
Chika menggendong Zain , Bayi laki - laki itu kini sudah berada di dalam gendongan Mamah nya. Di dalam mobil Chika tak berhenti tersenyum karena merasakan sangat bahagia.
Begitu pun juga dengan Papah nya yang tak henti - henti nya melirik ke arah Zain, dan raut wajah bahagia nya pun terpancar.
" Mas Zain Lucu ya, benar - benar mirip kamu Mas. Padahal Mamah nya yang capek mengandung eh malah Papah nya yang nempel ke Zain. " Ucap Chika sambil mengerucutkan bibir nya.
" Ya Kan bisa jadi Zain kan Mas yang tanam Mah dan kita yang olah sama - sama, jadi bagaimana pun bibir nya kan dari Papah." Ucap Rio.
*****
Zain pun di tidur kan di dalam box bayi, Ibu - Ibu istri anggota yang lain nya pun datang untuk menengok Zain, bahkan banyak yang memberi kado untuk Zain.
" Lucu Bu Rio, seperti Papah nya. " Ucap Ibu Saleh.
" Benar, lucu kayak Papah nya dan kalau sudah besar pasti kayak Papah nya gagah. " Ucap Ibu Anwar.
" Yang penting sehat, walau di lahirkan 7 bulan dan mungkin berbeda sedikit cara mengurusnya. " Ucap Ibu Harun.
" Terima kasih Ibu - Ibu sudah pada nengokin Zain dan makasih kado nya. " Ucap Chika.
*****
Rio menggendong Zain setelah selesai mandi, dengan bernyanyi pelan Zain menatap Papah nya serta tersenyum sehingga membuat Rio semakin gemas melihat Putra nya.
Chika duduk di sebelah Rio dengan dagu bersandar di pundak suami nya.
" Mas, mba Zalimah sudah di kasih tahu? " Tanya Chika.
" Sudah, tapi dia nggak akan bisa kesini tapi nanti kalau sedang ada di negara tetangga dia akan terbang kesini. " Jawab Rio.
" Mas, rasanya seperti ini jadi orang tua itu." Ucap Chika.
__ADS_1
" Rasanya bahagia sayang, di saat kita sedang penat ada anak seakan semua beban hilang dan teman di hari tua kita sayang." Ucap Rio.
" Kalau ingat flashback dulu lucu juga, Saya yang masih smp mengejar cinta om Rio, dan sekarang malah bisa jadi istrinya. Nggak menyangka saja kalau Om Rio nya juga cinta sama Chika."
" Om kan dulu memang sayang dan cinta sama kamu, tapi kan saat itu umur kamu masih 12 tahun Om nggak mau mengatakan sebenarnya."
" Chika bahagia Mas, sangat bahagia."
*****
Owaaaakk... owaaaakkk
Chika pun bangun saat Zain menangis, Chika memeriksa Pampers yang sudah penuh sehingga membuat Zain tak nyaman.
" Pah..!! " Panggil Chika.
" Papah...!!! " Panggil Chika kembali.
" Pah...!!!
" Papah....!!! " Teriak Chika sehingga membuat Zain menangis sangat keras.
Rio langsung membuka matanya dan duduk dengan mata yang masih mengantuk.
" Mas bantuin ganti pampers nya." Ucap Chika sedikit kesal pada Rio.
" Iya. " Rio berjalan mengambil Pampers dengan wajah kantuknya dan menyerah kan pada Chika.
" Mas bantuin bukain nggak."
Rio membuka perekat Pampers dan Chika membersihkan milik Zain lalu Rio lalu memasangkan Pampers nya.
__ADS_1
Setelah di ganti pampers Zain tidak tidur kembali malah matanya terbuka lebar, Chika terus menggendong Zain karena bila di rebahkan Zain akan menangis.
Tidak dengan Rio yang kembali tidur dengan nyaman memeluk bantal guling.
" Zain nggak ingin bobo lagi sayang, Mamah ngantuk nak. " Ucap Chika sambil menepuk - nepuk pelan pa****t Zain.
" Mas..!! "
" Hmmm. "
" Gantian dong, ini Zain nggak mau tidur lagi. "
Rio membuka matanya lalu beranjak mendekati Chika yang menggendong Zain.
" Anak Papah kenapa sih hem nggak tidur lagi, mau bergadang ya. " Ucap Rio yang sudah menggendong Zain.
******
" Kenapa kamu, tadi malam nglembur? " Ledek Nugroho.
" Tadi malam Zain baru tidur jam 5 pagi bangun sejak jam 3." Ucap Rio sambil memejamkan matanya.
" Nikmati saja Bro, pengalaman ini tidak akan pernah terulang lagi. "
" Nikmatnya jadi orang tua, Saya sudah bayangkan kalau saat seperti ini Saya sedang Satgas kasihan Chika tidak bisa gantian."
" Tapi anak kamu nggak rewel kan? "
" Nggak, dia anteng anak nya, hanya ini kuat begadang."
" Kayak Papah nya kuat melek, kenapa pas temanin anak kamu malah sekarang Ngantuk? "
__ADS_1
" Beda lah kan ada tidur nya ini Saya belum tidur lagi tahu. "
" Ya sudah istirahat Saja, nanti kalau ada komandan Saya bangunin."