Pak Herman serta istri, Ibu Lena, Nugroho dan Dokter Lusi dan tetangga sekitar rumah. Acara pun di lakukan dengan doa bersama, sedangkan Rio dan Chika di rumah sakit karena tidak memungkinkan Rio untuk hadir karena melihat kondisi Chika yang harus di jaga.


" Sayang." Rio berbaring di samping Chika dengan memiringkan tubuhnya sambil memeluk tubuh Chika.


" Mas."


" Iya sayang."


" Maaf ya malam pertama kita seperti ini."


" Sudah jangan di pikirkan yang penting kita sekarang sudah bersatu, penantian panjang menentukan jawaban hati akhirnya terjawab sudah." Ucap Rio sambil mencium kening Chika.


" I love you Mas."


" I love you too."


Rio mencium bibir Chika begitu pun juga Chika membalas ciuman Rio yang kini telah jadi suaminya. Ciuman dengan saling membalas dan ******* hingga Chika pun bisa mengimbangi permainan suaminya.

__ADS_1


Rio pun sadar dengan menahan hasrat nya dengan kondisi fisik istri nya yang tidak mungkin melakukan hubungan suami istri. Dan hanya tatapan sendu di mata Chika.


" Maaf.. "


__ADS_2