
Kedua nya sontak kaget saat melihat Rio yang kini berdiri tegak di depan kedua nya bahkan terlihat Berkumis dan rambut sedikit panjang.
" Mas Rio. " Ucap Chika
" Rio. " Ucap Nugroho.
Rio tersenyum dengan mata berkaca - kaca dan melihat ke arah perut Chika yang membesar.
" Iya ini Saya, Saya masih sehat wa'alfiat." Ucap Rio.
" Abang ...!! " Ruby langsung memeluk tubuh Rio, dan Rio pun membalas pelukan Ruby.
" Bang, benar ini Abang.Ya Allah Saya nggak menyangka Abang masih hidup. " Ucap Ruby.
" Saya masih hidup Ruby, bahkan Saya disana kesakitan dan selalu ingat istri di rumah." Ucap Rio sambil melirik ke arah perut Chika.
" Mas, Saya senang kamu kembali. " Ucap Chika.
" Alhamdulilah akhir nya kamu pulang dengan utuh, doa istri kamu yang tak henti - henti nya benar - benar terkabul." Ucap Nugroho.
" Nenek....!!! " Panggil Chika.
" Iya nak. " Nenek Utami keluar dan begitu sangat terkejut saat melihat siapa yang di depan nya.
" Ya Allah Rio. " Ucap Nenek Utami.
" Iya ini Rio Nek? " Ucap Rio.
" Alhamdulilah kamu selamat nak, Alhamdulilah kami bahagia kamu pulang selamat dan Ibu kamu pasti sangat rindu selama ini Ibu kamu tak kami beritahu karena kami yakin pasti sangat terpukul kalau sampai tahu apa yang terjadi sama kamu. Hanya tahu kamu tugas saja." Ucap Nenek Utami.
******
Rio membersihkan tubuh nya dan kini kembali seperti dulu Rio yang tanpa kumis dan rambut cepak yang dia cukur sendiri dengan mesin pencukur.
" Mas. " Chika memeluk tubuh Rio setelah bercukur namun Rio melepaskan pelukan nya.
" Kenapa selama suami kamu hilang tak beri tahu Ibu atau Mba Zalimah? " Tanya Rio.
" Maaf Mas karena kabar kamu belum jelas hidup atau mati, jadi Saya ingin mencari tahu dulu menunggu satu tahun." Jawab Chika.
" Kamu pikir mereka tidak kecewa? "
" Maaf kan Saya Mas Saya tidak ingin mereka terpuruk ."
" Sama saja kan, kalau selama satu tahun hilang atau meninggal pasti mereka merasa kehilangan, mungkin tidak dengan kamu."
" Maksud kamu apa Mas? "
" Maksud kamu apa mas, kamu sama Nugroho bermain api di belakang Saya kan, bagaimana Nugroho memperlakukan kamu di saat hamil. Dan ini anak Nugroho kan? "
Plaaaakk
" Ulangi lagi Mas!!! " Bentak Chika.
" Kamu hamil anak Nugroho. "
Plaaaakk
" Sekali lagi kamu bilang ini anak Bang Nu, Saya akan minta dia nikahi Saya. " Bentak Chika.
__ADS_1
" Lantas anak siapa, anak Saya nggak mungkin dan Dokter bilang Saya yang bermasalah."
" Kalau orang yang bermasalah apakah tidak bisa menghamili , kamu harus tahu Mas Bang Nu yang selama ini menolong Saya di kala Saya ngidam. Dan kamu harus tahu, Saya sampai di infus tak mau makan bahkan Saya tak ingin makan satu suap karena Saya memikirkan Mas. Dan Mas harus tahu besok Saya berniat untuk tinggal di rumah Nenek karena kami menghindari hal yang tidak di ingin kan karena Saya ingin tetap menjaga hati. " Ucap Chika.
" Apa itu anak Saya? " Tanya Rio.
" Iya ini anak kamu, ingat tidak saat akan pergi Saya muntah - muntah dan pusing Saya itu hamil tahu, saat malam hari Bang Nu bawa Saya ke rumah sakit. " Jawab Chika yang sudah berkaca - kaca.
" Kalau tidak percaya, tanya sama semua orang di disini kalau memang benar ini anak Bang Nu. Cari bukti nya, saya selama ini mengharapkan suami pulang giliran Pulang sudah bilang macam - macam."
Rio mendekati Chika yang sedang duduk di sisi tempat tidur dan berjongkok di depan Chika.
" Maaf kan Mas kalau Mas cemburu dan menuduh kalian."
" Kalau Mas nggak percaya bisa nanti tes anak ini anak siapa, jangan suatu saat seperti Pak Faisal sampai sekarang tak menganggap Mas bukan anak nya walau kenyataan nya anak kandung nya. " Ucap Chika.
" Apa perlu? "
" Kalau itu perlu menurut Mas, kalau memang tidak percaya. "
******
Kembali nya Rio memberikan rasa bahagia bagi semuanya, setelah acara syukuran Rio kembali dengan selamat, Rio mengunjungi Makam Wahyu.
Setelah selesai berziarah ke Makam Wahyu, Rio memutuskan kembali ke Batalyon dan dimana Nugroho pun ikut bersama dengan Rio.
" Rio. "
Rio menoleh ke arah Nugroho dan melanjutkan langkahnya nya kembali.
" Saya tahu pasti kamu bertengkar dengan Chika masalah kedekatan Saya dan Chika. Asal kamu tahu Saya tidak ada rasa lebih atau niat lain. Saya buang jauh - jauh rasa itu. Kenapa Saya seperti ini karena Saya ingat Lusi saya belum merasakan istri hamil sampai bayi yang di kandungan nya bergerak dan hati Saya merasakan sangat bahagia. " Ucap Nugroho.
" Itu terserah kamu, Mau bilang apa yang jelas Saya dan Chika tak memiliki rasa apa - apa, bahkan anak itu bukan anak Saya tapi anak kamu."
******
Chika meringis sakit di bagian perut nya bahkan Nenek nya terus mengusap pinggang Chika.
" Apa mungkin kamu Mau melahirkan Chika? " Ucap Nenek Utami khawatir.
" Baru 7 bulan Nek, dan ini rasanya mulas sekali Nek. " Ucap Chika.
" Kamu hubungi Rio, kita ke rumah sakit."
" Nggak usah hubungi dia lebih baik kita berdua ke rumah sakit. Peduli apa suami pulang bukan nya rindu istri malah menuduh ini anak Bang Nu. " Ucap Chika.
" Tapi Rio kan Salah paham. "
" Salah paham dia keterlaluan."
Aaaaakkkkkhhhhh
Chika mencengkram lengan Nenek Utami.
" Ya Allah Chika, benar ini mau melahirkan nak."
Ahhhhkkkkkk
" Nenek....!!! "
__ADS_1
" Kita ke rumah sakit nak."
" Nggak keburu Nek, ini mulas sekali Nek. "
Air ketuban pun keluar dari kedua celah kaki nya, dan Nenek Utami berlari keluar minta bantuan dan saat itu lewat Ibu Harun yang Nenek Utami tahu beliau seorang Bidan.
" Bu.. tolong Chika. " Ucap Nenek Utami.
" Kenapa Nek? " Tanya Ibu Harun ikut panik.
" Chika Mau melahirkan. " Jawab Nenek Utami.
" Yang benar saja, bukan nya baru kemari 7 bulanan. " Ucap Ibu Harun.
" Seperti nya prematur. "
Ibu Harun dan Nenek Utami berlari kedalam rumah dan terlihat di sofa Chika sedang mengerang ke sakit an.
" Ya Allah Bu Rio, kita ke rumah sakit. " Ucap Ibu Harun.
" Nggak bu, seperti nya nggak keburu Saya nggak kuat. " Ucap Chika.
" Nek tolong bilang sama suami Saya untuk ambil peralatan di rumah, kalau tidak ada siapa di luar suruh panggil Pak Harun."
" Baik Bu Bidan. "
Saat Rio dan Nugroho pulang terlihat Harun sedang duduk di depan rumah Rio, dan terlihat beberapa istri Anggota di luar.
" Ada apa Bang? " Tanya Rio.
" Istri kamu di dalam sedang melahirkan." Jawab Harun.
" Dia baru 7 bulan. " Ucap Nugroho.
" Seperti nya prematur kami akan bawa ke rumah sakit Chika tak tahan jadi melahirkan di rumah istri Saya sedang menanganinya.
Rio berlari masuk, dan terlihat istrinya sedang berjuang.
" Yank. " Ucap Rio sambil mengusap keringat di kening Chika.
Aaaaahhhkk
" Sakit..!! " Ucap Chika.
" Terus Bu Rio, sebentar lagi." Ucap Ibu Harun.
Rio mencium kening Chika, dan menghapus air mata yang keluar dari sudut kedua matanya.
" Nggak kuat Bu. " Ucap Chika.
" Sayang, Mas disini temani kamu. Kamu pasti bisa. " Bisik Rio.
Chika terus mengejan dan akhirnya nya bayi dengan tubuh kecil telah lahir, tangisnya kencang namun Chika langsung tak sadar kan diri.
Owaaaakkk... owaaaakkk
" Alhamdulilah Om anak nya Laki - laki."
" Alhamdulilah. " Namun di samping itu Rio dengan air mata yang lolos dan memeluk tubuh Chika yang langsung tak bergerak.
__ADS_1