I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Menahan Rindu


__ADS_3

Rio tersenyum saat setelah membaca surat yang dia ambil dari selipan di dalam buku Diary milik Chika.


Lantas Rio pun melihat di dalam Diary tersebut ada sebuah lukisan photo saat terakhir mereka bertemu 10 tahun yang lalu.


Rio mengusap pelan gambar tersebut dan tersenyum ke arah hasil karya Chika.


" Mas nggak mau kehilangan kamu sayang, semoga kamu kuat dan bisa sembuh. Banyak hal yang masih belum kita lakukan bersama. Mas ingin membina rumah tangga sampai menua nanti. Kamu harus kuat sayang, kamu harus sehat kamu harus bisa seperti dulu lagi."


*******


" Why didn't he eat the porridge ( Kenapa nggak di makan buburnya )." Tanya Rebecca saat melihat Chika diam tak ingin makan saat Rey mencoba menyuapi nya.


" My husband hasn't heard from me, he says he'll tell you when he gets here but he's not telling the truth ( Suami saya belum kasih kabar, katanya kalau sudah sampai dia akan kasih kabar tapi mana buktinya dia bohong)." Jawab Chika.


" Maybe she's resting, miss chika ( Mungkin sedang istirahat nona Chika jadi sabar saja menunggu) ." Ucap Rebecca.


" hopefully ( Semoga saja) ." Ucap Chika kesal.


" Now if miss chika has something to eat first, if you don't want I'll be treated with Mrs. Zalimah ( Sekarang nona Chika makan dulu, kalau nona tidak mau saya akan di marahin sama Nyonya Zalimah) ."


" Ok. " Ucap Chika dengan malas.


Lantas Rebecca pun tersenyum dan mulai menyuapi Chika.


*****


" Astaghfirullah saya sampai lupa belum kasih kabar Chika, gara - gara ketiduran." Ucap Rio yang langsung mengambil ponsel nya dan melihat jam karena waktu di Rio dan Chika sangat berbeda.


Rio pun lalu mencoba menghubungi istri nya, dan mungkin Chika sedang marah karena tak segera menghubungi nya.


" Sayang...!! " Sapa Rio.


" Mas kamu kemana saja, lama banget baru kasih kabar." Ucap Chika terdengar kesal dari seberang.


" Maaf sayang mas ketiduran beneran sumpah, ini mas baru bangun."


" Sampai jam berapa tadi?" Tanya Chika.


" Mas tidur sudah hampir 4 jam sayang, berarti sudah sekitar 6 atau 8 jam mas sampai dan turun dari pesawat jam 2 siang." Jawab Rio.


" Mas." Ucap Chika dengan nada manja.


" Iya sayang."


" Kangen."


" Sama Mas juga kangen, kamu sudah makan sama minum obat? " Tanya Rio.


" Sudah, tadi sama Rebecca." Jawab Chika.


" Jadi sekarang sudah sama Rebecca, bagaimana orang nya? "

__ADS_1


" Baik perhatian. "


" Syukur lah Mas tenang disini."


" Ibu bagaimana Mas? " Tanya Chika.


" Ibu, Alhamdulillah baik tapi ini belum pulang ke rumah ibu Yank. " Jawab Rio.


" Mas, mampir kemana? " Tanya Chika penuh penekanan.


" Mampir ke istri muda yang, istri tua kan jauh jadi mampir ke istri muda." Ledek Rio.


" Mas....!!! " Bentak Chika.


" Aduh Yank, jangan teriak - teriak Mas nggak budeg." Ucap Rio.


" Kamu bilang tadi apa, istri muda? "


" Iya kenapa Yank?"


" Mas.. awas ya kamu, Chika pulang sekarang."


" Eits yank gitu aja marah, Mas memang pulang ke rumah istri muda, ya kamu istri mudanya." Ucap Rio sambil menahan tawa.


" Nyebelin." Ucap Chika kesal.


Hahahahha


" Maaf sayang jadi gemes lihat kamu pengen mas gigit itu bibir kalo deket."


" Mas."


" Jangan nakal."


" Iya sayang."


" Awas kalo main mata."


" Sedikit yank, nggak apa - apa kan?"


" Mas...!!! " Bentak Chika.


" Iya sayang, ih tambah gemes."


****


Di Negara lain Chika tersenyum saat Rebecca mematikan ponsel nya, Rebecca tersenyum walau tak tahu artinya yang jelas Chika sedang bahagia setelah melakukan panggilan telepon bersama suaminya.


" Miss him cured ( Kangen nya sudah terobati kan )." Ucap Rebecca.


" My heart sank, yearning to be healed ( Hati saya jadi tenang, rindu terobati)." Ucap Chika.

__ADS_1


" Believe me, your husband is a loyal man, hearing in his own words, he loves you more than anything ( Percayalah suami kamu pria yang setia, di dengar dari cara bicaranya dia sangat mencintai kamu lebih dari segala nya)."


" You are right, Rebecca, my husband is very kind, and very dear to me. In my time like this, he has always been faithful by my side, he accepts me like this ( Benar kata kamu Rebecca, suami saya itu sangat baik sekali, dan sangat sayang sama saya. Di saat saya seperti ini, dia selalu setia berada di sisi saya, dia menerima saya dengan keadaan seperti ini)." Ucap Chika.


" May your love be eternal ( Semoga cinta kalian abadi )." Ucap Rebecca.


" Amin..!! "


*****


" Makan dulu sama kami, dari baru datang kamu belum makan apa - apa." Ucap Nenek Utami sambil menata lauk dan nasi di atas meja makan.


" Makasih Nek, tadi benar - benar belum lapar. Yang ada ingin tidur nek." Ucap Rio.


" Chika bagaimana perkembangan nya?" Tanya Nenek Utami sambil menuangkan nasi ke atas piringnya.


" Alhamdulillah Nek ada perkembangan, minta doa nya saja semoga sembuh."


" Amin, Alhamdulillah kalau ada kemajuan."


" Nek, kalau boleh tahu kedua orang tua Chika meninggal tahun kapan?" Tanya Rio sambil mengambil nasi dan lauk.


" Sejak usia 5 tahun, karena sakit. Saat itu yang meninggal dunia Ibu nya Chika dulu, terus tahun berikutnya Ayah nya Chika meninggal dunia karena kecelakaan."


" Yang anak Nenek ayahnya Chika atau Ibunya?"


" Ayahnya Chika itu anak Nenek Utami."


" Berati sejak kecil ya Nek, Chika jadi anak yatim piatu."


" Iya, makannya harta Nenek hanya Chika untuk menemani hari tua Nenek, tapi malah Chika sakit."


" Insya Allah Nek, Chika sembuh dan kita akan berkumpul kembali dengan Chika."


" Pak Tentara, disana Chika sama mba Zalimah?" Tanya Kang Bagyo.


" Sama Asisten rumah tangga Mba Zalimah namanya Rebecca, soalnya Mba Zalimah harus shooting setiap hari." Jawab Rio.


" Oh... artis toh."


" Iya artis."


*******


" In light of miss chika's progress, she's already made progress. Little by little it moves and the pain lessens ( Di lihat dari perkembangan nya Nona Chika sudah ada kemajuan. Sedikit demi sedikit sudah bisa gerak dan rasa sakit nya sudah berkurang)." Ucap Dokter Gabriel.


" Alhamdulillah." Ucap Zalimah.


" Stay focused on the cancer cells even if they do it it's not fully healed ( Tinggal Fokus ke sel kankernya walau sudah bisa gerak tubuhnya ini belum sembuh total) ." Ucap kembali Dokter Gabriel.


" I hope there's been a lot of developments for my sister in law ( Semoga banyak perkembangan untuk adik ipar saya)." Ucap Zalimah.

__ADS_1


" We pray a lot for miss chika ( Kita banyak berdoa untuk Nona Chika)."


" It must be doctor, we pray every day for chika's recovery ( Pasti itu Dokter, kami setiap hari berdoa untuk kesembuhan Chika)."


__ADS_2