I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Sebuah Masalah


__ADS_3

Ini dunia novel, dunia halu pasti banyak yang hal yang tak mungkin di dunia nyata, menjadi nyata di dunia novel, karena dunia novel adalah dunia kehaluan... 😁😁😁🙏🙏🙏


Akbar turun dari taxi online bersama dengan Sarah, dimana terlihat Rio berjalan menghampiri sampai depan pos penjagaan.


" Ayo masuk." Ajak Rio pada Akbar dan Sarah.


" Dia dimana Bang? " Tanya Akbar.


" Nanti dia panggil ke ruangan saya." Jawab Rio.


Sarah berjalan di belakang Rio bersama Akbar yang menggandeng tangan Sarah, saat sampai di depan pintu ruangan Rio Sarah menggelengkan kepala nya.


" Kenapa? " Tanya Akbar.


" Saya takut dia nggak Mau menemui saya." Jawab Sarah.


" Tenang saja, saya panggil dia nggak tahu kalian ada disini." Ucap Rio.


Sarah pun lalu masuk dan duduk di sofa panjang yang berada di dalam ruang kerja Rio.


Rio pun lalu menghubungi Fery, selang 5 menit Fery pun masuk dan tak mengetahui bahwa Sarah dan Akbar ada di dalam.


" Ada perlu apa bro? " Tanya Fery.


" Lebih baik kamu duduk." Jawab Rio, dan Fery pun membalikkan tubuh nya, dan begitu sangat kaget saat melihat wajah Sarah dan Akbar.


" Sa - sarah." Ucap Fery.


" Kenapa Bang, kaget ya." Ucap Sarah sinis.


" Dan kamu Akbar? " Tunjuk Fery.


" Saya kemari mengantar mantan pacar Saya, ingin bertemu sama pujaan hatinya yang sudah melepaskan tanggung jawab." Sindir Akbar.


" Duduk dulu Fery." Ucap Rio.


" Bang, Saya kemari hanya ingin minta kejelasan dari Abang. Saya hamil Bang, malah sekarang seperti nya Abang jauh." Ucap Sarah.


" Maaf kan Saya Sarah, Saya tidak bisa." Ucap Fery menunduk."


" Apa kamu Bang, kamu nggak tanggung jawab." Bentak Akbar .


" Maaf."


Mata Sarah berkaca - kaca saat mendengar apa yang di lakukan Fery.


" Tega kamu Bang, tega sekali." Ucap Sarah.


" Fery, apa nggak Ada ke putusan lain hah.., kamu bisa saja nikahi Gaby dan Sarah. Asal salah satu tidak di daftar kan namanya."Ucap Rio.


" Ini sama saja mengakhiri Saya pelan - pelan." Ucap Fery.


" Kamu benar - benar ya Bang."


Buuuggghh


Buuuuugggh


" Hentikan...!!! " Teriak Sarah saat melihat Akbar memukuli Fery hingga lebam di wajahnya.

__ADS_1


" Baik, Saya jelas disini alasannya, kamu sama Saya hanya main - main, dan kamu sama Saya hanya selingan." Ucap Sarah.


" Kamu tahu, Saya lebih berat sama Gaby ketimbang sama kamu. Dan kita hanya just have Fun, nggak lebih. Dan itu salah kamu, kenapa kamu bisa ceroboh."


Plaaaaaakkkk


Tamparan keras dari Sarah tepat pada pipi sebelah kiri Fery.


" Kamu tega, kamu jahat. Saya bersumpah hidup kamu sama Gaby nggak akan pernah bahagia. Saya bersumpah itu."


" Kamu sumpahin Saya, Ayah dari anak kita."


" Anak kita, Ayah. Nggak salah dengar.Kamu takut kena karma hah.. ingat karma berlaku."


" Saya akan katakan sama keluarga besar kita Bang, kalau kamu telah menghamili wanita lain, biar masalah ini semua tahu dan hancur karier kamu." Ucap Akbar.


" Kamu jangan macam - macam Bar." Ucap Fery.


" Kenapa takut..!! " Bentak Akbar.


" Kalau begitu, kita naikan kasus ini. Biar yang di atas tahu." Ucap Rio.


" Kamu jangan begitu, kamu Sahabat Saya dari dulu sampai sekarang." Ucap Fery.


"Saya lebih menjunjung tinggi perempuan dari pada menjunjung tinggi persahabatan dengan kamu." Ucap Rio.


" Saya mohon jangan sampai mereka tahu kasus Saya, kalau sampai tahu, Saya akan di pecat atau kena sanksi kalau sampai tahu di telinga keluarga Saya, bisa hancur harapan saya. "


" Masa bodoh dengan karier kamu Mas." Ucap Sarah.


" Maaf kan saya Sarah maaf, saya akan tanggung jawab untuk biaya hidup nya tapi tidak dengan menikah sama kamu."


" Tidak perlu nafkahi biar anak yang di kandung Sarah menjadi anak saya, dan saya harap jangan pernah suatu saat nanti kamu mencari anak yang di kandung Sarah." Ucap Akbar.


" Saya akan tanggung jawab, dan percuma kamu nangis darah juga dia nggak akan tanggung jawab, kita lihat karma yang berlaku." Ucap Akbar lalu menarik tangan Sarah untuk keluar dari ruangan Rio.


" Kamu benar - benar melepaskan salah satu." Ucap Rio.


" Maaf kan Saya."


" Saya tidak akan ikut campur atau membantu kamu bila kabar ini sampai bocor." Ucap Rio.


*****


Hiks.. hiks... hiks...


" Sudah jangan menangis." Ucap Akbar.


" Hiks.. hiks.. kenapa dulu Saya nggak pernah apa yang kamu katakan Bang. Hiks... hiks.. " Ucap Sarah.


" Saya sayang sama kamu, tapi ya sudah lah sudah terjadi." Ucap Akbar.


" Bagaimana nanti Saya kasih tahu Ayah sama Ibu, kalau Saya hamil tanpa suami hiks.. hiks.. "


" Kata siapa tanpa suami, kamu akan tetap menikah."


" Menikah, sama siapa, sama Bang Fery? "


" Saya akan menikahi kamu, sekarang kita ke tempat tinggal orang tua kamu, minta restu dan besok kita ke rumah orang tua saya."

__ADS_1


" Bang."


" Saya akan menyayangi anak ini, Saya akan menyayangi seperti darah daging saya."


*******


" Nggak menyangka Bang Fery seperti itu Mas." Ucap Chika.


" Ya.. Mas sudah ancam dia, kalau sampai bocor masalah dia Mas nggak akan bantu, biar dia yang tanggung akibatnya."


" Semoga karma berlaku." Ucap Chika.


" Dengar - dengar Akbar yang akan nikahi Sarah."


" Hah.. Bang Akbar? "


" Iya, Akbar nikahi Sarah. Sungguh mulia dia, dia bukan sembarang lelaki, Akbar memang sosok pria yang baik. "


" Dari dulu memang Bang Akbar baik Mas, dan tahu sendiri Bang Akbar sayang banget sama Sarah. Dasar Sarah nya saja yang nggak peka." Ucap Chika.


" Yank, kamu nggak kangen sama Mas, dari tadi bahas masalah orang terus."


" Kangen lah Mas, masa nggak kangen." Ucap Chika.


" Mas ganti video call ya."


Rio pun beralih melakukan video call, terlihat Chika yang sedang duduk di atas tempat tidur. Dan terlihat rambut yang mulai tumbuh.


" Kamu tambah cantik sih Yank, jadi pengen makan kamu." Ucap Rio sambil memainkan sebelah matanya.


" Dasar suami otak mesum."


" Kan sama istri sendiri, masa nggak boleh."


" Boleh sih."


" Yank."


" Hmmm."


" Kalau nanti kita ketemu, boleh nggak Mas langsung ehem kamu? "


" Ehem apa Mas? "


" Ehem gua kamu."


" Chika nggak punya gua Mas."


" Masa sih? "


" Iya, ih apaan sih? "


" Kamu tahu nggak, senjata mas itu pengen nembak tepat sasaran sudah lama nembak nggak di tempatnya."


" Mas ngomong apaan sih, tambah ngaco nggak jelas."


" Apa perlu mas tunjukkan sekarang? "


" Mau tunjukkin apa sama Chika."

__ADS_1


Chika melihat Rio berdiri dan sangat dekat dengan kamera, saat itu Rio mencoba menunjukkan sesuatu yang membuat Chika kaget.


" Mas..... kamu ngapain...!!! " Teriak Chika.


__ADS_2