I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Tiba - Tiba Menjauh


__ADS_3

Dua bulan sudah Chika berada di luar negeri bersama dengan Zalimah, Rio pun belum mengunjungi Chika kembali hanya melalu panggilan telepon atau video call.


Chika yang kini sudah mulai bisa berdiri sedikit demi sedikit, dan berjalan dengan tertitah.


" Bagus Chika kamu pasti bisa." Ucap Zalimah sambil membantu Chika untuk belajar jalan lagi atas saran dari Dokter agar sering dilatih berjalan.


Chika tersenyum saat dirinya berusaha belajar berjalan mulia dari arah sisi tempat tidur menuju ke kursi roda.


Chika tersenyum saat dirinya berhasil duduk sendiri di kursi roda, bahkan Zalimah sangat terharu melihatnya.


" Mba saya bisa jalan." Ucap Chika bahagia.


" Alhamdulillah sayang, kalau Rio tahu pasti dia sangat bahagia." Ucap Zalimah.


" Iya mba, tapi apakah suami saya sudah menghubungi mba? " Tanya Chika.


Zalimah menggeleng kan kepalanya karena adiknya sudah hampir 2 minggu tak menghubungi nya lagi bahkan Zalimah pun sangat sulit menghubungi.


" Mba juga bingung kemana harus tanya lagi suami kamu itu, bahkan Nenek kamu atau Bagyo juga tidak tahu. Nomer ponsel teman nya saja mba nggak tahu." Jawab Zalimah.


" Saya takut mba terjadi sesuatu padanya." Ucap Chika.


" Kita berdoa saja semoga Rio baik - baik saja.


******


Chika pun kini sudah bisa mengangkat benda di sekitar nya bahkan ponselnya pun kini sudah bisa dia pegang.


Chika mencoba mengchat Rio namun ponsel pria yang kini jadi suami nya itu jarang aktif bahkan hari ini tak aktif.


" Kamu kemana Mas, saya kangen kamu." Ucap Chika sambil menatap layar ponsel dengan wallpaper photo dirinya dan Rio.


" Apa kamu pergi meninggalkan saya Mas, semua ucapan kamu itu bohong. Seandainya kamu ingin pergi dari saya, bilang lah secara jujur saya akan lepaskan kamu, karena kamu pantas mendapatkan apa yang pantas dan layak Mas ingin kan." Ucap Chika sedih.


******


" Would you like me to take you out of the room, enjoying the park in the middle of the hospital'?( Apakah nona suka saya ajak keluar kamar menikmati taman yang berada di tengah - tengah rumah sakit ini?)." Tanya Rebecca saat membawa Chika berkeliling.


"How do I enjoy it when my husband has been absent news for the past two weeks ( Bagaimana saya menikmati nya, sedangkan suami saya entah kemana sudah 2 minggu tak kasih kabar) ." Jawab Chika.


" I'm sorry Miss Chika." Ucap Rebecca.

__ADS_1


******


Chika kembali mengecek ponsel nya namun tak ada tanda - tanda suaminya membalas pesan atau memberi kabar, hati Chika saat ini tiba - tiba rapuh dan sakit.


" Kenapa kamu pergi Mas hiks... hiks... kemana kamu, tak ada seorang pun yang tahu."


Hiks... hiks...


Chika akhirnya menangis setelah beberapa hari dia tahan, menahan tangis yang sejak lama membuatnya sesak hingga akhirnya dia luapkan.


" Mas Rio jahat...!!! "


*******


" Bagyo kamu benar tidak tahu keberadaan Rio?" Tanya Nenek Utami.


" Sumpah Nek saya nggak tahu sama sekali, dia dimana." Jawab Kang Bagyo.


" Apa Nak Rio pergi meninggalkan Chika?"


" Semoga saja bukan alasan itu ya Nek, disini juga saya sedang mikir kemana dia pergi." Ucap Kang Bagyo.


******


" I don't want Rebecca, I don't want to eat before I know anything about my husband ( Tidak mau Rebecca, saya tidak ingin makan sebelum tahu kabar tentang suami saya)." Ucap Chika.


" But if you don't eat it, it'll hurt ( Tapi kalau tidak makan nanti sakit)."


Tiba - tiba Zalimah datang dan menyuruh Rebecca untuk pergi.


" Makanlah Chika, kalau kamu tidak makan nanti sakit." Ucap Zalimah.


" Saya nggak lapar Mba, sebelum suami saya kasih kabar."


" Chika kamu jangan menyiksa seperti itu, kamu tahu 2 minggu dia hilang tanpa kabar sekarang kamu ingin mogok makan mau sampai kapan, sampai tahun depan. Nggak kan kamu tahu, Rio berusaha agar kamu sembuh, malah kamu ingin sakit."


" Buat apa sembuh Mba, kalau suami saya saja pergi entah kemana. Tahu - tahu seperti ini lebih baik saya meninggal dunia saja."


" Kamu jangan seperti itu Chika, kamu harus tahan emosinya dan ingat kesehatan kamu."


" Mba saya takut dia pergi meninggalkan Chika, hal itu yang Chika takut kan dan ini yang terjadi pada Chika saat ini."

__ADS_1


" Buang jauh - jauh pikiran kamu, siapa tahu Rio sedang ada tugas jauh atau sedang ada misi yang harus tak di ketahui oleh keluarga nya demi keamanan semuanya.Kita jangan dulu berpikir negatif."


" Benar - benar saya takut mba."


" Sudah jangan di pikirkan sekarang fokus sama penyakit kamu, mba nggak mau kamu kenapa - napa."


" Kemana kamu sebenarnya Rio, sampai 2 minggu tak ada kabar beritanya. Ponsel kamu kadang aktif tapi tak di angkat kadang juga off sedang apa yang kamu lakukan. Seandainya ada pekerjaan kamu pasti bilang tapi ini tiba - tiba kamu tak memberikan kabar. Ya Allah lindungi lah adik hamba." Ucap Zalimah dalam hatinya.


*****


" Saya benar tidak tahu, kirain Rio berangkat lagi ke luar negeri." Ucap Ibu Lena saat Kang Bagyo datang ke rumah Rio


" Saya bertemu dia terakhir setelah menginap semalam di rumah dan kesininya belum bertemu lagi karena saya harus kerja berangkat pagi pulang sore." Ucap Kang Bagyo.


" Ibu benar nggak tahu, ibu kiri terakhir dia berangkat pamit mau menengok Chika kirain pergi benar menemui Chika ternyata dia nggak pergi kesana, sudah 2 minggu Bagyo. Jadi kemana Rio." Ucap Ibu Lena khawatir.


*******


Braaaaaakkkkk


ciiiiiiitttttttttt


Bruuuuuggghhh


Aaaarrrrggghhh


Sebuah mobil berhenti tepat di depan tubuh orang yang di tabraknya. Lampu mobil masih menyala membuat silau ke arah tubuh yang tergeletak di jalanan aspal sambil memegang punggung yang terasa sakit akibat terpental.


" Si - siapa kamu? "


Pria tersebut mengeluarkan sesuatu dari balik jaket nya dengan semringai senyum sebuah pistol dia keluar kan dan di arah kan ke arah tubuh pria yang dia tabrak.


" Apa yang akan kamu lakukan, kalau mau merampok saya tidak punya apa - apa."


" Saya bukan perampok, tapi saya ingin menghabisi nyawa kamu."


Door


Door


Sebuah timah besi berhasil tembus di perutnya, hingga darah keluar mengalir dan tubuh pria itu tumbang seketika dengan mata terpejam dan sayup - sayup hanya terdengar suara tawa kemenangan pria yang menembaknya.

__ADS_1


Hahahaha....


__ADS_2