
Hiks... hiks... hiks...
" Sama Papah dulu ya sayang, Mamah nya lagi lemes. " Ucap Rio sambil menggendong Zain yang menangis ingin bersama Chika.
" Maaf kan Mamah Zain, kepala Mamah benar - benar pusing nak. " Ucap Chika yang berbaring di atas tempat tidur.
" Mah kita ke Dokter saja bagaimana? "
" Nggak Pah, Mamah percuma ke Dokter juga bakalan tepar kayak gini." Ucap Chika.
" Jadi bagaimana dong, Papah jadi khawatir makan minum nggak masuk." Ucap Rio.
" Ibu Harun saja Pah, biasa nya selama Mamah hamil dia yang infus mamah."
****
Chika pun akhirnya di infus oleh Ibu Harun istri Tentara yang menjadi Bidan. Setelah Rio menghubungi Harun untuk istri nya ke rumah nya.
" Jangan khawatir istri nya baik - baik saja, sekarang sudah di infus biar nggak lemes." Ucap Ibu Harun.
" Saya khawatir sekali, dan baru tahu hamil nya istri Saya, dan Saya jadi ingat saat hamil Zain pasti tidak jauh beda sama yang sekarang." Ucap Rio.
" Waktu hamil Zain mending, sekarang ini parah." Ucap Ibu Harun yang tahu bagaimana Chika hamil anak pertama.
Rio sambil menggendong Zain menatap Chika yang sudah memejamkan matanya.
*****
Setelah memutuskan untuk menjemput Nenek Utami, kini Rio lega karena Nenek Utami Mau tinggal di rumah Dinas sampai Chika melahirkan karena kondisi Chika yang sangat lemas dan Zain yang selalu ingin sama Mamah nya.
" Maaf ya Nek merepotkan." Ucap Rio.
__ADS_1
" Tidak apa - apa, wajar kalau istri hamil dan anak masih kecil apalagi hanya tinggal bertiga, Papah nya Dinas Mamah nya muntah - muntah terus. " Ucap Nenek Utami.
" Nek, nanti kalau Mas Rio Dinas Zain sama Nenek dulu ya." Ucap Chika.
" Iya Chika jangan khawatir, Zain juga sudah akrab sama Nenek."
******
" Sekarang parah Nu, Chika nggak bisa apa - apa hanya di atas tempat tidur." Ucap Rio.
" Nanti kalau usia kandungan nya sudah menginjak 7 bulan an dia nggak seperti itu." Ucap Nugroho.
" Kamu kok tahu sih? " Tanya Rio menatap tajam.
" Ingat bro, istri kamu awal hamil sampai kandungan 7 bulan Saya yang siaga." Jawab Nugroho.
" Terima kasih, kalau nggak ada kamu pasti dia stress berat, saat Saya sempat menuduh Zain anak kamu dia stress hingga harus melahirkan secara premature."
" Benar, Saya sebagai suami nya nggak peka."
*******
" Mas, maaf ya kalau Chika nggak siap kan semua kebutuhan Mas."
" Nggak apa - apa Yank, satu yang terpenting calon bayi kembar kita sehat dan sama Mamah nya juga."
" Makasih ya Mas, sudah mengerti."
' Iya, yang penting sekarang jangan banyak gerak jangan capek. Mas nggak mau kalian kenapa - napa." Ucap Rio.
******
__ADS_1
Zain duduk di pangku Chika sambil memakan pisang yang di halus kan. Bocah gemuk ini sangat lahap dengan segala makanan.
" Mah, sudah baikan?" Tanya Rio.
" Sudah Pah, tiduran terus pusing." Jawab Chika.
" Zain lahap ya.. makan di suapin Mamah." Ucap Rio sambil mengambil sendok dari tangan Chika.
" Mas nanti beli cup cake ya. " Pinta Chika.
" Ok, mau berapa? "
" Beli 5 saja deh. "
" Mau yang lain? "
" Jus enak mungkin ya Pah."
" Jus apa? "
" Jus mangga yang seger."
" Ya sudah nanti Mas beli dulu, sudah itu saja? "
" Sudah Mas itu saja."
❤❤❤❤
Yang belum mampir karya baru, mampir ya.. kasih hadiah, like, vote dan jadi kan favorite di rak baca...
__ADS_1