I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Perasaan Senang


__ADS_3

" Mas tolong dong pinggangnya sakit." Rengek Chika.


" Mas harus apa nih? " Tanya Rio.


" Usap saja pinggang nya." Jawab Chika.


Rio mengusap pinggang Chika yang duduk memunggunginya dengan memandang tengkuk leher jenjang istrinya dan tercium aroma wangi membuat Rio yang sedikit menegang.


Tangan Rio kemudian menjalar ke atas tepat pada dua benda bulat dan padat dengan memegang benda kesukaannya.


" Mas ih..!! " Ucap Chika.


" Kenapa enak? " Tanya Rio sambil berbisik lalu menggigit daun telinga.


" Ada Nenek Mas sama Zain. " Jawab Chika.


" Nenek sama Zain sedang tidur siang Yank." Ucap Rio yang sudah membuka kancing atas daster milik Chika.


" Mas..!!! "


" Kenapa, enak ini. " Ucap Rio sambil menyapukan lidahnya di leher Chika.


Chika hanya diam dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Rio. Mulutnya dia tutup dengan kedua tangan nya menahan suara yang keluar.


Rio mengangkat Daster yang di kenakan Chika hingga terlepas dan hanya menyisakan pakaian dalam nya.


Di balik kan tubuh istrinya yang kini saling berhadapan. Rio mendekatkan bibirnya saling berbalas ciuman, dan *******.


Kini tangan Chika tak tinggal diam, dia menaikan kaos yang di kenakan Rio dan membuang sembarang. Tangan nya pun mulai nakal memegang milik Rio begitu pun juga Rio yang membuka pengait milik Chika.


Permainan pun di mulai, tangan masing - masing yang sudah bertamasya kesana kemari. Hingga suara - suara indah yang mereka tahan pun keluar, sampai pada titik akhir puncak di kedua nya.


Rio dan Chika sama - sama mengatur nafas mereka masing - masing, dan tak lupa Rio mencium perut buncit yang sudah membesar.


" Maaf Papah ya kalau tadi main nya bikin kamu sakit."

__ADS_1


Rio memeluk tubuh Chika yang masih polos, dan Chika menarik tangan Rio agar lebih erat memeluk nya.


******


" Nek, Zain sudah makan? " Tanya Chika.


" Sudah, waktu kalian berdua di kamar." Jawab Nenek Utami.


" Nenek makan belum, banyak lauk Nek." Ucap Chika.


" Nanti saja, Nenek. kenyang banyak makanan bekas Zain dari pada mubazir anak kamu banyak ingin makan tapi pas di makan baru berapa suap sudah minta ganti lagi, gimana Nenek nggak kenyang."


" Kan Biskuit Nek, sama buah nasi belum masuk."


" Nggak apa - apa, nanti makan bareng kalian saja."


******


Nugroho dan Rio sedang bermain catur di depan teras saat itu sebuah motor matic berhenti. Terlihat Ratna yang berpenampilan seperti wanita karier bahkan terlihat lebih Feminim, sehingga Nugroho yang melihatnya tanpa berkedip sekalipun.


" Skak..!! " Ucap Rio saat mengarahkan catur nya.


Rio langsung menatap arah pandang nya dan menghembuskan nafas nya dengan kasar.


" Kenapa mata Bapak, baru lihat cewek cantik?" Tanya Ratna.


" Bapak enak saja, memang nya Saya sudah tua apa di panggil Bapak." Jawab Nugroho.


" Emang. " Ucap Ratna.


" Saya belum kepala Empat ya, walau wajah kelihatan tua Saya masih jiwa muda, bahkan untuk di ajak main kuda - kuda an juga sampai 10 kali saya masih sanggup." Ucap Rio.


" Ih... main kuda - kuda an, Ogah mendingan juga main celup - celup lewat depan enak." Ucap Ratna.


" Oh neng mau di celup lewat depan, hayu 10 kali sanggup."

__ADS_1


" Benarkah begitu Pak, jadi mau nih Saya tantang."


" Ok siapa takut."


" Kalian berdua bicara apa sih, Saya nggak ngerti? " Tanya Rio.


******


" Bang, Saya kan sudah kerja nih disini di salah satu Bank. Boleh nggak Saya ngekost aja, Saya nggak enak sama Tante Lena."


" Sudah tinggal sama Ibu saja, sayang uang kamu, tabung saja buat masa depan. Lagian rumah itu buat kita kumpul dan kamu disini nggak punya rumah, peninggalan kakek Nenek juga kan sudah nggak ada." Ucap Rio.


" Tapi nggak enak Bang, nanti kalau Ratna nikah tetap saja Tante sendirian."


" Kalau masalah itu, Saya terserah kamu. Suatu saat kamu akan di bawa oleg suami kamu jadi tinggal saja sama Ibu. Untuk masalah makan Ibu Saya jangan khawatir karena saya yang jamin."


" Kalau masalah itu sih, nggak masalah Ratna juga ikut makan bisa gantian."


" Ehmmm.. Ratna tawaran Abang yang kemarin bagaimana? "


" Saya pikir - pikir dulu lah Bang, karena dia nya juga belum tentu senang takut nya ilfil."


" Tapi kamu mau kan? "


*****


" Bagaimana? "


" Apanya? "


" Tawaran saya."


" Saya takut mengecewakan dia, bayangan Lusi belum hilang."


" Kamu apa mau begini saja, kamu sudah saat nya kembali berumah tangga. Dia juga seperti nya nggak menolak, dia nya terserah sama kamu. Kalau kamu mau, Saya ikatkan dan kalian coba jalan sendiri, untuk selanjutnya terserah kalian berdua. Syukur - syukur cook, kalau nggak ya sudah nggak apa - apa." Ucap Rio.

__ADS_1


" Boleh lah saya coba, tapi bila hubungan kita berakhir nggak bahagia kamu jangan Marah ya?"


" Iya, saya kan hanya sebagai perantara nggak mesti harus bersatu."


__ADS_2