
Satu bulan sudah pencarian Rio tak membuahkan hasil, Leon dan bersama kedua anak buahnya telah kembali.
Leon berjalan ke arah Chika yang kini tengah hamil, dan saat berdiri tepat di hadapan Chika Leon bersujud di kedua kaki Chika.
" Maaf kan Salah Saya, kalau Saya mendengar kan apa yang di katakan suami kamu mungkin tidak akan terjadi seperti ini. Dan Saya tidak kehilangan kedua anggota Saya." Ucap Leon.
" Bangun Om jangan seperti ini, semuanya bukan Salah Om. " Ucap Chika.
" Bangun kamu. " Bentak Nugroho.
Buuugh.
Nugroho memukul wajah Leon hingga sudut bibirnya berdarah.
" Kalau tidak bisa membaca Zona jangan sok bisa jadi pemimpin. Kamu lihat ada dua wanita yang kehilangan suami nya satu meninggal satu nya lagi hilang. Dan lebih parahnya lagi, mereka sedang hamil." Bentak Nugroho.
" Maaf kan Saya maaf. " Ucap Leon.
Danyon pun datang memisahkan Nugroho untuk menjauhi Leon.
" Biar Leon urusan kami, dan kami akan tetap masih mencari keberadaan Rio."
******
Hoek.. hoek... hoek...
" Nak, apa ke rumah sakit saja. " Ucap Nenek Utami saat melihat Chika muntah tak henti - henti nya hingga lemas.
" Nggak usah Nek, nanti juga sembuh. Maklum hamil muda." Ucap Chika.
" Tapi Nak, lihat kamu sudah pucat malah hamil semakin kurus bagaimana perkembangan janin kamu nak."
" Bu Saya baik - baik saja."
*****
" Nugroho Nenek minta tolong, Chika tidak Mau makan . " Ucap Nenek Utami.
__ADS_1
" Saya sudah minta dia untuk makan dan ingat akan janin nya tapi tetap seperti itu, satu karena masa kehamilan nya kedua karena memikirkan Rio. " Ucap Nugroho.
" Jadi harus bagaimana? "
" Terpaksa infus lagi."
****
" Saya nggak Mau di infus Bang Nu. " Ucap Chika.
" Kalau nggak Mau di infus kamu makan." Ucap Nugroho.
" Chika nggak nafsu dan membuat perut Chika mual lihat nya. "
" Nak sedikit saja." Ucap Nenek Utami.
" Nggak Nek, nggak bisa masuk." Ucap Chika.
" Terpaksa infus sama jarumnya yang saya bawa dari istri Bang Harun saya pakaian kan." Ucap Nugroho.
Chika lalu tiba - tiba menangis dan lantas menatap photo Rio yang mengenakan seragam loreng dengan memegang senjata.
" Saya hanya ingin suami Saya pulang, cari dia Bang entah hidup atau mati." Ucap Chika.
Hiks... hiks.. hiks...
" Kami sedang berusaha mencari Rio, jangan khawatir . " Ucap Nugroho.
Hiks.. hiks... hiks...
" Mas Rio...!!! "
******
Plaaaakk
" Kamu kenapa begitu ceroboh Leon. " Bentak Danyon saat berada di ruang khusus.
__ADS_1
" Siap Saya Salah. " Ucap Leon.
" Kamu tahu, keputusan kamu fatal saat itu, kenapa Rio memilih pergi karena tujuan awal dia adalah membebaskan Sandera, dan sekarang Sandera sudah terbebas kita malah kehilangan 2 anggota terbaik satu gugur satu nya lagi hilang."
" Saya siap menerima hukuman."
" Terpaksa kamu di mutasi, dan pangkat kamu di turunkan."
*******
Tengah malam Chika baru mulai Mau makan, hanya dua suapan yang masuk membuat Nenek Utami dan Nugroho lega. Karena sudah seharian Chika tak memakan apapun dan hanya cairan nutrisi dari infus yang masuk kedalam tubuh nya.
" Bang sudah dapat kabar? " Tanya Chika.
" Belum Chika." Jawab Nugroho.
" Apapun nanti, Saya sudah siap Bang asal pulang."
" Abang juga berharap begitu. "
" Nak, Nenek yakin suami kamu dalam lindungan Allah SWT. " Ucap Nenek Utami.
" Asal pulang Nek, walau hidup atau mati yang penting pulang."
*******
" Bagaimana apa sudah dapat info? " Tanya Nugroho.
" Bang, Tim yang mencari jejak terakhir dimana Bang Rio berada tak menghasilkan apa - apa. Dan kalau pun dimakan binatang buas pasti ada jejak sedikit pasti ada. "Jawab Ilham.
" Hanya robekan celana dan darah. " Ucap Nugroho.
" Iya hanya itu dan tak ada lagi, Tim yang di kirim kesana hanya di kasih waktu 2 minggu, berarti sampai minggu depan dan bila tak di temukan Tim akan kembali, karena resiko kalau mencari terlalu dalam ke hutan."
Nugroho mengacak rambut nya saat mendengar kabar tentang sahabatnya yang entah kini berada dimana.
" Ya Allah lindungi dia dimana pun berada, kembali kan dia pada kami hidup atau mati." Ucap Nugroho.
__ADS_1