I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Tetap Setia


__ADS_3

Chika menunggu di depan warung kopi yang masih tetap tutup padahal hari sudah menunjukkan pukul 12 siang.


Sampai beberapa tukang ojeg menghampirinya namun Chika memang tak berniat untuk naik ojeg.


Hingga akhirnya ada seorang pria membuka warung tersebut.


" Pak maaf ini warung nggak buka? " Tanya Chika.


" Iya mba nggak buka." Jawab Pria tersebut.


" Kenapa ya Pak? "


" Ada keperluan mendadak mba. "


" Terus Bapak siapa nya yang punya warung? "


" Saya orang suruhan nya."


" Bapak pasti tahu kan anak gadis yang punya warung ini? "


" Anak gadis yang mana Mba, soalnya anak gadis nya banyak." Jawab pria tersebut.


" Yang suka membantu di sini dan jadi teman ngobrol nya Tentara disini."


" Waduh kalau Tentara yang suka mampir kesini banyak Mba, soalnya sering pada pesan gorengan disini kan gorengan warung kopi kami terkenal enak."


" Bapak kenal yang namanya Rio sama Nugroho? "


" Yang mana Mba, soalnya banyak Saya nggak pernah tahu nama nya siapa - siapa nya."


" Kemarin sampai malam loh mereka disini, masa bapak nggak tahu sih."


" Maaf Mba Saya nggak tahu."


" Akh.. dasar pasti kamu tutupin sesuatu." Ucap Chika kesal lalu pergi meninggal kan warung kopi tersebut.


****


Setelah sampai di rumah, Chika langsung memasukan pakaian nya kedalam tas dan semua perlengkapan lain nya.


Saat keluar kamar Rio pulang dengan keringat yang membasahi pelipisnya karena cuaca cukup sangat panas.


" Mau kemana Yank? " Tanya Rio.


" Mau pulang." Jawab Chika ketus sambil berjalan melewati Rio namun lengan nya langsung di pegang Rio.


" Kita selesai kan masalah nya ."


" Mau di selesai yang bagaimana, mau langsung talak atau tinggalin itu perempuan."

__ADS_1


" Astaghfirullah kamu kenapa sih bilang begitu, siapa yang selingkuh Mas nggak selingkuh."


" Terus yang semalam di katakan Bang Nu, anak gadis pemilik warung kopi itu suka sama Mas dan Mas sering nongkrong sama Bang Nu akhir - akhir ini dan tadi malam pulang malam katanya dari Sana itu juga bukti kan? "


" Iya Mas jujur tadi malam nongkrong disana tapi sama Nugroho dan banyak orang."


" Terus masuk akal kalau nggak ada apa - apa nya sama itu perempuan."


" Yank, iya dia suka sama Mas tapi Mas nggak pernah meladeni nya."


" Kalau nggak meladeni kenapa sampai malam disana hah.. mau tebar pesona?" Bentak Chika.


" Mas hanya ingin hilang kan stress Yank."


" Hilang kan stress sama itu perempuan sambil curi - curi pandang gitu, jahat kamu Mas." Ucap Chika yang langsung melanjutkan langkahnya.


" Mas Stress nggak bisa memberi kan kamu anak, Mas stress saat tahu penyebab nya itu adalah Mas. Dimana kamu mengharapkan seorang Anak. Mas merasa bukan pria yang sempurna, maaf kalau Mas salah."


Chika menjatuhkan tas pakaian nya di lantai dengan menoleh ke belakang menatap punggung Rio yang memunggunginya.


" Mas dulu pernah bilang kalau Saya nggak bisa kasih Mas anak, Mas bilang belum rejeki kita dan Mas terima apa ada nya yang penting kita bersama. Tapi saat Mas yang tahu semuanya Mas lah penyebab nya dan apa Mas sendiri yang menjauh padahal Chika dari kemarin tidak mempermasalahkan ini semua. Kalau kita memang di takdir kan seperti ini mesti bagaimana lagi Mas, ini memang sudah jalan hidup kita."


" Maaf kan Mas." Ucap Rio sambil terisak.


Chika lalu mendekati Rio dan memeluk nya dari belakang.


" Mas tidak pernah mengkhianati kamu walau di luar banyak yang suka sama Mas tapi Mas tidak pernah menanggapi nya karena bagi Mas hanya satu wanita di hati Mas yaitu kamu Yank. Dan saat ini Mas takut akan kehilangan kamu saat tahu Mas seperti ini."


Rio membalikkan badanya dan memeluk tubuh Chika, di pejamkan matanya hingga air mata Rio masih setia keluar.


" Berjanjilah apapun yang terjadi kita tetap setia dan bersama. Jangan pernah bilang kata pisah." Ucap Rio.


" Nggak Mas, Chika tetap setia sama Mas Rio."


Rio mencium pucuk kepala Chika hingga sangat lama lalu beralih pada bibir Chika dengan saling ******* dan berbalas.


Chika melepaskan ciuman nya dan menatap ke arah Rio.


" Kenapa? " Tanya Rio.


" Anak pemilik warung kopi? " Tanya Chika kembali.


Rio tersenyum dan terkekeh sambil menangkup kedua tangan nya di pipi Chika.


" Namanya Ningrum dia itu memang suka sama Mas, nggak sempat bilang dia mana berani tapi dari tingkah nya terlihat. Dan semalam memang disana tapi nggak sama Ningrum karena sambil ngobrol sama Pembeli yang nongkrong disitu. Ya memang Mas salah bikin dia Geer tapi kan Mas nggak maksud kesana."


" Dia tahu nggak kalau Mas sudah punya istri?"


" Tahu. " Ucap Rio.

__ADS_1


" Namanya manusia sayang, Mas tanya tadi kemana? " Ucap Rio kembali bertanya.


" Chika mau labrak itu perempuan tapi sayang warung nya tutup."


" Ngapain di labrak, kontak fisik saja nggak hanya melayani kopi ngobrol juga nggak."


" Serius?"


" Demi Allah Yank buat apa bohong."


" Chika ingin tahu perempuan itu, cantik kan mana sama Chika."


" Iya nanti Mas ajak."


" Nanti malam buka nggak? "


" Mana Mas tahu, besok saja ya."


" Janji."


" Janji yank."


*****


Setelah pulang Dinas Rio menepati janji nya, dia mengajak Chika ke warung kopi tersebut. Terlihat tak terlalu ramai, dan banyak aneka gorengan yang menggiurkan sampai Chika pun langsung melahapnya.


Baru tiga gigitan gorengan yang dimakan Chika terlihat seorang wanita yang seusia Chika memberikan kopi hitam pada Rio, dan membuat mata Chika memandang wanita tersebut dengan tatapan membunuh. Wanita itu pun langsung menunduk kan wajahnya saat tahu Chika menatap tajam ke arah nya.


" Eh kamu bikinin lagi yang seperti ini, yang ini buat saya istrinya." Ucap Chika menekan kan kata istri.


Rio hanya tersenyum gemas saat tahu istrinya sedang cemburu dan Rio tahu Ningrum langsung membuatkan kopi saat dirinya belum meminta.


Ningrum pun membuat kan kembali kopi tersebut, lalu Rio langsung menyeruput kopi yang baru.


" Makasih Ningrum." Ucap Rio sambil tersenyum meledek Chika.


" Sama - sama Mas Rio." Ucap Ningrum.


" Hey.. panggil Pak Rio, sebutan Mas itu cukup buat saya. Bu tolong ya di jaga anak gadisnya, kalau sampai kurang ajar lagi menggoda suami saya warung ini saya bakar." Ancam Chika.


" Maaf Mba, maaf tapi itu nggak mungkin soalnya Ningrum anak saya ini memang kurang mba." Ucap Ibu pemilik warung.


" Maksud nya? "


" Yank, Ningrum ini rada kurang dia seperti ini karena disakiti pria kenapa Ningrum ikut membantu Ibunya biar dia itu nggak stress jadi Mas biasa saja ikuti alur nya Ningrum."


" Tapi Bang Nu kok nggak jelasin sih? "


" Bagaimana jelaskan nya orang kamu nya marah begitu.Tenang saja Ningrum nggak Akan merebut Mas dari kamu. "

__ADS_1


Chika hanya tersenyum malu dan menatap Ningrum yang kini tengah ketakutan sama Chika.


__ADS_2