
Chika mengerang kesakitan, tubuhnya semua nya sakit. Air matanya terus keluar karena menahan rasa sakit yang tak terkira.
Kedua tangan nya mencengkram sisi kanan dan kiri tempat tidur.
" Bagyo bagaimana ini?" Tanya Nenek Utami.
" Jalan satu - satunya kita bawa ke rumah sakit lagi." Jawab Kang Bagyo.
" Kamu tolong siapkan semua nya, yang penting Chika sembuh."
" Baik Nek."
Saat akan keluar kamar Rio datang dan melihat wajah Kang Bagyo gelisah.
" Kenapa? "
" Chika."
Rio langsung berjalan ke arah tempat tidur, terlihat Chika sedang mengerang kesakitan. Rio lalu mengusap kening Chika.
" Yank ini Om."
" Sa - sakit." Ucap Chika pelan.
" Kita kerumah sakit."
" Chi - Chika nggak ada uang Om."
" Kamu sekarang tanggung jawab Om." Ucap Rio lalu mencium kening Chika.
" Kang tolong siapkan semua nya, kita bawa Chika ke rumah sakit." Ucap Rio.
" Baik."
*****
Rio membawa Chika ke rumah sakit daerah dimana mendapatkan rekomendasi dari teman nya bahwa di rumah sakit tersebut terdapat Dokter terbaik untuk penyakit yang di derita Chika.
Chika pun di periksa oleh Dokter tersebut, yang sudah menyandang gelar Profesor.
" Bagaimana Dok?" Tanya Rio panik.
" Sudah menyebar di seluruh tubuh nya, apalagi sempat terputus pengobatan." Jawab Dokter Roy yang menangani Chika.
" Tolong dia Dok, saya nggak tega melihat kesakitan seperti itu."
" Kalau mau dia harus di rawat secara intensif disini, kita lakukan pengobatan secara ekstra."
" Lakukan Dok, berapa pun biayanya saya akan bayar." Ucap Rio.
" Kita berdoa semoga ada mukjizat dan kita berusaha semaksimal mungkin."
*****
" Nak Tentara, uang dari mana. Hanya rumah yang kami punya."
" Saya yang akan tanggung sampai Chika sembuh, berapa pun uang yang harus di keluarkan saya akan bayar yang penting Chika tidak kesakitan lagi."
" Terima kasih nak, terima kasih. " Ucap Nenek Utami berlinang air mata.
*****
__ADS_1
" Ada apa kamu kemari, saya tidak menyuruh kamu kesini?" Tanya Zalimah.
" Saya kemarin menerima tawaran menjadi Bodyguard Mba Zalimah selama di sini, tapi hanya di waktu kosong." Jawab Rio.
" Ok setiap malam kamu jaga saya, tinggal di rumah ini. Pagi Dinas, pulang nya kesini."
" Tapi berikan saya waktu untuk kekasih saya yang sedang di rawat di rumah sakit, walau hanya 1 jam."
" 2 kali lipat gajinya."
" 3 kali lipat, saya ingin di bayar di muka sekarang."
" Kerja saja belum sudah minta DP." Ucap Zalimah sinis.
" Saya butuh sekali uang itu. " Ucap Rio.
" Ok tak masalah saya transfer uang nya."
" Saya minta cash. "
Zalimah tersenyum lalu memanggil asistennya untuk mengambil dompet milik nya. Setelah menunggu Asisten nya menyerah kan dompet tersebut.
" Ini Cash, dan mulai besok kamu sudah tinggal di rumah ini."
" Baik, mulai sekarang saya akan tinggal disini."
Zalimah tersenyum ke arah Rio yang sedang menghitung uang pemberian dari Zalimah.
*****
" Nek, ini uang untuk biaya pengobatan Chika. Pergunakan untuk keperluan apa yang di butuhkan Chika." Ucap Rio sambil menyerah kan uang pada Nenek Utami.
" Terima kasih Nak, terima kasih semoga lancar rezeki dan sehat selalu." Ucap Nenek Utami.
*****
Rio menatap Chika yang kini menatap dirinya, senyum kedua nya pun saat berdua di dalam kamar rawat Chika.
" Om..!! "
" Mulai sekarang jangan Panggil Om, panggil Mas atau Abang."
Chika tersenyum saat Rio mengatakan itu, tangan Rio memegang pipi Chika dan membelai nya.
" Mas. "
" Ya sayang."
" Apakah Mas masih mau tetap bertahan memiliki kekasih yang sakit - sakit an ini? "
" Malah Mas akan menikahi kamu sayang."
" Chika nggak pantas jadi seorang istri, Mas tahu Chika tidak akan pernah bisa memenuhi kebutuhan lahir batin Mas."
" Mas nggak memikirkan itu, karena yang penting bagi Mas bersama kamu."
" Terima kasih Mas, seandainya Chika nggak bisa selamanya Mas jangan marah atau kesal."
" Kamu nggak akan pernah pergi meninggalkan Mas, kita akan sama - sama menua bersama."
" Terima kasih Mas."
__ADS_1
*******
" Pak Rio ini kamar anda." Ucap seorang asisten rumah tangga Zalimah.
" Kenapa kamar saya di lantai atas dan berdampingan dengan mba Zalimah? " Tanya Rio heran.
" Maaf Pak itu permintaan Ibu Zalimah." Jawab nya.
" Terima kasih."
Rio pun memasuki kamar yang akan menjadi tempat tinggal dia bermalam di rumah Zalimah. Kamar yang sangat luas, kasur king Size dan kamar mandi bak Sultan semuanya serba mewah.
" Apa nggak salah saya ini menuruti keinginan dia, jangan - jangan kerjaan saya bukan hanya menjaga tapi ada plus - plusnya."
******
" Bu Pak Rio sudah datang beliau ada di kamarnya." Ucap Asisten rumah tangga Zalimah.
" Terima kasih, biarkan dia istirahat. Oh ya setiap dia datang kamu layani dia makam malam di meja sama saya, dan sarapan pagi juga." Ucap Zalimah.
" Siap Bu." Udah Asisten rumah tangga bernama Susi.
" Susi, kamu bawa paper bag ini ke kamar Rio."
Susi pun membawa paper bag dengan berjumlah 10 paper bag menuju ke arah kamar Rio.
Tok... tok...
Ceklek
Rio membuka pintu kamar, dan melihat Asisten rumah tangga Zalimah di depan pintu kamarnya.
" Ini dari Ibu Zalimah." Ucap Susi.
" Itu semua untuk kamu." Ucap Zalimah yang datang menghampiri Rio lalu Susi pun meninggalkan keduanya.
Rio melihat beruba barang - barang mahal, yang tidak mungkin dirinya akan membeli barang branded sebanyak ini.
" Terima kasih, saya tidak bisa menerima ini." Ucap Rio sambil menyerahkan pemberian dari Zalimah.
" Saya tidak mau penolakan." Ucap Zalimah.
Lalu Zalimah memberikan sebuah kunci mobil kepada Rio, dan Rio pun menerima kunci mobil tersebut.
" Apa lagi ini?"
" Itu untuk kamu, pakai lah untuk kamu bawa Dinas."
Rio mengembalikan lagi kunci mobil tersebut, dan paper bag yang di beri oleh Zalimah.
" Maaf seperti nya saya bekerja sambilan bukan untuk menjadi pria seperti itu. Saya akan kembali kan uang tersebut, dan anggap saja sebagai hutang. Karena saya masih punya harga diri." Ucap Rio.
" Harga diri, kamu masih menjunjung harga diri. Apa kamu yakin tidak butuh uang, bukan nya kamu sedang butuh uang banyak untuk pacar kamu yang sedang sakit karena kanker." Ucap Zalimah.
" Kamu mengikuti saya?"
" Iya kenapa, hak saya mengikuti kamu." Ucap Zalimah .
" Siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu begitu tertarik dengan saya? "
Zalimah tersenyum ke arah Rio, dan langsung mendekati Rio hingga Rio melangkah mundur.
__ADS_1
" Mau apa kamu..?? " Ucap Rio yang melihat Zalimah menatap seakan ingin memakan dirinya.