I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Bila Benci dan Cinta Harus Apa..??


__ADS_3

" Kamu mau kemana Monica? " Tanya Ibu Lena saat melihat Monica memasukan pakaian nya kedalam koper.


" Saya akan pergi dari sini, saya tidak mau tinggal di rumah keluarga yang membuat Mami saya mengakhiri hidup nya." Jawab Monica dengan memasukan pakaian nya dengan kasar.


" Maksud kamu apa Monica? "


" Ibu nggak usah sok nggak tahu ya, suami Ibu itu sudah membuat Papi saya jatuh miskin saat itu dan Mami saya mengakhiri hidupnya karena masalah yang terjadi. Kalau suami Ibu itu tidak melakukan Korupsi mungkin Mami masih hidup sampai saat ini."


" Bukan nya suami Ibu itu sudah mendapatkan ganjarannya Monica, dia di hukum seumur hidup."


" Pantas Papi menyuruh saya bercerai dengan Bang Rio ternyata ada alasan lain, saya telah buta mencintai seorang Rio. Ternyata saya menikahi anak dari seorang penjahat kalau Publik tahu hancur reputasi saya dan keluarga saya."


" Maaf kan kesalahan suami Ibu, tapi Ibu mohon jangan sangkut pautkan pernikahan kalian dengan masalah ini."


" Percuma Bu, anak Ibu lebih memilih wanita penyakitan yang kini jadi pasien saya. Dia di rawat di rumah sakit milik keluarga saya."


Ibu Lena diam dan menatap ke arah Monica.


" Maksud kamu Rio selingkuh? " Tanya Ibu Lena.


" Selingkuh tidak, mereka sama - sama cinta pertama, sama - sama memendam rasa tapi ingin melupakan malah semakin erat." Ucap Monica.


" Kalau lebih jelas tanyakan saja pada Bang Rio."


Monica menarik 2 kopernya dan pergi meninggalkan rumah Ibu mertuanya.


*******


" Pergi Om, Chika mohon."


" Om sekarang nggak akan pergi meninggalkan kamu, Om akan temani kamu sampai sembuh."


" Chika nggak mau Om jadi perusak rumah tangga orang."


Rio memegang tangan Chika namun Chika ingin melepaskan genggaman tangan nya namun Rio memegang kuat tangan Chika.


" Om akan tetap bersama kamu,Om mencintai kamu. Mungkin Om sekarang harus memilih, dan Om memilih kamu."


" Jangan Om, Bu Dokter mencintai Om dia sangat sayang sama Om. Dan Chika tak akan pernah bisa memberikan kebahagiaan."


" Dia hanya cinta sama Om, dia tidak mencintai kedua orang tua Om. Dia membenci masa lalu keluarga Om, begitu juga dengan Papi nya. Dan kamu tahu rumah sakit ini milik yayasan orang tua nya."


" Jadi ini milik mertua Om?" Tanya Chika.


" Iya, ini milik mertua Om." Jawab Rio.


******


" Jadi kamu ceritakan semua nya Rully? "


" Benar Om, saya ceritakan apa yang Om katakan. Tapi apakah itu benar Om, ini bukan kebohongan kan?"


" Masa Om bohong, kenapa Om bisa seperti itu kan karena Faisal. Semoga saja Monica bisa membuka matanya, menikah dengan kamu Rully."


" Dengan pernikahan saya dengan Monica akan memperkuat bisnis kita Om."

__ADS_1


" Benar, apalagi Om akan buka rumah sakit di negara tetangga dengan membawa nama kamu para penanam saham akan lebih yakin." Ucap Pak Budi.


" Om juga harus tahu." Ucap Rully.


" Apa itu?"


" Om nggak usah capek - capek untuk memisahkan mereka, ada wanita lain di hati Rio. "


" Yang benar kamu? "


" Tadinya Monica akan pertahankan rumah tangga nya tapi pas ada kabar Tante bisa mengakhiri hidupnya gara - gara Ayah nya Rio membuat Om bangkrut."


" Terus?"


" Ya dia langsung pergi gitu aja."


" Semoga saja mereka cepat berpisah. " Ucap Pak Budi.


" Oh iya tentang wanita yang tadi kamu ceritakan kamu bisa tahu?"


" Dia pasien Monica, di rawat di rumah sakit Kanker milik Om. Nama nya Chika, dan Om tahu wanita tak bisa apa - apa sekarang, tapi Rio sangat mencintai dia." Ucap Rully.


" Saya ingin melihat nya."


******


" Maaf Bu ini tagihan total biaya rumah sakitnya." Ucap seorang suster yang memberikan tagihan rumah sakit.


" Terima kasih." Ucap Nenek Utami.


Nenek Utami mengangguk kan kepala dan melihat nominal yang harus di bayar olehnya. Nenek Utami menatap Chika yang sedang berbaring.


" Nek." Sapa Kang Bagyo.


" Bagyo." Ucap nenek Utami yang langsung mendapatkan tatapan dari Kang Bagyo ke arah kertas yang di pegang Nenek Utami.


" Hampir setengah tahun kita sudah habis banyak, Nenek hanya tinggal sisa kambing dan Ayam itu juga nggak cukup. Hanya satu rumah, kamu gadai rumah itu."


" Nek, itu kan rumah peninggalan kakek. Dan bila kita tidak bisa menebusnya nanti tinggal dimana? "


" Tapi Chika perlu pengobatan, apa kita pindah rumah sakit saja yang mencari rumah sakit pengobatan yang gratis." Ucap Nenek Utami.


" Tetap saja Nek, pasti ada obat luarnya, tetap kita juga harus pegang uang. Apa Bagyo cari tambahan lain saja ya Nek untuk bantu - bantu biaya hidup kita." Ucap Kang Bagyo.


" Kerja dimana Bagyo, sudah lah kamu cukup berladang saja. Tapi apa boleh buat kita bawa Chika pulang saja, dia juga kan ingin pulang."


" Tapi Nek."


" Maaf kan Nenek."


Lalu Nenek Utami mendekati Chika, dan Chika menatap ke arah Nenek Utami. Kini Chika tak bisa menggeser tubuh nya, bahkan penglihatan nya semakin kabur.


" Chika."


" Ya Nek."

__ADS_1


" Maaf kan Nenek."


" Apakah tadi suster memberikan tagihan rumah sakit?" Tanya Chika.


" Maaf kan Nenek tidak bisa meneruskan biaya pengobatan kamu." Jawab Nenek Utami.


" Nggak apa - apa Nek, Chika pulang saja. Dan lihat kondisi Chika yang semakin memburuk, Chika ingin di rumah bila suatu saat meninggal." Ucap Chika.


" Maaf kan Nenek, kita pindah pengobatan herbal dan bila ada uang kita berobat di rumah sakit. Kita rawat jalan saja."


" Iya Nek."


******


" Jadi Monica pergi."


" Maaf kan Ibu sama Ayah Nak." Ucap Ibu Lena dengan mata yang berkaca - kaca.


" Ini bukan salah Ayah sama Ibu. " Ucap Rio.


*****


Rio pun mendatangi rumah kediaman Monica, dimana Ibu Meri menyambut Rio dengan tatapan sinis.


" Mami." Sapa Rio dengan mencium tangan Ibu mertua nya namun langsung di tepis.


" Ada apa kamu kesini?" Tanya Ibu Meri.


" Monica mana?" Tanya Rio kembali.


" Dia tidak ada disini." Jawab Ibu Leni.


" Pasti Monica pulang kemari."


" Kamu kira saya bohong, dia nggak ada disini. Kamu cari ke rumah nya."


" Saya kira pulang kemari."


" Nggak."


" Kalau begitu saya pamit, Assalamualaikum."


" Walaikumsalam."


******


" Ini rupanya kekasih masa lalu menantu saya."


Chika, Nenek Utami dan Kang Bagyo menatap seorang pria paruh baya dengan stelan jas warna hitam menatap ke arah Chika.


" Kenalkan Chika, Beliu pemilik rumah sakit ini dan beliau mertua Rio Ayah Dokter Monica."


" Pak.. ma -maaf kan saya, jujur saya tidak bermaksud untuk merusak rumah tangga anak Bapak. Saya mohon jangan berpikiran yang tidak - tidak." Ucap Chika.


" Saya tidak akan memarahi kamu, dan saya tidak peduli dengan hubungan kamu dengan menantu saya. Yang saya ingin kan, bawa pergi jauh menantu saya."

__ADS_1


__ADS_2