
🌺🌺🌺🌺
Cinta itu memang indah, kadang kita merasakan sakit karena cinta kadang merasakan manis. Maka bisa di bilang cinta itu berwarna.
Cinta, adalah anugerah pemanis dalam kehidupan.
Cinta bisa dirasakan namun tak berbentuk, itulah cinta.
🌺🌺🌺🌺
Rio mengecup kening Chika sangat lama lalu turun ke bibir, ada tetes air mata Chika dan membuat Rio tak tega untuk meninggalkan istri tercinta nya.
Di hapus nya air mata istri nya, Rio mengecup kedua kelopak mata Chika. Wanita nya kini mengangkat sedikit tangan nya pelan memeluk tubuh kekar Rio dengan menghirup aroma perfume maskulin yang akan di rindukan setiap waktu oleh Chika.
" Mas pulang dulu nanti Mas hubungi kamu kalau sudah sampai." Ucap Rio.
Mata Chika masih berkaca - kaca. membuat Rio tambah tak tega meninggalkan nya di negeri orang hanya dengan kakak tirinya yang baru di kenal.
" Sayang sudah dong sedih nya, Mas jadi nggak tega." Ucap Rio.
" Janji ya kalau sampai kasih kabar, dan janji bulan depan kesini." Rengek Chika.
" Insya Allah sayang kalau Mas bisa cuti lagi."
" Rio yuk keburu nanti ketinggalan pesawat." Ucap Zalimah.
" Mas pamit sayang." Ucap Rio menuntun tangan Chika untuk mencium punggung tangan nya.
" Hati - hati mas."
" Kalau ada yang di rasa cepat kabari mba Zalimah."
" Iya."
Rio pun pergi meninggalkan kamar rawat tanpa menoleh kebelakang, karena yakin istri itu masih menangis.
******
" Mba saya titip Chika, kalau ada apa -apa cepat kabari Rio."
" Baik kakak akan cepat kasih tahu kamu."
" Kak kalau kurang biaya, cepat kabari Rio."
" Tenang saja, sama kakak aman."
" Nggak bisa begitu kak, bagaimana pun Chika tanggung jawab Rio." Ucap Rio.
" Iya mba ngerti, biarlah mba sedikit membantu semua kekurangan jangan di anggap hutang jadi kamu jangan terlalu di pikirkan."
" Terima kasih mba."
" Sama - sama."
*******
" Hello miss chika, I'm Rebecca who will accompany miss chika over at the hospital ( Hallo nona Chika, saya Rebecca yang akan menemani nona Chika selama di rumah sakit)." Ucap seorang wanita seusia Zalimah yang sedang berdiri di hadapan Chika.
__ADS_1
" Hello.. Also nice to know ( Hallo.. juga salam kenal )." Ucap Chika.
" If you need anything, call me ( Bila butuh sesuatu bisa panggil saya )." Ucap Rebecca.
" All right, Rebecca, thank you ( Baik Rebecca, terima kasih )."
*******
Rio pun sudah berada di dalam pesawat, perjalanan pulang sendiri tidak seperti saat berangkat bersama sang istri.
" Semoga perjalanan pulang berikut nya bersama kamu sayang." Ucap Rio pelan.
Rio pun mencoba memejamkan matanya untuk tidur, agar berharap segera sampai dan tidak membayangkan wajah Chika terus menerus. Karena bila ingat sangat menyentuh hati saat perpisahan tadi.
*******
" Mba." Ucap Chika.
" Gimana ada yang di rasa?" Tanya Zalimah.
" Nggak, hanya sepi." Jawab Chika.
Zalimah tersenyum ke arah Chika.
" Kangen Rio ya, belum juga sampai masih setengah perjalanan."
" Mba maaf ya kalau Chika merepotkan mba Zalimah, sehingga waktu mba habis terbuang karena Chika."
" Santai saja Chika, kamu jangan anggap mba orang lain. Mba ini juga sama Kakak kamu, kakak ipar kamu, jadi jangan sungkan - sungkan."
******
Rio pun telah sampai di Bandara, saat sebelum berangkat dirinya menghubungi Kang Bagyo untuk menjemput nya dan mengantarkan dirinya ke makam kedua orang tua Chika.
" Pak Tentara." Sapa Kang Bagyo sambil berteriak dan melambaikan tangan nya.
Rio mencari sumber suara yang memanggil nya, dan terlihat Kang Bagyo berdiri tidak jauh dari pintu keluar.
Rio berjalan ke arah Kang Bagyo, lalu bersalaman dengan pria yang lebih tua dua tahun di atas Rio.
" Dari tadi Kang?" Tanya Rio.
" Baru 15 menit." Jawab Kang Bagyo.
" Mau langsung pulang atau istirahat dulu?"
" Seperti nya langsung saja, tapi sebelum sampai rumah kita ke makam Almarhum kedua orang tua Chika."
" Ok siap."
******
Setelah menempuh perjalanan 1 jam, Rio sampai di depan pintu gapura makam kedua orang tua Chika. Rio berjalan beriringan bersama Kang Bagyo.
Dirinya memenuhi keinginan Chika untuk berziarah ke makam orang tua Chika yang terletak berdampingan.
" Assalamu'alaikum Ayah Ibu, kenal kan saya Rio suami Chika. Maaf Rio baru kemari." Ucap Rio sambil mengusap nisan kedua nya.
__ADS_1
" Ayah Ibu, terima kasih kalian memiliki anak yang sangat cantik dan sudah membuat jantung saya selalu berdebar - debar saat berada di samping nya. Saya janji akan menjaga anak perempuan kalian, saya janji tak akan pernah membuatnya menangis."
Rio memejamkan matanya, lalu menatap kembali makam tersebut.
" Saya akan tetap berada di sampingnya, bagaimana pun apa yang terjadi. Saya mencintai nya lebih dari apapun."
Setalah selesai Rio dan Kang Bagyo beranjak meninggalkan makam dan melanjutkan perjalanan menuju pulang ke rumah Nenek Utami.
" Nenek bagaimana Kang?" Tanya Rio saat sudah duduk di atas motor yang sedang melaju.
" Alhamdulillah Pak, Nenek sehat dia juga sering tanya kabar Chika." Jawab Kang Bagyo.
" Kita sama - sama berdoa semoga Chika cepat sembuh. " Ucap Rio.
" Amin ya Allah." Ucap Kang Bagyo.
******
" Istirahat dulu nak Rio atau mau makan dulu?" Ucap Nenek Utami.
" Rio ingin tiduran dulu saja Nek soalnya ini badan kayak remuk banget." Ucap Rio.
" Yaudah kamu tidur di kamar Chika."
" Makasih Nek, Rio masuk ke kamar dulu ya nek."
" Iya, nanti kalau butuh sesuatu bilang sama Nenek."
Rio pun memasuki kamar Chika, terlihat lukisan dirinya saat pertama Chika melukis wajahnya, terpasang di figura yang berdiri di atas meja belajar milik istri nya.
Rio tersenyum saat melihat lukisan hasil karya istrinya, dan senyum getir sambil menatap lukisan tersebut.
" Kini kamu tidak bisa lagi melukis seperti dulu, semoga esok kamu bisa kembali melukis. Mas kangen di lukis sama kamu sayang."
Mata Rio tertuju pada sebuah buku Diary warna pink dan terlihat ada sebuah amplop yang terselip dengan beraninya Rio membuka isi amplop tersebut dan membuka lipatan kertas tersebut.
Rio pun membaca isi surat tersebut, dengan bertuliskan tinta hitam dan kertas yang wangi saat pertama membuka isi surat tersebut.
Dear Om Rio
Hi... Om masih ingat kah sama Chika?
Maaf Om Chika tiba - tiba mengirim surat sama Om.
Apa kabar Om?
Kabar Chika masih tetap sama, masih cinta sama Om.
Om.. pasti sudah punya jodoh ya..?
Kalau belum, Chika boleh nggak masuk ke hati Om. Chika cinta sama Om, Chika sayang sama Om.
Kalau Om sudah memiliki jodoh dunia akhirat, bisa tidak sekali saja Chika ingin bertemu sama Om. Chika ingin bertemu sama Om untuk terakhir kalinya karena esok tak mungkin Chika akan bisa melihat atau mengingat Om lagi.
Chika sayang sama Om Rio, rasanya ini masih sama seperti dulu.
Salam Sayang
__ADS_1