
" Yank...!!! " Teriak Rio saat setelah membaca pesan masuk dari Akbar.
" Yank... !! " Teriak Rio mencari istrinya namun tak kunjung datang.
" Fery, kamu lihat Chika nggak? " Tanya Rio.
" Kayak nya dia pergi sama Gaby, sudah ada 1 jam an." Jawab Fery.
Rio mencoba menghubungi ponsel Chika namun terdengar bunyi ponsel Chika dari dalam rumah nya.
" Haduh, nggak di bawa lagi dia ponsel nya."
" Saya hubungi Gaby, ada dimana." Ucap Fery.
Namun saat Fery akan menghubungi Gaby, Chika dan Gaby sampai dengan berboncengan motor milik Gaby.
" Hi... ternyata para suami sudah menunggu istri nya pulang ya." Ucap Gaby sambil menenteng beberapa kantong kresek.
" Habis belanja? " Tanya Fery.
" Iya Ayah, Bunda ingin masak ikan kakap." Jawab Gaby.
" Kamu beli apa Yank? " Tanya Rio saat melihat Chika hanya membawa kresek hitam Kecil.
" Habis beli oncom dage." Jawab Chika.
" Sudah beli oncom dage saja, nggak ikut beli ikan? " Tanya Rio.
" Ya.. kirain Mas nggak mau makan ikan." Jawab Chika.
" Kalau beli Mas doyan Yank." Ucap Rio.
" Yank, kamu cepat ganti baju. Kita ke rumah Lusi."
" Lusi??? "
" Dokter Lusi, dia meninggal dunia."
__ADS_1
" Innalillahi wainaillahi rojiun, kapan Mas? "
" Tadi malam, Akbar dan Sarah nggak jadi pulang mereka akan melayat dulu."
" Jenazahnya sudah sampai? "
" Sedang di perjalanan, mereka langsung ke pemakaman."
" Ya udah mas, Saya ganti pakaian dulu."
" Bro, Lusi istri nya Nugroho? " Tanya Fery.
" Iya, kamu ingat kan pernah Dinas satu Batalyon dulu." Jawab Rio.
" Oh iya Saya ingat, dia baik orang nya. Kita sama - sama melayat kesana." Ucap Fery.
" Ya sudah Saya siap - siap, nanti pakai mobil saya." Ucap Rio.
******
Tampak haru tangis Nughroho tak henti saat liang lahat tertutup rata oleh tanah, setelah tabur bunga Nughroho tak henti mencium pusara sang istri.
Rio adalah Sahabat sejak SMA, mereka bertemu dengan Monica dan Lusi saat acara pesta pernikahan teman satu SMA nya yang menikah dengan dengan teman Monica dan Lusi. Dari situlah awal hubungan mereka di mulai.
" Ikhlas Bro, Lusi sudah bahagia di surga." Ucap Rio.
" Saya nggak menyangka Lusi begitu cepat meninggal kan Saya, dia sedang hamil 3 bulan, kami sedang bahagia nya untuk menanti calon buah hati, ternyata kedua nya pergi begitu sangat cepat." Ucap Nugroho.
" Sabar ya, jangan terlarut dalam kesedihan." Ucap Rio.
" Bang Nugroho, Saya turut berduka cita. Saya masih seperti mimpi buruk padahal dua jam sebelum kabar kecelakaan, dia sempat teleponan sama Saya, bahwa dia ingin memberikan kejutan hadiah untuk ulang tahun kamu Bang."
Hiks... hiks... hiks...
" Saya yakin, sebuah box kecil yang ada di dashboard itu dia beli kan untuk Saya, hiks..hiks... ternyata itu adalah hadiah terakhir dari dia."
Hiks.. hiks.. hiks...
__ADS_1
Rio mengusap punggung Nugroho, begitu pun dengan Monica yang mengusap pelan lengan Nugroho.
Berbeda dengan mereka, Akbar dan Fery saling menatap bak seorang musuh bebuyutan, dan Sarah pun hanya memalingkan wajah nya saat melihat Gaby melingkarkan tangan nya di lengan Fery.
Sedang kan Chika hanya diam memandang makam Dokter Lusi, dirinya masih mengingat saat pertemuan dengan Dokter Lusi kala itu sedang berobat untuk sakit kanker nya di kota dimana dirinya ingin bertemu dengan Rio.
****
Setelah selesai dari pemakaman Chika hanya diam, dan membuat Rio tampak bingung dan pikiran nya tertuju pada Chika yang cemburu pada Monica karena saat itu Monica.
Sampai mobil pun berhenti tepat di depan rumah Dinas Fery, dan berhenti tepat di depan rumah Dinas Rio dan Chika.
" Yank." Panggil Rio saat Chika sudah masuk kedalam rumah nya.
" Kenapa Bang? " Tanya Chika dengan mata memerah.
" Kamu nangis? " Tanya Rio.
Chika memeluk tubuh Rio sangat erat, dan tangis nya pecah sampai tubuh Chika bergetar.
" Sayang kamu kenapa, maaf kan Mas kalau tadi menyinggung perasaan kamu." Ucap Rio.
Hiks.. hiks.. hiks...
" Saya takut kita berpisah Mas, Saya belum siap."
Hiks.. hiks.. hiks..
" Maksudnya kamu kenapa sayang? "
Chika melonggarkan pelukannya dan menatap lekat kedua mata Rio.
" Saat melihat makam Dokter Lusi, saat melihat kalau di makam itu Saya atau Mas Rio.Salah satu Kita akan menangis di depan pusara itu." Ucap Chika yang menangis kembali.
" Sayang, apa pun itu kita harus terima takdir yang kita hadapi,sama dengan Nugroho dia juga tidak ingin berpisah dengan Lusi tapi ini sudah takdir harus menerima dengan ikhlas."
Chika memeluk kembali tubuh Rio, dan Rio pun membalas pelukan Chika.
__ADS_1
" Saya takut kehilangan Mas."