
Perjalanan selama 15 jam membuat Chika merasa tak nyaman dan lelah, tak henti Rio selalu membuat Chika untuk tetap santai dan nyaman dengan berbagai usaha di lalukan suaminya.
Sampai waktu tiba, tepat helikopter mendarat dengan selamat di atap gedung rumah sakit yang berdiri kokoh di tengah - tengah perkotaan.
Chika yang saat itu berbalut selimut tebal karena saat sampai negara tujuan sedang di musim dingin.
Tak henti nya tangan Chika memegang tangan Rio hingga merasakan kebas pada tangan Rio karena selalu Chika memegang tangan Rio.
" I'm sorry to go to admin first ( Maaf nyonya untuk ke bagian administrasi dulu)." Ucap Suster yang berada di samping Zalimah.
" Ok I'm coming now ( Ok saya kesana sekarang ). " Ucap Zalimah.
" Rio berkas nya mana, biar mba yang urus administrasi nya? " Tanya Zalimah.
Rio lalu mengambil berkas Chika yang berada di dalam tas punggung nya.
" Ini mba, kalau ada yang kurang nanti bilang saja." Jawab Rio.
" Ok, mba ke bagian administrasi dulu." Ucap Zalimah pergi lain arah setelah keluar dari lift.
Chika pun langsung di bawa ke IGD di sana sudah di sambut Dokter Gabriel salah satu Dokter yang di rekomendasi kan oleh Zalimah. Dokter ahli bedah saraf yang terkenal dan membuat obat sendiri untuk pasien seperti Chika.
" Hello... Welcome to Santa's hospital ( Hallo... selamat datang di Santa Hospital )." Sapa Dokter Gabriel sambil berjabat tangan dengan Rio.
Rio pun membalas sambutan Dokter Gabriel.
" It's a pleasure to welcome Dr. Gabriel, thank you for accepting my wife for her medical treatment ( Senang bisa di sambut dengan Pak Dokter Gabriel, terima kasih sudah menerima istri saya untuk melakukan pengobatan disini)." Ucap Rio.
Dokter Gabriel pun tersenyum pada Chika dan menyapanya dengan senyuman. Lalu Dokter Gabriel pun membaca data Chika yang dia terima dari rumah sakit sebelum nya.
" From what I've learned about his history of illness, he's stage 4. Here the cells are spreading all over the body. We'll try different and increase. let's hope it works ( Dari saya pelajari riwayat penyakit nya sudah stadium 4. Disini sel nya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Nanti kita coba dengan metode yang berbeda dan bertahap semoga saja ini berhasil)." Ucap Dokter Gabriel.
" We leave the best to the doctors, and we believe the doctors can cure my wife's disease ( Kami serahkan yang terbaik pada Dokter, dan kami percaya Dokter bisa menyembuhkan penyakit istri saya)." Ucap Rio.
*****
Setelah pemeriksaan awal, Chika pun masuk kedalam kamar rawat inap VVIP. Dimana kamar yang sangat luas lengkap dengan dapur mini dan TV yang besar. Sehingga membuat nyaman yang berada di kamar rawat yang di tempati Chika.
" Mba ini sih kayak menginap di hotel." Ucap Rio.
" Kayak bukan berasa di rumah sakit." Ucap Chika.
" Mba sengaja pilih kamar ini, tenang kamar ini mba yang bayar spesial." Ucap Zalimah.
__ADS_1
" Ngomong yang ini permalam nya berapa Mba?" Bisik Rio.
" Kepo dih.. "
" Ya.. tanya mba."
" 2 juta permalam."
" Busyet Mba, ini kemahalan."
" Udah tenang saja, soalnya disini nggak satu atau dua malam. Mba sengaja biar Chika nyaman dan bisa tidur nyaman." Ucap Zalimah.
" Makasih mba."
Tiba - tiba terdengar bunyi panggilan masuk di ponsel Rio, dan Rio pun mengambil ponsel yang ada di saku celana nya.
Terlihat panggilan dari Akbar dan dengan segera Rio mengangkatnya.
" Hallo.. Bang apa kabar? " Sapa Akbar dari seberang.
" Baik Akbar, gimana kabarnya lama kita nggak komunikasi." Ucap Rio.
" Iya Bang maaf saya saat ini sibuk." Ucap Akbar.
Akbar dan Sarah telah dikabarkan putus, saat mendapatkan kabar setelah satu minggu Rio pindah tugas di tempat kelahiran nya. Sarah mengabari Chika saat itu bahwa dia putus dengan Akbar, dan kini menjalin hubungan dengan Fery teman Rio.
" Bang benar kah kalau Sarah menjalin hubungan dengan Senior saya, katanya satu Batalyon sama Abang." Tanya Akbar.
" Kamu tahu dari mana? Jawab Rio balik tanya.
" Bang Nugroho, Abang tahu Fery itu siapa?"
" Teman saya, satu letting memang kenapa?"
" Dia itu sepupu saya Bang, sepupu dekat dia umurnya 5 tahun di atas saya."
" Hah.. sepupu kamu, terus Sarah tahu?" Tanya Rio kaget.
" Tahu lah Bang, tapi Bang Fery itu sudah punya calon. Cuman calon nya nggak mau di ajak nikah, saya nggak rela Bang dia pacaran sama Bang Fery, saya masih cinta.Tolonglah Bang, katakan sama dia, apa rela pacaran sama bekas saudara sepupu nya sendiri."
" Akbar, saya nggak bisa karena saat ini saya sedang berada di luar negeri, sebaiknya kamu bicara baik - baik saja Sarah. Dia kan masih jadi guru kontrak disana kamu dekati lagi lah, kalau kamu masih cinta sama Sarah."
" Nggak apa - apa Sarah punya pacar lagi, asal jangan sama Bang Fery."
__ADS_1
" Saya relanya sama Bang Akbar." sindir Rio sambil terkekeh.
Setelah lama berbincang dengan Akbar, Rio mendekati Chika dan duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap pipi Chika yang tambah tirus dan terlihat cekung di mata.
" Akbar?" Tanya Chika.
" Iya sayang." Jawab Rio.
" Saya yakin Akbar masih cinta, begitu juga sarah." Ucap Chika.
" Mas juga sepemikiran sama kamu sayang."
******
" Chika nanti ada orang kepercayaan nya mba kalau Rio sudah kembali pulang. Namanya Rebecca, dia ada di rumah saya, dia Asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja sama Mba." Ucap Zalimah.
" Terima kasih mba." Ucap Chika.
" Oh iya tempat tinggal mba hanya beberapa blok dari sini, kamu lihat dari kaca atau gedung tinggi ada lampu kelap kelip di atas nah itu apartemen mba." Tunjuk Zalimah.
" Nanti Rio mampir mba."
" Kalau ada apa - apa hubungi mba."
" Siap mba makasih." Ucap Rio.
*****
Rio mencium bibir Chika, dengan terus mencium dan beralih ke kening hingga kening keduanya saling menempel.
" Mas akan merindukan kamu sayang, maaf Mas tidak bisa menjaga kamu lama - lama disini." Ucap Rio.
" Nggak apa - apa Mas, yang penting Mas jangan putus komunikasi sama Chika."
" Pasti sayang, Mas akan selalu hubungi kamu. Mungkin beda waktu saja."
" Mas, I love you."
" I love you too sayang."
Rio memeluk tubuh Chika, jemari Chika pun saling menyatu dengan jemari Rio.
" Mas akan temani kamu sayang, walau jarak memisahkan kita Mas akan selalu ada untuk kamu."
__ADS_1
" Chika sayang sama Mas, sampai nafas ini berhenti, sampai jantung ini berhenti berdetak cinta Chika tak akan pernah berubah."