I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Selamanya Cinta


__ADS_3

" I put the medicine through the iv line, and it did sting a little but it would ease the pain in the bones and even an excessive headache ( Saya masukan obat nya melalui selang infus, dan sedikit perih tapi ini bisa mengurangi rasa sakit pada tulang bahkan sakit kepala yang berlebihan)." Ucap Dokter Gabriel sambil memasukan obat ke dalam selang infus melalui jarum suntiknya.


Iiissssh


Rio langsung mengusap tangan Chika karena saat obat masuk Chika merasakan sangat perih.


" After the injection is there any effect? ( Setelah di suntik apakah ada efeknya?)." Tanya Rio.


" It's just the beginning of a sting, but a little less pain. By the time the pain is on the down low, we reduce the dose of the medicine. And after that we observe in spite of the drug we used to inject ( Hanya di awal saja rasa perih, tapi sedikit efek sakit berkurang. Berjalan waktu rasa sakit itu kian menurun nanti dosis obat nya kita kurangi. Dan setelah itu kita observasi terlepas dari obat yang biasa kita suntikan)." Jawab Dokter Gabriel.


" Is chemotherapy still on? ( Apakah kemoterapi masih di lakukan?) ." Tanya Rio.


" Still, but still we monitor together to perform a treatment for miss chika how the cancer cells decrease or don't, but we both try because doctor is not god, man just needs to try and pray ( Masih, tapi masih tetap kita pantau bersamaan melakukan pengobatan untuk Nona Chika bagaimana sel kanker itu berkurang atau tidak, tapi kita sama -sama berusaha karena Dokter bukan Tuhan, manusia hanya perlu berusaha dan berdoa)." Jawab Dok Gabriel.


******


Rio menyuapi Chika, sedikit perubahan makan yang banyak dan tidak seperti kemarin - kemarin hanya sedikit makan dan banyak rasa hambar.


" Mau lagi nggak bubur nya?" Tanya Rio sambil mengusap ujung bibir Chika.


" Sudah kenyang Mas, sudah habis 2 mangkok." Jawab Chika.


" Alhamdulillah Mas lihat nya senang melihat kamu bisa makan enak lagi, nafsu makan yang tinggi."


" Mas, tangan belum bisa di gerakin leluasa masih sedikit sakit."


" Sabar dong kan dikit - dikit. Kalau sudah nggak sakit nanti bisa belajar berdiri dan duduk di kursi roda."


" Chika sudah capek rebahan terus."


" Iya sayang mas Paham, sabar ya.. " Ucap Rio sambil mengusap kepala Chika.


Rio lalu berjalan ke arah kulkas setelah meletakkan mangkok di atas wastafel dapur mini di dalam kamar rawat.

__ADS_1


Lalu Rio membawa salad buah kini giliran dia yang makan sambil duduk di atas tempat tidur di samping Chika.


" Mas."


"Hem." Ucap Rio sambil menoleh ke arah Chika.


" Kenapa sayang?" Tanya Rio.


" Nanti kalau Chika sembuh kita ke bukit dimana dulu kita pertama kali photo saat Mas pergi kembali ke tempat Dinas Mas." Jawab Chika.


" Pasti sayang, nanti kita kesana, ke sungai dan banyak tempat dimana Mas ingin menikmati hari - hari indah bersama kamu."


" Mas."


" Iya sayang? " Ucap Rio sambil mengunyah salad buah.


" Jangan tinggalin Chika."


Rio menoleh lalu mengecup bibir Chika sekilas.


" Chika takut Mas, beberapa hari lagi Mas akan kembali pulang. Chika takut."


" Takut kenapa sayang? "


" Takut Mas berpaling dari Chika, secara Chika seperti ini."


Hahahahhaha...


" Pemikiran kamu kebanyakan lihat sinetron." Ucap Rio.


" Wajar lah Mas, istri bicara seperti ini.Lihat istri Mas nggak cantik kulit gelap, botak, kurus hanya tinggal tulang."


" Sayang, kamu tetap cantik dimata Mas. Jadi jangan bicara yang tidak - tidak."

__ADS_1


" Benar Ya Mas janji."


" Janji sayang Mas disana sendirian nggak ada kamu. Mas mungkin akan banyak waktu bersama Ibu."


" Mas boleh minta sesuatu nggak? "


" Apa sayang?"


" Nanti kalau sudah sampai sana, tolong Mas Ziarah ke makam Ayah dan Ibu Chika. Minta antar Kang Bagyo, Chika nggak bisa kesana lagi Mas. Chika entah kesana lagi kapan, atau bisa melihat kembali makam mereka."


" Mas akan Ziarah kesana, Mas janji."


" Mas, selalu doa kan Chika di dalam setiap sujud nya Mas."


" Kalau itu tidak di suruh Mas sudah lakukan itu sejak lama. Kamu tahu apa isi doa nya?"


" Apa Mas?"


" Ya Allah jangan pisah kan kami, satukan kami suatu saat nanti di surga Mu Ya Allah." Ucap Rio.


" Mas tak pernah lupa dengan doa itu sejak kita berpisah 10 tahun yang lalu." Ucap Rio kembali.


" Mas.. " Ucap Chika.


" Kamu tahu sayang, Mas selama ini dari awal sampai sekarang Mas ingin kamu tetap ada di samping nya Mas. Mas takut kehilangan kamu kenapa dalam doa Mas, berkata seperti tadi awal saya katakan karena Mas sangat mencintai kamu."


Chika mencoba ingin mengangkat tangan nya, dan Rio pun tahu. Dan dengan segera Rio memegang Chika.


" Mas, Chika ingin tidur tapi di peluk sama Mas." Ucap Chika dan langsung Rio dengan segera memiringkan tubuh nya.


" Mas akan peluk kamu seperti ini." Ucap Rio mengeratkan pelukan nya sedangkan mata Chika sudah mulai memejamkan matanya.


" Tidurlah sayang, mimpi indah. Bawa Mas dalam mimpi kamu sayang. "

__ADS_1


Rio mencium pucuk kepala Chika lalu memeluk erat kembali tubuh Chika.


__ADS_2