
25 Tahun Kemudian
" Beb.. terima kasih ya sudah jadi langganan di Boutique eke. "
" Sama beb, Saya puas sama hasil rancangan kamu jadi kalau buat gaun begini sama perancang lain malah nggak cocok."
" Nanti kalau kesini lagi eke kasih Diskon."
" Akh... ini nih yang bikin Saya suka sama kamu beb. "
Zio mengantar pelanggan nya sampai pintu, Boutique nya terkenal dengan hasil rancangan nya sendiri bahkan banyak pelanggan yang datang dan pembeli yang ramai setiap hari.
" Zio...!!! " Teriak Zia saat membuka pintu kaca Boutique.
" Apa sih teriak - teriak telinga Zio nggak budeg kali, nggak malu apa sama pelanggan Zio." Ucap Zio dengan gaya lemah gemulainya.
" Bagi duit dong." Ucap Zia yang bergaya urakan dengan rambut cat warna merah, hidung di tindik hingga telinga dengan anting kanan kiri berjejer 3 dan lidah yang di tindik juga.
" Buat apa sih, kemarin Saya sudah transfer 20 juta sekarang minta lagi, makan nya kerja kamu. Kuliah nggak karuan, jarang tidur di rumah kerja an nya ngeband ,main terus kapan ada produser lewat ngelirik band rock kamu." Ucap Zio sambil memberikan uang cash lembaran warna merah 10 lembar.
" Kamu juga kenapa masuk Tentara nggak lulus, kuliah kabur malah jadi designer. " Ucap Zia sambil menghitung uang yang di berikan dari Zio.
" Ini kan dunia Saya, tapi membanggakan orang tua, dari pada kamu kerja an nya apa coba hura - hura dan itu apa di tas rokok kalau Papah sama Bang Zain tahu kamu bisa di hajar."
" Hajar saja nggak takut." Ucap Zia yang langsung pergi meninggalkan Boutique Zio. Sedangkan Zio hanya menggelengkan kepalanya.
*****
" Mamah sedang telepon siapa? " Tanya Rio.
" Zia Pah dia itu sudah lama nggak pulang, terus itu anak hidup nya bagaimana kuliah tidak, kerja nggak katanya kerja an nya minta uang sama Zio. " Jawab Chika.
" Papah heran sama 2 anak kembar kita, yang satu urakan susah di atur yang satu malah kemayu nggak apa - apa jadi Designer tapi kemayu nya itu loh Mah, kadang apa kita salah bikin adonan."
" Papah menyesal punya anak Zia sama Zio? "
" Bukan menyesal Mah tapi ya rubah lah sikap sama penampilan yang perempuan jadi feminim yang laki nya jadi macho." Jawab Rio.
" Papah kan sudah tahu kalau Zio fisik saja letoy, ingat nggak saat di suruh masuk jadi Tentara malah apa, baru lari 10 meter saja pingsan. "
" Ya tapi anak itu masih ingat rumah sama orang tua beda sama Zia."
******
Zain berhenti di depan supermarket bersama kekasihnya Rahma yang turun dari mobil. Saat hendak masuk ke dalam supermarket Zain melihat adiknya sedang membagi - bagi kan makanan ke anak jalanan bahkan pengemis yang dia kumpulkan di depan parkiran supermarket.
" Zia!! " Panggil Zain yang datang mendekati Zia.
" Bang Zain."
" Dapat uang dari mana kamu bagi - bagi mereka? " Tanya Zain.
" Bukan urusan Abang" Jawab Zia.
" Zia kamu kusam banget, lihat kamu hitam sekarang. Kamu tinggal dimana? " Tanya Rahma.
" Kolong jembatan."
" Astaghfirullah, Zia kamu punya rumah anak orang berpendidikan sedang apa kamu tinggal di Sana. Dan penampilan kamu ini semua nya pakai tindik nah itu kamu bikin tato lagi..!! " Ucap Zain kesal.
" Bang, Zia suka musik Rock dan Zia kerja nya ya nyanyi dari club ke club bahkan Zia tinggal di kolong jembatan Zia juga ada alasan nya."
" Alasan apa hah.. apa..!! " Bentak Zain.
" Uang yang Zia punya kerja jadi penyanyi rock keliling buat makan mereka dan membangun sarana belajar untuk mereka. Zia nggak ngapa - ngapain."
" Terus kenapa kamu betah tinggal di Sana? "
" Karena Zia suka saja bergaul sama meraka."
" Jadi tadi uang hasil kerja kamu, bahkan kuliah sampai DO karena kamu lebih suka sama Hobby kamu nyanyi. " Ucap Zain.
" Kamu hobby nyanyi rock atau metal juga nggak apa - apa tapi kuliah yang benar, kamu nggak akan seperti ini terus Zia. " Ucap Zain kembali.
__ADS_1
" Sebenarnya uang yang Saya bagi atau uang untuk lainnya itu Saya minta dari Zio, kalau makan sehari - hari ya kadang Saya yang kasih." Ucap Zia.
" Apakah Zio tahu? " Tanya Rahma.
" Tidak." Jawab Zia.
******
" Jadi dia tinggal di kolong jembatan, bahkan rela menyanyi hasil uang nya untuk mereka dan kadang meminta punya Zio untuk di sumbangkan." Ucap Rio.
" Hebat ya anak satu ini, dia hidup pas - pas an masih bisa bersosial." Ucap Zain.
" Ya sudah, Papah ingin mereka di bimbing dari Dinas sosial kita kerja sama nanti Papah modalin mereka usaha dan bangun sekolah gratis untuk anak - anak di Sana dan kita cari sukarelawan pengajar yang Mau, kita juga harus cari sponsor yang mau membantu mereka. " Ucap Rio.
" Benar Pah mamah setuju, ide bagus." Ucap Chika.
" Pap mam biar Zio yang sponsorin Zio akan kasih bayaran untuk mereka belajar gratis disana ada berapa kk nanti zio bayarin sampai SMA. " Ucap Zio yang baru datang.
" Kamu serius? " Tanya Zain.
" Bang, Saya sudah tahu apa yang di lakukan Zia diam - diam saya selidiki dan setiap minta uang itu bukan untuk hal negatif tapi positive." Jawab Zio.
" Berarti kamu tahu tempat nya? " Tanya Chika.
" Tahu lah Mam, Zio pernah mengikuti dia sendiri."
******
"Euuuiiii becek banget sih jadi kotor akh sepatu Zio." Ucap Zio sambil bergidik saat melihat sepatu nya kotor.
" Cemen kamu keganjenan banget sih jadi cowok baru nginjek jalanan becek saja ngeluh apalagi nginjek kotoran kayak nya pingsan kamu." Ucap Zain.
Zio hanya memanyunkan bibir nya bahkan Chika yang menggandeng pada tangan Zio hanya geleng - geleng kepala.
" Kayak nya itu tempat nya, nah itu Zia." Ucap Rio.
" Iya Pah itu anaknya." Ucap Chika.
Zia menatap kaget keluarganya datang menemui nya
" Papah Mamah, Abang, Zio. " Ucap Zia.
" Sini kamu." Ucap Rio dengan nada tinggi.
" Papah. " Ucap Zia sambil tertunduk.
" Papah nggak ngelarang kamu kalau kamu punya jiwa sosial tapi Papah akan melarang kamu penampilan begini. Kamu boleh kembangkan bakat menyanyi rock kamu tapi feminim lah agar kecantikan kamu terlihat. Papah nggak suka semua wajah kamu tindik, tattoo di tubuh kamu, dan lanjutkan kuliah kalau kamu Mau masih berteman dengan meraka, kamu harus tahu kami keluarga kamu akan bantu mereka untuk berwirausaha dan akan di bangun sarana belajar gratis bahkan Zio akan membiayai mereka sampai SMA anak disini, yang putus sekolah akan di lanjutkan kejar Paket." Ucap Rio.
" Benar Pah, benar Zio. " Ucap Zia dengan mata berbinar.
" Iya uang Zio kan banyak sudah saat nya berbagi." Ucap Zio.
" Terima kasih Pah. "
" Mulai sekarang kamu pulang, dan Abang sama Papah akan bicara sama mereka dan kamu panggil RT nya." Ucap Zain.
" Siap Bang."
*****
" Beb.. kamu make over ya saudara kembar Saya ini." Ucap Zio.
" Rebes beb, saudara you akan cantik." Ucap salah satu karyawan salon yang kemayu.
" Beb katanya di sini ada penghilang Tattoo, sekalian ya."
" Ih... jangan Tattoo nya cantik loh." Ucap Zia.
" Zia Papah bilang apa tadi, kamu sekali - kali nurut apa." Ucap Zio.
" Iyeeeee terserah tante deh mau apakan saya." Ucap Zia.
" Ok.. asiap....!!! "
__ADS_1
Setelah menunggu hampir 6 jam, Zia pun sudah di make over dengan penampilan yang lebih segar dan cantik.
Mata Zio sampai membulat kan melihat saudara nya terlihat lebih cantik.
" Bagaimana? " Tanya Zia.
" Cucok.. " Jawab Zio.
******
" Wuih... mantap adik Abang cantik, nah kalau seperti ini pas nikahan Abang kan pantes tuh." Ucap Zain.
" Benar kata Abang kamu cantik Sayang." Ucap Chika.
Zia pun tersenyum lalu memeluk tubuh Chika.
" Maaf kan Zia Mah, kalau selama ini bikin Mamah sama Papah marah dan kecewa."
" Iya Sayang, mulai sekarang buka lembaran baru ya."
" Iya mah."
" Papah nggak di peluk Sayang? " Ucap Rio.
Zia pun berjalan mendekati Rio dan memeluk tubuh Rio.
" Maaf kan Zia Pah. "
" Iya Sayang Papah maaf kan kamu."
Rio pun duduk di samping Chika dan menarik pinggang Chika dalam pelukan nya. Zain dan Zio pun duduk berhadapan dengan kedua orang tua nya.
" Papah sama Mamah senang kalian rukun begini, semoga sampai tua disaat Mamah Papah sudah tiada kalian harus tetap seperti. ini. " Ucap Rio.
" Terima kasih Pah Mah, sudah mendidik kami hingga bisa seperti sekarang." Ucap Zain.
" Terima kasih Pah Mah, kalau tidak ada kalian Saya tidak mungkin lahir ke dunia ini, maaf kalau Zio mengecewakan Papah sama Mamah. Tapi di balik suksesnya Zio ada doa yang kalian panjatkan untuk saya." Ucap Zio.
" Maafkan Saya juga Mah Pah, mulai sekarang Zia janji akan kuliah yang benar."
" Mamah jadi terharu sayang" Ucap Chika dengan Mata yang berkaca - kaca.
" Sini Nak kita pelukan." Ucap Rio.
Zain, Zia dan Zio memeluk kedua orang Tuanya, rasa bahagia terlihat dari meraka. Begitu pun dengan Chika dan Rio, suatu hubungan dimana hanya biasa kini berubah jadi luar biasa.
******
" Mas." Chika berhambur memeluk tubuh Rio.
" Mas Chika bahagia sekali, perjalanan panjang kita yang penuh lika liku kini sempurna dengan kehadiran buah cinta kita." Ucap Chika.
" Benar sayang, Mas sangat bahagia cinta yang sempat terpisah kini kita bersatu hingga sekarang memiliki anak - anak yang luar biasa." Ucap Rio sambil mencium pucuk kepala Chika.
" I love you Om Tentara. "
" I love You too sayang."
Rio dan Chika pun saling berciuman dan saling membalas lalu mereka pun berpelukan sangat erat.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Terima kasih untuk Readers yang membaca karya Saya I Love You Om Tentara dari awal bab sampai akhir Bab.
Terima kasih untuk Readers setia yang selalu mengikuti setiap karya Saya dari awal perdana sampai karya ke 7 ini.
Dari sini jangan lupa ikutin kelanjutan cerita Alena dan Alvino " Bidadari Kecil Milik Pak Tentara " Karya ke 8.
Saya Puspa mengucapkan untuk semua Readers Sahabat Puspa bagi yang menjalankan Ibadah Puasa, selamat menunaikan Ibadah puasa Ramadhan 1443 H. Mohon maaf lahir dan bathin....
I love you all....
🌸🌸🌸🌸🌸🌸 🌸TAMAT🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1