
Hoek... hoek...
Chika memuntahkan semua isinya di dalam kamar mandi, Zain menangis yang sedang berada di kasur lantai depan tv.
Saat Rio datang Zain sedang menangis tengkurap di kasur lantai, Rio segera mengambil Zain.
" Mamah mana sayang? " Tanya Rio sambil menggendong Zain.
Saat Rio sedang mencari Chika bersama Zain terdengar suara Chika sedang muntah, Rio pun segera menghampiri Chika.
" Kenapa Mah? " Tanya Rio.
Chika menatap tajam ke arah Rio, dan membuat Rio bertanda tanya.
" Mamah kenapa? " Tanya Rio kembali.
" Ini gara - gara Papah. " Jawab Chika marah.
" Gara - Papah , mamah jadi mual lemas kayak gini." Bentak Chika.
" Kamu kenapa marah nya sama Papah Mah, mual muntah kan badan kamu yang kena, kalau Mau ke Dokter sekarang hayu Papah antar. "
" Kita ke Dokter kandungan." Ucap Chika.
" Hah.. apa Mah apa? " Tanya Rio sambil menajamkan pendengarannya.
" Kita ke Dokter kandungan, paham." Jawab Chika.
" Ma - mamah hamil lagi? " Tanya Rio.
" Iya Pah, ini lihat. " Chika memberikan alat tes kehamilan dari saku dasternya.
Rio melihat hasil alat tersebut, dan Rio tersenyum ke arah Chika.
" Ini rejeki sayang, masa di tolak."
" Tapi Mas, Zain baru mau masuk 5 bulan masa ini sudah hamil lagi." Ucap Chika yang masih dengan mode kesal.
" Maaf kan Mas ya, ternyata vonis Dokter bisa salah Mas rupanya subur yank."
******
__ADS_1
" Busyet tokcer banget kamu? " Ucap Nugroho.
" Saya juga nggak menyangka secepat ini dapat rejeki." Ucap Rio.
" Selamat ya, sudah di beri kepercayaan lagi." Ucap Nugroho.
" Setelah ini nanti Chika stop dulu kasihan juga di muntah - muntah terus."
" Kamu harus tahu, saat hamil Zain, dia sampai di infus jadi jangan kaget kalau dia seperti itu lagi."
*******
" Bapak Ibu ternyata janin yang di kandung Ibu kembar? " Ucap Dokter Kandungan.
" Alhamdulilah Mah, calon anak kita kembar." Ucap Rio.
Chika menangis bahagia rejeki kali ini dia di berikan calon anak kembar.
" Kondisi janin nya bagaimana Dok? " Tanya Chika.
" Kondisi nya sehat, Ibu nya juga sehat. Nanti kondisi Ibu jangan capek - capek karena masih usia muda." Jawab Dokter kandungan.
*****
Zain pun ikut berbaring di atas Chika sambil sesekali mengoceh bahasa bayi.
" Pah, kita nggak nyangka di kasih rejeki double." Ucap Chika.
" Papah juga nggak nyangka Mah, makasih mah sudah mengandung anak Papah."
" Mamah bahagia pah, keluarga kita jadi rame."
*****
" Alhamdulilah jadi hamil lagi? " Tanya Ibu Lena.
" Iya Bu, kebobolan." Jawab Rio.
" Bukan kebobolan Bu tapi sengaja." Ucap Chika.
" Benar Rio? "
__ADS_1
Rio tersenyum sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Ya sudah ini kan rejeki, jaga baik - baik rejeki yang di kasih saat ini." Ucap Ibu Lena.
" Rio juga nggak menyangka Bu, vonis bisa meleset dan ini suatu mukzijat dari Allah."
******
" Mas pijat kepala Chika, pusing banget." Rengek Chika.
Rio memijat kepala Chika, dan terlihat sangat lemas karena seharian Chika yang muntah - muntah dan bahkan makanan pun banyak yang tidak masuk.
" Maaf kan Mas sayang, saat hamil Zain Mas tidak ada disisi kamu."
" Iya mas, sekarang Mas kan jadi suami siaga."
Rio mengusap perut Chika dan mencium nya.
" Yang sehat - sehat sayang, jangan bikin Mamah kamu muntah - muntah terus nak. "
Chika tersenyum sambil mengusap kepala Rio, dan Rio pun tersenyum.
" Terima kasih sudah jadi suami Chika." Ucap Chika.
" Terima kasih sudah jadi istri Mas." Ucap Rio.
" I love you. " Ucap Chika.
" I love you too." Ucap Rio sambil mencium bibir Chika dan saling membalas ciuman.
******
" Wah.... mba nambah ponakan lagi nih." Teriak Zalimah di balik telepon nya.
" Iya mba, makan nya mba cepat hamil biar tambah saudara." Ucap Rio.
" Doa kan saja, kamu cepat dapat ponakan."
" Semoga ya mba, semoga cepat hadir."
" Amin...!!!
__ADS_1