
" Wuis yang sudah pengajuan nikah, selamat ya sudah nggak jomblo lagi." Ucap Fery.
" Terima kasih, cepat kamu nyusul enak loh nikah. " Ucap Rio sambil tertawa.
" Ya.. ya.. saya paham, tenang saja calon sudah punya tapi dia masih enggan untuk di ajak nikah. " Ucap Fery.
" Memang kenapa? " Tanya Rio.
" Nggak tahu juga, dia bilang masih belum siap saja." Jawab Fery.
" Kirain belum punya saya ingin kenalkan kamu sama sahabat calon istri saya." Ucap Rio.
" Oh ya.. boleh dong sini minta no ponsel nya."
" Eits enak saja, kamu saja punya pacar mau PHP dia."
*******
" Rio, perkembangan Chika bagaimana?" Tanya Ibu Lena.
" Belum ada perubahan Bu." Jawab Rio sambil makan bersama dengan Ibu nya.
" Bu, setiap malam saya temanin Chika ya Bu Nggak apa - apa kan?"
" Nggak apa - apa, Ibu ngerti kok."
" Rio, apa kamu nggak beri tahu Ayah kalau kamu akan menikah lagi?" Tanya Ibu Lena.
" Kasih tahu atau tidak Ayah tak pernah peduli." Jawab Rio.
Lalu Ibu Lena mengambil sesuatu dari saku bajunya dan menyerahkan pada Rio.
" Apa ini Bu? " Tanya Rio sambil membuka lipatan kertas tersebut.
" Baca saja." Jawab Ibu Lena yang menghentikan kegiatan makan Rio.
Rio membaca isi kertas tersebut, ternyata sebuah hasil Tes DNA yang di ambil 35 tahun yang lalu.
" Untuk apa Bu menyerahkan ini saja Rio?"
" Agar kamu percaya, kamu bukan anak hasil rame - rame Yang banyak orang katakan seperti Ayah kamu bilang."
" Nyatanya, Ayah tidak pernah mengakui saya anak nya Bu sampai dia di dalam penjara pun. Dan percuma saja memperlihatkan hasil Tes DNA ini padanya."
" Memang Ayah kamu tetap tak mengakui kamu." Ucap Ibu Lena.
" Tapi untuk bisa secara hukum negara untung saja Ayah kamu mau tak berbelit." Ucap Ibu Lena.
" Apakah Ayah menikahi Ibu secara resmi?" Tanya Rio.
" Iya setelah bercerai dengan Nina, sebenarnya perceraian mereka bukan karena kasus yang menimpa nya, tapi karena tahu Ayah berselingkuh dengan Ibu. Tapi saat tahu Ibu hamil dia mendaftarkan pernikahan kami secara resmi tapi dia tak pernah mengakui kamu anaknya, hanya kasihan saja jawab nya."
" Sudahlah Bu, jangan terus kan lagi." Ucap Rio melanjutkan lagi makannya.
******
__ADS_1
" Terima kasih kamu bawakan Ayah makanan enak seperti ini." Ucap Pak Faisal.
" Nikmati lah Ayah, disini saya hanya 3 bulan terus kembali kesana karena banyak pekerjaan yang tertunda." Ucap Zalimah.
" Kenapa kamu tidak melebarkan sayap kamu disini, pasti banyak yang ingin merekrut kamu."
" Tidak Ayah, saya akan kembali dan saya berhutang budi pada Ayah Excel dia yang telah membuat saya terkenal. Kalau saya pindah kesini apa kata keluarga mereka."
" Jadi kamu lebih berat sama Mark ketimbang sama Ayah."
" Ayah jangan bicara seperti itu, kan ada Rio yang selalu menemui Ayah."
" Jangan kamu sebut nama nya, Ayah nggak suka."
" Ayah, Rio anak Ayah juga jangan seperti itu."
Tatapan mata mata Pak Faisal mengarah pada sosok pria yang baru datang dan berdiri di Belakang Zalimah.
Sehingga Zalimah menengok kebelakang, saat tatap mata Pak Faisal mengarah ke arah lain.
" Rio sini duduk di samping mba." Ucap Zalimah sambil tersenyum.
" Ayah capek mau istirahat sebaiknya kalian pulang." Ucap Pak Faisal yang sudah berdiri dari kursi nya.
" Ayah." Ucap Zalimah sambil memegang tangan Pak Faisal.
" Saya kemari juga tidak lama, saya hanya ingin meminta doa restu dari Ayah kalau saya akan menikah." Ucap Rio.
" Ya.. pulang lah." Ucap Pak Faisal berjalan meninggalkan Zalimah dan Rio.
" Maaf kan Ayah Rio." Ucap Zalimah.
" Dari dulu saya tidak pernah benci atau dendam sama Ayah." Ucap Rio.
" Kapan kamu akan menikah?"
" Secepatnya, sekarang sudah pengajuan nikah."
" Undang Mba ke pernikahan kamu." Ucap Rio.
" Pasti Mba, terima kasih Mba Zalimah sudah mengakui Rio adiknya Mba Zalimah."
" Mba sayang kamu Rio, kita satu Ayah walau beda Ibu mba sayang kamu. Kenapa Mba jauh - jauh kemari hanya ingin bertemu dengan kamu."
*******
" Terima kasih Dokter." Ucap Rio saat berpapasan dengan Dokter Roy setelah memeriksa Chika.
" Tadi kata Dokter apa sayang?" Tanya Rio.
" Kata Dokter belum ada perubahan." Jawab Chika.
" Nenek sudah pulang? " Tanya Rio
" Barusan, setelah itu Dokter Roy datang." Jawab Chika.
__ADS_1
" Makan bubur dulu, barang kali kamu bosan makanan rumah sakit Mas tadi beli bubur di luar ini rasanya enak banget." Ucap Rio sambil meyuapi Chika.
" Mas, apakah nanti pernikahan kita Mas mengundang teman - teman Mas?"
" Untuk disini Mas undang Nugroho sama Sarah, Mas tanggung tiket pesawat mereka pulang pergi."
" Makasih Mas, sudah mau mengundang Sarah."
" Sarah dan Nugroho kan saksi awal tentang hubungan kita Yank."
" Mas."
" Hmm."
" Chika nggak akan bisa kasih Mas anak."
Rio menatap Chika dan Chika pun lalu menundukkan kepalanya.
" Kata siapa kamu tidak bisa punya anak?"
" Bagaimana Chika akan memenuhi kebutuhan Mas sedangkan Chika saja seperti ini."
" Sayang, bagi Mas itu nggak masalah. Mas nggak akan permasalahkan itu. Karena Mas menerima kamu apa adanya. Apa kamu nggak percaya sama kata - kata Mas, kamu harus percaya Mas sangat sayang dan mencintai kamu."
" Maafkan Chika."
" Di setiap sujudnya Mas, selalu berdoa agar kamu bisa sembuh, dan seperti dulu lagi. Mas akan selalu menemani kamu sampai kamu sembuh. Jadi semangat lah jangan putus asa."
" Terima kasih Mas."
" I love you."
" I love you too."
*****
Chika menatap pria yang kini tertidur pulas di sofa tunggu, dengan kaki yang di naikan di pegangan sofa dengan kedua tangan di dada.
" Terima kasih sayang, terima kasih cinta yang tulus. Kamu adalah malaikat penjaga hati saya, kamu adalah penyemangat hidup saya. Cinta mu sangat tulus, semoga kita sama - sama menjadi cinta sejati, hingga nafas ini berhenti." Ucap Chika berguman dalam hatinya.
" I Love you Om Tentara." Ucap Chika pelan sambil tersenyum ke arah Rio yang tengah tertidur pulas.
******
Rio mengeliatkan tubuhnya, dan menatap ke arah Chika yang masih memejamkan matanya.
Rio berjalan ke arah Chika dan mencium kening nya lalu turun ke bibir.
" Sayang selamat pagi." Bisik Rio di telinga Chika.
Rio membelai kepala Chika dan membelai pipi nya, berulang kali Rio lakukan dengan mencium kening dan bibir namun Chika tetap diam dan tak bangun.
" Sayang... bangun dong.. jangan bikin khawatir Mas." Ucap Rio sambil terus membelai pipi Chika."
Berulang kali Rio lakukan agar Chika bangun namun Chika tak kunjung bangun.
__ADS_1
" Sayang... jangan bikin Mas takut..!!!