
" Nenek...!!! " Teriak Chika sambil berlari saat baru datang.
Nenek Utami pun menyambut Chika dengan rasa bahagia, tampak menangis Nenek Utami saat melihat Chika yang sudah sembuh.
" Alhamdulilah nak, kamu sudah sembuh. Nenek sekarang bisa melihat kamu berlari dan tersenyum."
" Chika sudah sehat Nek, Chika sudah bebas dari kanker."
" Nenek bahagia Chika, sangat bahagia." Ucap Nenek Utami.
" Ayok masuk."
Chika berjalan masuk sambil menggandeng tangan Nenek Utami dan Rio berjalan di belakang mereka berdua.
Chika menatap rumah nya, fokus pada kamar no 3 sebelah Kiri, kamar Kang Baby. Ada rasa kecewa dan marah.
" Bagyo di hukum 10 tahun penjara, dia sudah mencoba menghabisi nyawa suami kamu." Ucap Nenek Utami.
" Saya nggak menyangka Kang Bagyo seperti itu, dia nggak mikir apa dia siapa." Ucap Chika.
" Sudah jangan di perpanjang, dia sudah dapat hukuman yang setimpal." Ucap Nenek Utami.
*****
" Mas."
" Hmmm."
Chika tiba - tiba memeluk tubuh Rio yang sedang berdiri di depan cermin, dan menyembunyikan wajah nya di bawah ketiak Rio.
" Yank, kamu sedang apa sih, geli tahu." Ucap Rio yang merasakan risih akibat ulah istrinya.
" Perfume nya enak mas, pake merk apa sih? "
" Merk biasa Jhonny deep."
" Pake yang itu terus ya."
"Hmmm." Ucap Rio sambil berbalik badan nya kini menghadap ke arah Chika.
__ADS_1
" Kamu nggak mau ke rumah Sarah? " Tanya Rio.
" Mau kesana, Mas ikut nggak? " Jawab Chika kembali bertanya.
" Mas juga Mau kesana, lama nggak bertemu Pak Herman terakhir bertemu saat pernikahan kita."
" Yaudah kita kesana yuk." Ajak Chika.
" Ayok.. "
*****
" Saya senang kamu bisa hadir di pernikahan Saya besok." Ucap Sarah.
" Ini kan janji kita, kalau kita harus sama - sama menyaksikan pernikahan kita. Kamu sudah hadir di pernikahan Saya, dan begitu pun juga sebaliknya." Ucap Chika.
Sarah memeluk tubuh Chika, isak tangis nya pecah saat berada di dalam kamar nya.
" Saya takut untuk jujur saat itu hiks.. hiks... di saat itu Bang Akbar menemani Saya, bahwa anak ini tidak pernah bersalah orang tuanya yang salah."
Chika melepaskan peluk kan nya, dan menghapus air mata yang membasahi kedua pipi Sarah.
" Bang Akbar lelaki yang baik, hebat jangan pernah kamu sia - sia kan dia. Orang seperti. Bang Fery banyak tapi orang seperti Bang Akbar hanya ada satu banding seribu."
" Sudah , yang telah terjadi biarlah terjadi sekarang kamu harus bahagia dong, besok hari bahagia kamu."
******
SAH
kata yang terucap dari mulut Akbar saat mengucapkan ijab dan kabul kini telah resmi menjadi suami Sarah.
Sarah mencium punggung suaminya, begitu pun juga Akbar mencium kening Sarah yang kini telah resmi jadi istrinya.
" Selamat ya." Ucap Chika sambil memeluk tubuh Sarah.
" Terima kasih." Ucap Sarah bahagia.
" Semoga cepat hamil." Bisik Sarah.
__ADS_1
" Amin, minta doa nya saja." Ucap Chika.
" Selamat ya semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah." Ucap Rio sambil bersalaman dengan Sarah dan Akbar.
" Terima kasih Bang." Ucap Akbar.
" Bang." Ucap Akbar.
" Ada apa? "
" Bang Nugroho sedang kena musibah."
" Musibah apa? "
" Dokter Lusi kecelakaan, sampai sekarang masih koma."
" Astaghfirullah, kapan kejadian nya? "
" Tadi malam, ini Saya dapat kabar dari group."
" Saya kok nggak tahu ya, soalnya Saya nggak buka ponsel dari kemarin sore. " Ucap Rio.
Rio pun lalu membuka ponselnya dan melihat banyak chat yang masuk.
Chika lalu mendekati Rio karena Sarah dan Akbar harus menemui tamu yang memberikan selamat pada mereka berdua.
" Mas ada apa? " Tanya Chika.
" Lusi istri nya Nugroho koma karena kecelakaan." Jawab Rio.
" Astaghfirullah Ya Allah kapan Mas?"
" Tadi malam, mas juga nggak tahu baru tahu dari Akbar."
" Semoga saja cepat sadar Dokter Lusi."
Rio mencoba menghubungi Nugroho, namun telepon nya nggak di angkat.
" Bagaimana Mas? "
__ADS_1
" Nggak di angkat Yank."
" Mungkin sedang sibuk Mas, apalagi kan Dokter lusi belum sadar."