I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Tak Peduli


__ADS_3

" Kamu lihat apa yank? " Tanya Rio saat melihat istrinya mengintip dari balik jendela.


" Itu Mas, Mba Gaby kayak nya di jemput sama orang tua nya." Jawab Chika.


Rio pun ikut mengintip aktifitas tetangga nya dan lalu menarik lengan istrinya untuk menjauh dari jendela dan menutup gorden kacanya.


" Jangan suka mengintip nanti mata kamu bintitan." Ucap Rio langsung mendapatkan tatapan kesal dari istrinya.


"Mas nggak suka kalau istri nya mas itu suka kepo sama orang lain. Mas ingin punya istri itu cuek dan nggak mau peduli sama sekitar rumah, apalagi ya Mas nggak suka punya istri kalau kumpul suka gosip."


" Ih.. Chika kan bukan perempuan kayak gitu Mas."


" Iya paham, mas juga ngerti kok. Istri Mas yang cantik imut ini kan nggak kayak gitu."


Chika langsung memeluk pinggang Rio saat mereka sama - sama duduk di sofa.


" Mas Chika kok belum hamil juga ya padahal kita melakukan nya sudah 1 bulan lebih." Ucap Chika.


" Sabar sayang, mungkin belum di kasih." Ucap Rio.


" Kalau Chika dalam satu tahun nggak hamil bagaimana? " Tanya Chika sambil mendongak ke atas.


" Ya sudah kita tetap menunggu sayang." Jawab Rio santai.


" Kalau benar - benar nggak di kasih bagaimana? " Chika kembali bertanya.


" Ya mesti bagaimana lagi kita sudah berusaha."


" Saya takut nggak bisa kasih anak Mas."


" Sayang, ini kan belum satu tahun, baru juga satu bulan lebih jadi sabar ya." Ucap Rio sambil mendekap erat tubuh Chika.


" Mas nggak akan pernah menuntut untuk ini dan itu terutama masalah anak. Kalau sudah waktunya Mas yakin kita akan di kasih."


" Makasih Mas."


" Sama - sama sayang." Ucap Rio.


" Yank, nanti siang kamu ke rumah Ibu ya jenguk Ibu nanti pulang Dinas Mas menyusul." Ucap Rio kembali.


" Baik Mas, Chika juga lama nggak main ke rumah Ibu."


******


Fery menjatuhkan pantat nya di atas sofa panjang di sebuah ruangan dan di dalam nya terdapat Rio yang tengah memeriksa berkas di sebuah lemari besi.


" Kenapa Bro? " Tanya Rio saat melihat Fery dengan wajah kusut .


" Gaby minta cerai dan di dukung sama kedua orang tua nya."

__ADS_1


" Terus kamu mau? "


" Saya menolak tapi tetap mereka memaksa."


" Alangkah bagusnya tidak ada perceraian."


" Dan kamu tahu Saya di Mutasi ke tempat paling jauh di perbatasan negara kita karena masalah ini."


" Untung tidak di pecat, terus ke depan nya bagaimana? "


" Gaby akan di bawa ke luar negeri dia nggak akan kembali kesini lagi jadi mereka ingin kita cerai."


" Sabar Bro, ini hasil dari perbuatan kamu."


*****


" Ibu ini Saya bawa kan kue untuk Ibu tapi bukan bikin sendiri, beli di jalan." Ucap Chika pada Ibu Lena.


" Terima kasih nak." Ucap Ibu Lena.


" Rio nanti kesini? " Tanya Ibu Lena.


" Iya bu nanti kesini pulang Dinas." Jawab Chika.


Chika menatap photo yang berjejer di atas nakas dan tembok, banyak sekali photo Rio dari bayi hingga dewasa namun Photo tersebut hanya terdapat photo suami nya dan Ibu nya.


" Kamu pasti mencari photo Ayah nya Rio ya? " Tanya Ibu Lena sambil tersenyum.


" Tidak ada satu pun photo Ayah nya Rio yang di simpan di rumah ini, Rio tahu wajah Ayah nya hanya dari televisi."


" Pasti wajahnya seperti Mas Rio? "


" Dia orang nya baik tapi entah lah semua nya berubah 180 derajat, dan sampai sekarang belum pernah mengakui bahwa Rio adalah anaknya."


" Apakah selama di penjara Mas Rio suka kesana? "


" Sering, kalau dia pulang dari tugas luar daerah selalu menyempatkan untuk menengok Ayah nya tapi namanya juga Faisal dia tidak pernah mengakui itu anaknya padahal jelas hasil tes DNA anak dia."


" Saya nggak pernah memperdulikan masa lalu orang tua Mas Rio, Saya menerima dia apa adanya."


" Terima kasih ya nakal, kamu sudah menerima kami dengan tangan terbuka. Padahal Ibu takut seperti yang sudah terjadi karena masa lalu Ibu dan Ayah nya hingga berdampak pada rumah tangga nya."


" Bu apakah Saya boleh kenal sama Ayah Mas Rio? "


******


Chika tersenyum pada pria yang ada di depan nya dan mencium punggung tangan Pak Faisal. Dan tampak bingung Pak Faisal menatap wajah Chika yang tak di kenal oleh nya.


" Siapa Ya? " Tanya Pak Faisal.

__ADS_1


" Saya Chika Ayah istri dari Mas Rio." Jawab Chika sambil tersenyum.


Pak Faisal langsung berubah wajahnya dan menatap sinis ke arah Chika.


" Mau apa kamu kemari? " Tanya Pak Faisal.


" Saya hanya ingin kenal sama Ayah mertua Saya." Jawab Chika.


" Saya bukan Ayah mertua kamu, dan Rio bukan anak Saya. Kamu salah orang." Ucap Pak. Faisal


" Ayah, kenapa Ayah berkata begitu, padahal Mas Rio sangat sayang sama Ayah. Sama hal nya seperti dia menyayangi Saya istrinya." Ucap Chika.


" Iya tapi dia bukan anak Saya, kamu tahu Ibu nya itu seorang pe*******ur kamu tahu. Jadi dia itu anak dari hasil rame - rame." Ucap Pak Faisal.


" Kalau kenyataan nya begitu Saya masih tetap mencintai nya kenapa tidak dengan Ayah?" Ucap Chika.


" Ayah, yang punya masalah itu orang tua nya, anaknya hanya korban jadi nggak pantas untuk di sudutkan, mas Rio tidak tahu apa - apa."


" Muka kamu terbuat dari apa, dan apa kamu tidak malu mempunyai suami dari anak seorang pe*******ur dan ayah nya nggak tahu yang mana? "


" Ayah nya seorang napi Yah, saya nggak akan pernah malu."


" Ayok kita pulang." Tiba - tiba lengan Chika di tarik oleh suara yang sangat dia kenal.


" Mas. " Ucap Chika sambil menoleh.


Pak Faisal hanya memandang jengah melihat kedua nya dan langsung berdiri meninggal kan kedua nya.


" Ayah tunggu." Panggil Chika namun tak di hiraukan.


" Kamu kenapa sih kesini hah? " Tanya Rio dengan nada tinggi, setelah mengetahui dari Ibu nya saat menjemput Chika ternyata pergi ke Rutan.


Tanpa banyak kata Rio langsung menarik paksa tangan Chika dan memasuki Mobil nya.


" Mas sakit." Saat Chika sudah duduk di kursi penumpang depan dan Rio langsung menutup pintu dengan sangat keras.


" Mas kamu kenapa sih? " Tanya Chika kesal saat Rio sudah masuk ke dalam mobil nya dengan wajah yang penuh emosi.


" Kamu kenapa menemui Ayah? " Tanya Rio dengan nada tinggi.


" Bukan nya Mas juga sering bertemu sama Ayah?" Ucap Chika kembali bertanya.


" Cukup Mas saja yang bertemu sama Ayah."


" Kenapa Mas, apa karena perlakuan nya? "


" Kamu pasti sudah dengar apa yang di katakan ayah tentang Saya dan Ibu. Kamu cukup tahu cerita nya saja dari suami kamu Dan jangan bertemu langsung sama dia."


" Mas bagaimana pun dia itu Ayah mertua Saya, dia mau bicara apa juga Chika nggak peduli."

__ADS_1


" Mas malu sama kamu Chika, Mas malu punya Ayah yang hanya bisa menjelekan anak dan istri nya."


" Mas, Chika pernah dengar kalau Mas itu tidak peduli Chika sakit parah dan tubuh yang tinggal tulang begitu juga Chika Mas, nggak peduli orang bilang apa. Chika juga istri Mas menantu Pak Faisal Chika pantas ingin kenal sama Ayah mertua. Chika nggak peduli beliau mau bilang apa, yang terpenting Chika sudah niat ingin bersilahturahmi dengan Ayah."


__ADS_2