I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Cinta Untuk Mu Dan Negara


__ADS_3

Chika meraba kasur nya mencari sosok suami nya dengan mata masih terpejam, namun saat membuka matanya Rio tak ada di samping nya.


Dengan segera beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


" Mas...!! " Panggil Chika.


Hanya bau masakan dari arah dapur dan Chika berjalan ke arah dapur mendapati suami nya sedang masak.


" Mas..!! "


" Sayang kamu sudah bangun? " Tanya Rio.


" Mas kenapa masak, kan sedang sakit? " Tanya Chika.


" Mas sudah sembuh kok, berkat kamu Yank merawat Mas." Ucap Rio.


Chika memeluk tubuh Rio dari belakang sambil Rio mengaduk sayur.


" Mas masak dulu kalau mau manja." Ucap Rio.


" Nggak mau, Chika mau begini."


Rio pun mematikan kompornya dan berbalik badan berhadapan dengan Chika.


" Kenapa? " Tanya Rio saat Chika menatap nya.


" I love you." Jawab Chika.


" I love you too." Ucap Rio.


" Mas mandi gih bau asem." Ucap Chika.


" Ending yang nggak enak yank." Ucap Rio sambil terkekeh.


Chika pun lalu menata lauk yang sudah berada di atas piring dan membawa ke meja makan sedang kan Rio masuk menuju kamar mandi.


******


" Rio...!!! " Panggil Nugroho saat masuk kedalam rumah Dinas sahabatnya begitu saja dan mendapati Rio dan Chika sedang sarapan pagi.


" Sarapan Bang? " Ajak Chika.


" Wah enak nih, Boleh juga." Ucap Nugroho langsung duduk di samping Rio. Dan Chika langsung pergi ke arah dapur mengambil piring.


" Ada apa kamu pagi - pagi kemari? " Tanya Rio.


" Sudah baca group belum? " Tanya Nugroho.


" Belum memang kenapa? " Tanya Rio.


" Ponsel tuh sekali - kali di lihat jangan buat pajangan." Jawab Nugroho.


Rio pun mengambil ponsel nya di atas nakas bersamaan dengan Chika yang datang membawa piring lalu memberikan nya pada Nugroho.


Rio membaca isi pesan tersebut dan langsung menatap ke arah Chika dan Nugroho.


" Nama kamu nggak ada Nu? " Ucap Rio.


" Nama Saya nggak ada tapi nama kamu ada." Ucap Nugroho sambil memasukan nasi kedalam mulutnya.


" Kapan berangkat? "


" Nanti malam."


" Mas mau tugas kemana? " Tanya Chika.

__ADS_1


" Mas di kirim ke perbatasan membantu mengamankan beberapa sandera di daerah konflik." Jawab Rio.


" Berapa hari? " Tanya Chika.


" Dalam 3 hari Mas akan kembali." Jawab Rio.


" Tenang Chika, suami kamu itu sudah biasa di situasi seperti ini dia itu sniper dan mata nya ini selalu awas terhadap sasaran." Ucap Nugroho.


******


Rio menali sepatunya di teras rumah dan akan berangkat Dinas.


" Mas."


" Iya kenapa? "


" Kenapa saat kemarin Mas bicara seperti itu sekarang tepat sekali Mas pergi."


Rio tersenyum pada Chika dan mengusap lembut rambut istrinya.


" Mas janji dalam 3 hari Mas akan pulang."


" Tidak seperti di film - film kan ada baku tembak? " Tanya Chika.


Rio menaikan kedua bagi nya lalu mengecup sekilas bibir tipis Chika.


" Pokoknya Mas janji dalam 3 hari Mas pulang."


******


" Helicopter akan menjemput kalian jam 00 , mulai sekarang persiapkan semua peralatan. Misi sekarang Saya yang pimpin dan seperti biasa Letnan Rio berada di barisan depan bersama Saya. " Ucap Leon.


" Bang seperti kita tidak bisa mendarat di jalur sesuai dengan peta, karena Saya paham jalur ini tidak mungkin untuk membawa sandera ke arah helicopter. Di titik ini banyak ranjau dan kemungkinan besar helicopter kita akan di berondong peluru." Ucap Rio sambil menunjuk jarinya ke arah peta.


" Ok Saya hargai karena misi ini Abang yang pimpin bukan Saya, tapi Abang harus tahu dimana sarang musuh jangan sampai kita datang sebagai makanan bagi mereka." Ucap Rio.


" Apakah kamu takut mati? "


" Saya tidak takut mati, tapi Saya akan bangga bila mati melindungi warga negara atau negara saya." Ucap Rio.


" Ini perintah, turuti perintah saya." Ucap Leon yang pergi meninggal kan Rio yang masih berdiri mematung memandang punggung Leon.


" Sabar Bang, kita turuti saja apa kata dia."


" Kalau salah satu dari kita yang tertembak apa dia akan bertanggung jawab, kalau Tim kita jadi makanan mereka sama saja bohong kita datang untuk kemenangan mereka." Ucap Rio.


******


Chika berlari kedalam kamar mandi, dan memuntahkan semua isi perut nya setelah merasakan perut nya di aduk - aduk tak karuan.


Hoek.. hoek...


Chika membasuh mulutnya setelah mabuk, dan berjalan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas dan kepala sedikit pusing.


Saat akan duduk di kursi Chika kembali masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan kembali dan hanya muntah kosong hingga membuat air matanya keluar.


" Ya Allah ini pusing sekali sama mual,nggak enak banget tubuh Saya sampai lemas begini."


Chika pun berjalan menuju kamar nya dan memilih berbaring di atas tempat tidur dan mengambil minyak kayu Putih yang Chika oleskan di pelipis dan di hirup nya.


******


Bada maghrib Rio baru sampai dan mencari istri nya dan saat menemukan Chika tengah berbaring di atas tempat tidur.


" Yank, bangun sudah malam." Ucap Rio.

__ADS_1


Chika terbangun dengan sedikit menahan pusing dan mendapati suami nya yang baru pulang.


" Jam berapa Mas? " Tanya Chika.


" Jam 18.50." Jawab Rio.


" Ya Allah Chika belum Shalat maghrib Mas." Ucap Chika.


Awwwwww


" Kenapa Yank? " Tanya Rio Panik.


Chika merebahkan kembali tubuh nya dan memijat kedua pelipisnya.


" Nggak tahu Mas, sejak tadi siang kepala pusing dan mual muntah." Jawab Chika.


" Kita ke Dokter ya? " Tanya Rio.


" Nggak usah Mas besok lagi saja, Mas kan mau berangkat istirahat saja." Jawab Chika.


" Benar ya besok ke Dokter, kalau sampai besok nggak membaik.'


" Iya Mas, ini juga masih kerasa mual sama pusing."


" Apa Mas nggak ikut dalam misi ini dan di ganti sama Nugroho? "


" Jangan Mas, jangan. " Ucap Chika sambil memegang tangan Rio.


" Ini tugas Mas, jangan di sampingkan hanya untuk Chika. Istri Mas nggak apa - apa, besok pasti sudah sembuh." Ucap Chika kembali.


" Sayang, setelah Mas pergi kamu tidak akan bisa menghubungi Mas untuk sementara waktu dan Mas sudah janji 3 hari Mas akan kembali dan kamu harus sudah sehat." Ucap Rio.


" Chika janji Mas dan Chika akan tunggu Mas sampai 3 hari ke depan."


*******


Rio pun sudah mengenakan pakaian lengkap dan senjata di punggung serta memasang earpeace di telinga nya dan mempersiapkan peralatan lain nya.


Chika menatap ke arah suami nya yang sedang bersiap - siap, lalu berjalan memeluk tubuh Rio.


" Mas."


Rio lalu menarik tangan Chika dan memeluk tubuh istri nya.


" Ini lah suami kamu, mungkin pemandangan pertama buat kamu sayang melihat suami kamu pergi menjalankan tugas." Ucap Rio.


" Mas janji ya pergi seperti ini pulang pun harus sama seperti ini." Ucap Chika.


" Mas janji tunggu Mas pulang." Ucap Rio.


Sebelum pergi Rio mencium bibir Chika dan ******* nya, Chika pun mencium bibir Rio seperti apa yang di lakukan Rio.


Ciuman dan pelukan serasa tak ingin lepas dan merasakan begitu sangat berat. Dan akhirnya Rio yang melepaskan nya.


" Mas berangkat dulu."


" Hati - hati Mas."


" Mas janji akan pulang 3 hari lagi."


" Chika akan tunggu dan menagih janji Mas."


Chika mencium punggung tangan Rio sebelum pergi dan Rio pun mencium kening dan pucuk kepala Chika.


Chika menatap pergi suami nya hingga tak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2