
🌹🌹🌹
Hanya Cinta yang tulus yang mampu bertahan dengan segala cobaan. Hanya satu kata Cinta Sejati, Cinta yang di bawa sampai detik terakhir.
🌹🌹🌹
Chika tersenyum saat suaminya pulang dengan seragam Dinas yang melekat di tubuhnya. Senyum Chika mengembang, begitu pun juga Rio.
Di kecup kening dan bibir istri nya yang seperti biasa Rio lakukan pada Chika.
" Capek? " Tanya Chika sambil tersenyum.
" Saat sudah bertemu dengan bidadari Mas, rasa capek ini seakan hilang." Jawab Rio sambil mencium punggung Chika.
" Makan dulu, sebelum Nenek pulang Nenek membeli nasi padang untung Mas." Ucap Chika.
" Nenek pulang sama siapa? "
" Sendirian Mas."
" Yank, Nenek istirahat di rumah Mas saja, dari sini kan hanya 30 menit dari pada pulang ke rumah Nenek memakan 1 jam." Ucap Rio.
" Nanti bilang saja sama Nenek ya."
" Ok sayang, Mas ganti pakaian dulu gerah mau mandi dulu nanti makan."
" Iya."
Saat Rio sedang mandi Zalimah datang dengan menenteng keranjang buah dan 2 kantong kresek berisi makanan dan minuman.
" Hallo... adik ipar." Sapa Zalimah.
" Hallo juga mba." Balas Chika.
" Loh kok sendiri pada kemana? " Tanya Zalimah sambil meletakkan bawaannya.
" Mas Rio sedang mandi." Jawab Chika.
" Mba bawa makanan banyak, ada roti, biskuit sama aneka snack dan minuman. "
" Makasih mba merepotkan."
" Nggak apa - apa, selagi mba masih disini."
__ADS_1
" Mba akan kembali kesana?"
" Iyalah Mba kan di sana kerjanya, pulang kemari satu tahun sekali juga nggak baru tahun sekarang setelah 5 tahun nggak pulang."
" Maaf mba boleh tanya?" Ucap Chika.
" Tanya apa? " Jawab Zalimah kembali bertanya.
" Mba sudah berkeluarga? "
Zalimah tersenyum dan menatap ke arah Chika.
" Mba gagal berumah tangga, dan membuat mba sedikit trauma."
" Apakah karena trauma itu mba nggak ingin mencoba membuka hati lagi?"
" Mba ingin fokus karier dulu."
Lalu Rio keluar dari kamar mandi dengan sudah lengkap mengenakan kaos dan celana santai nya.
" Mba. " Sapa Rio yang langsung mencium punggung tangan Zalimah.
" Kamu dari tadi pulang?" Tanya Zalimah.
" Belum lama ada 20 menit sih." Jawab Rio sambil membuka bungkus nasi padang.
" Ingin mba, tapi sudah 2 rumah sakit tetap saja." Ucap Rio.
" Mba ada rekomendasi rumah sakit dimana Dokter nya itu sudah terkenal. Dan banyak kasus yang sama bisa sembuh, dia itu Dokter ahli kanker dan dia juga membuat obatnya sendiri. Banyak pasien dari luar negeri yang berobat kesana, bukan Mba meragukan pengobatan disini, kita coba judulnya kali saja ada perkembangan."
" Kalau ke luar negeri Rio nggak mungkin mba, Rio punya kewajiban dan nggak mungkin pergi kesana terlalu lama. Kalau bisa di dalam negeri saja lah, walau beda provinsi masih bisa Rio jajak. Dan maaf Mba, untuk keluar Negeri Rio hanya punya tabungan sedikit, kalau pun cukup Rio punya tabungan tanah luasnya 1000 hektar mungkin di bikin cukup lah, sisanya Rio akan cari lagi."
" Nggak, jangan biar mba yang tanggung. Kebetulan rumah sakitnya dekat dengan apartemen mba. Dan Dokter nya mba kenal dekat karena istri nya itu teman nya mba."
Rio menatap ke arah Chika, yang dimana Chika pun mendengar semua pembicaraan antara kakak beradik.
" Yank, kamu mau kan berobat ke luar negeri?" Tanya Rio.
" Chika pikirin lagi ya mba."Jawab Chika.
" Kamu jangan pikirkan biaya, biar mba yang tanggung."
" Nggak mba, saya akan tanggung juga mba bagaimana pun Chika istri saya, dan saya nggak mau semua mba yang tanggung."Ucap Rio.
__ADS_1
" Terserahlah yang penting Chika mau."
*****
" Bagaimana yank, kamu mau? " Tanya Rio. sambil mengusap lengan Chika.
" Mas, Chika takut nggak berhasil. Dan Chika nggak ingin mas kecewa sudah buang biaya banyak tapi tetap saja Chika meninggal dunia akhinya." Jawab Chika.
" Kamu kenapa bilang seperti itu, namanya juga orang usaha. Mas ikhlas keluar uang banyak demi pengobatan kamu. Mas ingin kamu sembuh sayang, mas ingin kamu sehat seperti pertama kita bertemu. Banyak hal yang belum kita lewati, mas ingin menikmati hari - hari indah bersama kamu sayang."
" Mas, Chika jujur sudah capek harus setiap hari menahan sakit, setiap hari berbagai obat masuk. Kalau pun tetap sama akhirnya lebih baik Chika minta pulang." Ucap Chika pesimis.
" Sayang, mas rela lakukan apa saja, Mas rela mengeluarkan uang banyak untuk kamu sayang. Karena harta bisa di cari, dan kalau wanita seperti kamu belum tentu akan mas dapatkan lagi. Jadi mau ya ikut sama Mba Zalimah kita coba."
" Saya takut Mas, bila saya nggak ada umur dan meninggal disana bagaimana. Saya ingin meninggal di dalam pelukan kamu Mas."
" Kamu jangan bicara seperti itu sayang, kamu akan sembuh Mas yakin itu."
" Mas, seandainya saya meninggal dunia Apakah Mas akan menikah lagi?"
" Pertanyaan apa itu, Mas cukup menikah sama kamu ini yang terakhir."
" Kalau Mas capek punya istri seperti Chika yang pesakitan Chika ikhlas kalau pun Mas menikah lagi tapi satu syarat ceraikan Chika dan bahagialah Mas dengan pasangan Mas nanti."
" Kamu bisa diam nggak, dan jangan bicara ngaco."
" Chika seperti nya nggak akan lama Mas, sebaiknya dari sekarang Mas cari wanita yang cocok atau mau Chika jodohkan."
" Chika...!!! "
Bentakan Rio membuat Chika kaget, karena baru kali ini Rio membentak nya.
" Sekali lagi kamu bilang seperti itu Mas akan tinggalkan kamu."
Mata Chika berkaca - kaca dan mulai terisak.
" Mas, saya seperti ini karena sangat mencintai Mas, dan saya nggak mau Mas seumur hidup Mas seperti ini mengurus Chika."
" Kalau kamu punya pikiran seperti itu, kenapa kemarin mau menerima lamaran Mas, dan kenapa saat Mas katakan cinta sama kamu lalu kamu terima. Kamu tahu Chika pernikahan kita baru kemarin, kalau pun Mas punya pikiran seperti itu sudah dari awal Mas tinggalin kamu. Buat apa menikah dengan wanita penyakitan bikin repot dan susah. Tapi Mas nggak ada sama sekali punya pikiran seperti itu, dan kamu harus tahu bila takdir mengharuskan kita berpisah dengan cara meninggal dunia, Mas tetap setia sama kamu mungkin hati ini akan tertutup rapat untuk wanita lain. Dari awal melamar kamu suami kamu ini ikhlas ridho menikahi kamu dengan kondisi seperti ini, jadi tolong jangan pernah bilang suami kamu ini untuk menikah lagi. "
Hiks.. hiks.. hiks...
" Maaf kan Chika Mas, maafkan hiks.. hiks... "
__ADS_1
Rio memeluk tubuh Chika yang sedang terisak menangis dalam dekapan nya.
" Maaf kan Mas tadi membentak kamu, Mas ingin jangan pernah bilang seperti itu. Mas akan lakukan apapun untuk kamu sembuh, Mas akan keluar kan biaya berapapun untuk kamu bisa sembuh. Kamu harus sembuh sayang."