
" Ini saya bikinin kamu minuman cokelat panas hangat tadi di dalam." Ucap Rio sambil memberikan satu gelas cokelat panas setelah acara doa bersama.
" Terima kasih." Ucap Nugroho.
" Seperti sebuah mimpi saat melihat Lusi sudah nggak ada di samping saya, seperti baru kemarin saya bertemu dengan dia."
" Semuanya sudah suratan takdir, Lusi sudah jadi bidadari surga disana." Ucap Rio.
" Setelah di selidiki dari kamera dashboard, Lusi mengalami kecelakaan dia menghindari salah satu truk yang berkecepatan tinggi yang menyalip, dan Lusi oleng, dia banting stir dan kena pembatas jalan." Ucap Nugroho.
" Saat malam terakhir saya masih ingat dia bilang apa, dia bilang ingin menjadi seorang bidadari cantik yang mempunyai tempat tinggi.Ternyata bidadari yang di maksud itu adalah dia pergi untuk selama - lamanya. Saya yakin dia sudah jadi bidadari yang sangat cantik di surga bersama dengan anak kami." Ucap Nugroho kembali.
" Kamu jangan lama - lama larut dalam kesedihan, hari esok masih panjang."
" Makasih Rio, kamu memang sahabat saya yang selalu menemani saya dalam suka dan duka."
" Kita ini kan sama - sama berjuang dari nol, dan kita juga memiliki cita - cita yang sama. Saya berharap setelah kejadian ini kamu kembali menjadi Nugroho yang seperti dulu Texas, cuek dan tersenyum sedikit."
Nugroho tersenyum pada Rio, dan menatap bintang di langit yang terang.
" Kamu pasti sedang tersenyum sayang bersama anak kita, disini Abang juga sedang tersenyum sambil menatap bintang di langit." Ucap Nugroho.
******
Praaanggg
Braaaakk
Rio memarkirkan motor nya saat setelah sampai di depan rumah Dinas nya mendengar Fery dan Gaby bertengkar. Lalu Chika keluar dari dalam rumah nya, dan dengan segara menarik tangan Rio.
" Kenapa mereka? " Tanya Rio.
" Seperti yang Chika dengar Gaby tahu kalau Bang Fery punya anak sama Sarah." Jawab Chika.
" Waduh kok bisa? "
" Chika juga nggak tahu seperti nya ada yang membocorkan."
__ADS_1
" Gaby... tunggu...!! " Terdengar teriakan Fery saat melihat Gaby pergi.
Tok... Tok...
" Rio buka kan pintunya." Teriak Fery.
Rio pun membuka pintu rumah nya, terlihat penampilan kusut Fery dan terlihat pipi kanan nya terdapat sebuah cakaran.
" Gaby sudah tahu." Ucap Fery.
" Siapa yang kasih tahu? " Tanya Rio.
" Adik Akbar saat mereka bertemu dengan Gaby." Jawab Fery.
" Sebuah kebohongan suatu saat akan terungkap juga, saya harus bantu bagaimana semuanya sudah terjadi dan Sarah sudah menikah sama Akbar. Terus Gaby minta cerai? " Ucap Rio.
" Iya dia minta cerai." Ucap Fery.
" Kejar Gaby, selesai kan masalah kamu sama dia, Gaby sedang hamil jangan sampai anak kalian kenapa - napa." Ucap Rio.
" Pertemukan Sarah dan Gaby, minta ijin sama Akbar. Kamu yang berbuat dan kamu harus bertanggung jawab dan ambil resiko." Ucap Rio kembali.
" Kamu kejar Gaby, besok Sarah dan Akbar akan saya undang kemari." Ucap Rio.
" Terima kasih."
Chika mendekati suami nya saat terlihat Fery pergi menyusul Gaby.
" Apa mereka akan bercerai dan Bang Fery akan mendapatkan tindakan kalau sampai ketahuan menghamili wanita lain? "
" Semoga masalah mereka cepat terselesaikan."
" Kalau itu terjadi sama kita, pasti Chika akan seperti mba Gaby minta cerai dan lebih memilih menjadi single parents." Celetuk Chika.
" Apa tadi bilang yank? " Tanya Rio
" Kalau Mas Rio seperti Bang Fery Chika akan minta cerai seperti Mba Gaby dan buat apa mempertahankan pernikahan penuh kebohongan. Awas saja kalau Mas seperti itu, bakalan Chika minta cerai." Jawab Chika.
__ADS_1
" Sembarangan kalau bicara, suami kamu ini setia sayang nggak mungkin lah bakalan selingkuh. Punya istri satu saja bikin kepala mau pecah apalagi punya istri 2 bisa - bisa Mas kena stroke.
" Tadi Mas bilang Chika bikin pusing Mas, jadi selama ini Chika membebankan Mas ya, jadi bikin stress Mas gitu." Ucap Chika kesal.
" Nggak sayang, bukan begitu. Kamu mah di bikin serius terus, Mas hanya bercanda sayang, cuman bercanda masa suami kamu seperti ini, nggak lah malah Mas sangat bahagia punya istri seperti kamu, Mas sangat beruntung walau pertemuan awal kita kamu masih pakai seragam SMP yang masih penampilan culun dan ingusan."
" Ih.... Mas ... enak aja culun sama Ingusan, itu Fitnah tahu." Ucap Chika mengerucutkan mulutnya.
Hahahahha
" Kita bikin dedek Yuk? " Ajak Rio sambil memeluk pinggang Chika.
Chika langsung menatap Rio dengan tatapan yang begitu sangat menggoda.
" Biar Chika yang memimpin permainan sekarang."
" Wow... sangat menantang." Ucap Rio yang langsung mengangkat tubuh Chika masuk kedalam kamar.
Dan sampai kamar Chika langsung menarik tubuh Rio hingga terlentang di atas tempat tidur, dan seperti yang di katakan oleh Chika dirinya yang kini memimpin permainan, dan Rio hanya diam sambil menatap Chika yang bekerja.
****
" Mas.....!!! "
" Sayang....!!! "
Aaarrrrgggghh
Mereka sama - sama mencapai puncak, Chika pun memeluk tubuh Rio dengan posisi tetap di atas nya.
" Kamu hebat yank." Ucap Rio sambil mengusap punggung Chika.
Chika yang masih dengan nafas naik turun menatap Rio, dengan posisi milik mereka yang masih menyatu.
" Chika masih mau, dan Chika pimpin lagi."
" Wow.. kuat sekali kamu sayang."
__ADS_1
Seketika di bawah Sana Chika merasakan milik Rio yang on kembali, dengan senyum menggoda Chika pun memimpin permainan nya lagi.