
Setelah Rio berangkat, Chika masih merasakan pusing dan mual. Sehingga malam ini tak bisa tidur karena harus muntah hingga lemas.
Chika mengambil ponsel nya dan baru ingat kalau suami nya sedang berangkat tugas dan tak boleh di hubungi selama suami nya pergi.
" Ya Allah ini kenapa, sudah nggak kuat banget." Ucap Chika sambil beranjak bangun dari rebahan nya.
Tanpa pikir panjang, Chika menghubungi Nugroho melalui panggilan telepon.
" Hallo Bang."
" Iya Chika kenapa? "
" Abang lagi dimana? "
" Abang lagi nongkrong di pos kenapa? "
" Bang bisa antar Saya ke rumah sakit nggak, dari siang Saya muntah - muntah terus."
" Iya.. iya.. tunggu ya.. nanti Abang ambil mobil dulu kamu tunggu di depan." Ucap Nugroho dari seberang.
" Makasih Bang."
****
" Siapa Bang Nu? "
" Istri nya Bang Rio minta di antar ke rumah sakit."
" Kenapa?? " Tanya Junior nya.
" katanya muntah - muntah terus dari tadi siang sampe sekarang."
" Yaudah Bang buruan kasihan."
" Yaudah Saya mengantar istrinya Rio dulu ya."
" Siap Bang, hati - hati."
*****
Di dalam mobil Chika hanya memejamkan matanya sambil memegang perut nya.
" Masih mual? " Tanya Nugroho.
" Iya Bang, mual sama pusing." Jawab Chika.
" Makan apa tadi, barang kali keracunan." Ucap Nugroho.
" Nggak makan apa - apa Bang."
***
Chika di bawa ke IGD dan Dokter meminta untuk Chika tes urine, hingga akhirnya hasil pun keluar dan Dokter pun tersenyum ke arah Chika dan Nugroho.
" Mba Chika selamat ya ternyata Mba sedang hamil 4 minggu." Ucap Dokter tersebut.
" Ha - hamil Dokter? " Ucap Chika tak percaya.
" Benar Mba selamat ya."
" Alhamdulilah ya Allah."
" Selamat Chika." Ucap Nugroho.
" Berhubung kondisi Mba Chika yang lemas karena muntah - muntah, jadi di infus dulu ya sampai besok siang."
" Baik Dokter, terima kasih." Ucap Nugroho.
*****
Chika pun sudah berada di kamar rawat inap setelah mendapatkan penangan di IGD.
" Bang terima kasih ." Ucap Chika.
" Sama - sama Chika." Ucap Nugroho.
" Bang, kalau Mau pulang nggak apa - apa, biar Chika sendirian saja. Nanti kalau Mau pulang Saya hubungi Bang Nu lagi."
" Nggak apa - apa Chika, Abang tungguin kamu di luar."
******
Helicopter pun sudah sampai di titik lokasi di Sepanjang perjalanan Rio dan Leon selalu silang pendapat hingga Anggota lain menengahi setiap perdebatan mereka.
" Sudah jangan berdebat terus, ini kita sudah di titik semua Tim turun." Ucap Pilot.
__ADS_1
" Kita pindah penurunan, kalau kita turun disini sama saja kita menjadi makanan mereka." Ucap Rio.
" Turun semua, Saya disini yang memimpin operasi ini, Mau kita sebagai makanan mereka kita ini sniper terbaik, tunjuk kan kalau kalian bisa kalau tidak Mau berarti pengecut." Ucap Leon.
" Kamu tahu, Tim kita punya keluarga. Kita berangkat lengkap pulang juga harus lengkap jadi jangan sampai satu atau dua Tim kita gugur atau kita semua gugur. Misi kita selamat kan sandera." Ucap Rio.
" Turun...!!! "
Helicopter pun tepat berhenti di ketinggian 700 kaki, satu persatu Tim turun begitu pun juga Rio.
Suasana yang gelap di tengah rerumputan tinggi mereka berjalan dengan sangat hati - hati karena tiba - tiba musuh akan datang.
Door
Door
" Merunduk." Ucap Leon.
Door
Door
" Musuh menyerang, serang balik." Perintah Leon.
Door
Door
Baku tembak pun terjadi, Rio pun menembak ke segala arah dimana Tim mereka di berondong tembakan dari segala Sisi.
" Saling melindungi...!!! " Teriak Rio.
Door
Door
Door
Aaarrgggh
" Sersan Wahyu." Ucap Rio sambil mendekati Wahyu yang tertembak di bagian dada.
" Bertahan...!! " Ucap Rio sambil menekan darah yang terus keluar.
" Nggak, kamu kuat."
Uhuk... uhuk...
Sersan Wahyu mengeluarkan darah dari mulutnya nya.
" Ti - tidak kamu bisa bertahan, Saya mohon ini perintah jangan tidur." Ucap Rio.
" Ma - maaf. " Ucap Sersan Wahyu menutup matanya.
" Bangun... Wahyu....!!! " Ucap Rio.
Door
Door
serangan semakin membabi buta, semua Tim kewalahan dengan serangan yang datang dari semua arah.
" Cepat lari dari Zona merah, bawa Jenazah Sersan Wahyu." Ucap Rio.
Leon pun menganggukkan kepalanya Dan Tim pun mundur, namun saat semua Tim mundur Rio tetap berjalan ke depan dan terus menembak.
" Letnan Rio...!! " Teriak Leon.
Semua Tim menoleh kebelakang dan saat akan kembali melalui earpeace nya Rio mengatakan untuk mundur.
" Kalian cepat selamat kan diri kalian dan bawa Jenazah Sersan Wahyu, Saya akan selamat kan sandera."
Door
Door
Door
*****
" Astaghfirullah. " Chika terbangun saat Nugroho masuk kedalam kamar rawat inap.
" Maaf Chika." Ucap Nugroho.
" Nggak Bang, jantung Saya berdetak sangat kencang." Ucap Chika sambil memegang dadanya.
__ADS_1
" Saya panggil Dokter." Ucap Nugroho.
" Nggak usah Bang, nggak usah." Ucap Chika.
" Bang, apa sudah ada kabar tentang Tim yang berangkat tadi malam? " Tanya Chika.
" Belum."
******
Tembakan terus menyerang saat helicopter mendarat untuk membawa Jenazah Sersan Wahyu.
" Kapten ayok naik? " Ucap salah satu Tim yang sudah naik di atas helicopter.
" Saya akan menyusup Letnan Rio, semuanya salah Saya yang tidak mendengarkan dia. Seharusnya Saya tidak di ikut sertakan pada misi ini." Ucap Leon.
" Saya akan turun, menyusul Letnan Rio." Ucap Salah satu Anggota.
" Saya juga ikut."
" Saya ikut."
Semuanya pun ikut turun dan kembali maju ke tengah zona merah dan helicopter pun pergi membawa Jenazah Sersan Wahyu.
******
Chika pun pulang dari rumah sakit, dan saat turun dari mobil terlihat semua Ibu persit dan para Tentara berkumpul di rumah Sersan Wahyu bahkan tenda pun sudah berdiri tegak dengan bendera kuning.
" Bang Om Wahyu? "
" Abang baru dapat kabar tadi pagi Wahyu gugur dan Jenazah nya sedang dalam perjalanan kemari."
" Suami Saya bagaimana Bang? " Tanya Chika.
" Kabar mengatakan Rio tetap maju ke garis depan dan hanya Rio yang tak kembali." Jawab Nugroho.
Chika memegang lengan Nugroho dan merasakan lemas di kedua kaki nya.
" Chika, kamu istirahat dulu di dalam."
" Suami Saya juga akan pulang kan Bang? "
" Iya suami kamu akan pulang, percaya sama Abang."
" Saya takut terjadi sesuatu pada Mas Rio."
******
" Kita sudah melumpuhkan target, tapi kita kehilangan jejak Letnan Rio." Ucap Ruby.
" Earpeace nya juga tidak aktif." Ucap Alan.
" Kita lanjutkan perjalanan, dari sini akan bertemu sungai dan gua kemungkinan Letnan Rio ada disana." Ucap Agus.
" Kalau Saya tidak bisa membawa nya pulang dalam keadaan hidup Saya yang akan merasa bersalah." Ucap Leon.
******
Buugghh
Buugghh
Aaaarrrrggghh
Buugghh
Sreeeeettt
Aaaarrrrggghh
Hahahahaha....
" Masih ingin tetap melawan kamu hah...!!! "
Uhuk.. uhuk...
Door
Door
******
" Seperti terdengar suara tembakan, kita segera kesana." Perintah Leon.
Mereka pun berlari dengan membawa senjata yang siap untuk menembak musuh menuju ke arah bunyi tembakan.
__ADS_1