I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Cinta Selamanya


__ADS_3

Rio masih setia memeluk tubuh Chika dari belakang, dan Rio sesekali mendengar wanita nya memanggil namanya.


Hati Rio sangat rapuh saat melihat kondisi Chika seperti ini, sakit hingga lemah karena memikirkan dirinya.


" Rio..!! "


Rio menoleh saat melihat sang kakak sudah bangun dari tidurnya, saat dirinya masuk Zalimah tengah tertidur pulas.


" Mba."


" Turun kamu." Ucap pelan Zalimah.


Rio pun lalu bangun dan turun dari tempat tidur, dan berjalan menuju ke sofa di mana Zalimah duduk.


" Kemana saja kamu selama ini, dan kenapa setiap kami telepon kamu tak pernah jawab atau balas." Ucap Zalimah kesal.


" Maaf kan Rio mba, selama ini Rio dapat insiden."


" Insiden apa?"


" Rio nggak sadar selama 2 minggu, Rio di tembak oleh orang suruhan Bagyo."


" Apa di tembak?"


Rio mengangkat kaosnya dan terlihat perban ada sedikit darah yang merembas di kain kasa.


" Luka kamu." Tunjuk Zalimah.


" Saya akan lihat kan nanti pada Chika saat dia bangun, Bagyo yang selama ini tinggal bersama Chika ingin menghabisi saya karena dia menyukai Chika selama ini."


" Terus dia sekarang sudah di penjara?"


" Sudah, saat itu juga dia langsung di bawa Polisi."


" Syukurlah kalau begitu."


" Temani Chika, kamu bayar semuanya."


" Rio akan habis kan waktu bersama Chika, sekarang kakak pulang istirahat di rumah."


" Cckkk dasar adik tak tahu diri, malam - malam kakaknya suruh pulang."


" Kan rumah kakak dekat."


Zalimah berdecak kesal dan Rio hanya terkekeh melihat Kakak perempuan nya.


*****


Chika menggeliatkan tubuhnya, dan merasakan sebuah tangan kekar melingkar di perutnya yang rata.


Chika melirik ke arah pria yang kini tengah tidur di sampingnya dan terdengar dengkuran halus dan wajah yang damai.


Chika memiringkan tubuhnya, dan memandang wajah suaminya yang dirinya rindukan.Namun sesat Chika merubah posisi berbaring nya dan memunggungi suaminya, namun merasakan sebuah gerakan Rio langsung memeluk tubuh Chika, dan menempelkan wajahnya di tengkuk leher Chika. Sehingga Chika merasakan deru nafas yang menerpa kulit membuat darahnya berdesir hebat.

__ADS_1


" Kamu kemana saja Mas? "Pertanyaan pertama yang Chika ucap.


" Jangan tanya dulu, Mas lagi kangen sama kamu. "


" Enak saja, datang - datang langsung bilang kangen. Nggak tahu apa istri disini mikirin suami, jangan - jangan mas kesini simpanan Mas sudah bosan."


" Kamu bicara apa Yank, simpanan?" Tanya Rio dengan nada sedikit menekan.


" Iya kenapa, bukti nya Chat saya nggak di balas hanya di baca. 2 minggu kamu kemana Mas, apa kamu ingin cari wanita yang lebih sempurna dari pada saya, silahkan saya ikhlas asal terus terang dan ceraikan saya."


" Kamu ngomong apaan sih Yank." Ucap Rio yang masih sabar.


Chika pun bangun dan duduk menghadap ke arah Rio, dan membuat Rio kaget bahwa istri nya sudah bisa duduk.


" Yank, kamu sudah bisa duduk?" Tanya Rio bahagia.


" Iya kenapa, selama Mas nggak kontak sama Chika sudah banyak perubahan pada tubuh Chika." Jawab Chika.


" Alhamdulillah sayang, Mas senang lihatnya."


" Sekarang jelaskan 2 minggu Mas kemana saja?"


Rio terdiam dan mengangkat kaos nya sedikit memperlihatkan luka di perutnya.


" Mas kamu terluka?" Tanya Chika panik.


" Kamu tahu kenapa Mas 2 minggu tanpa kabar?"


" Kenapa Mas, siapa yang membuat Mas seperti ini?"


" Siapa Mas? "


" Kamu tahu siapa, dan pasti kamu kaget."


" Siapa Mas? "


" Bagyo."


" Nggak mungkin, nggak mungkin Kang Bagyo."


" Kamu nggak percaya sama saya, saya akan hubungi Nenek melalui Pak Kades."


" Kenapa kalau pun iya sampai melakukan ini semua? ".


" Kamu tahu, Bagyo mencintai kamu. Dia melakukan ini karena mencintai kamu dan rela melakukan apa saja. Dan kamu tahu dia selama ini bekerja sebagai kurir nar******ba."


Chika terdiam dan tak menyangka orang yang selama ini dia anggap sebagai kakak, berbanding terbalik di matanya bahkan rela menyakiti orang tersayang Chika.


" Mas Maaf saat kamu hubungi Mas, saat itu Mas dalam kondisi koma dan yang buka Chat itu Monica."


Chika langsung menatap tajam ke arah Rio saat mendengar nama Monica.


" Mas di tolong sama dia, Mas di rawat di rumah nya."

__ADS_1


" Ditolong, di rawat bahkan hal privacy Mas pesan pun dia berani!! "


" Dia masih ingat password ponsel Mas."


" Sampai sekarang belum di ganti, bahkan istri kamu saja belum pernah lihat isi ponsel kamu Mas, Password nya saja nggak tahu."


" Kan kondisi kamu seperti itu Yank, bagaimana mau kasih tahu."


" Bukan alasan Mas, seharusnya kamu kasih tahu. Dan kamu harus tahu Mas, ini masalah pribadi seharusnya dia jangan berani buka ponsel Mas dong, dia sudah bukan apa - apa lagi Mas."


" Iya sayang, mas ganti password nya kamu yang bikin."


Chika mengerucut kan mulut nya lalu mencari ponsel milik Rio di saku celana nya, namun saat mencari tak sengaja Chika menekan perut Rio tepat di atas lukanya.


Aaaawaaa


" Maaf Mas, maaf." Ucap Chika.


Rio memercing kesakitan dan melihat darah tembus di kaos nya.


" Mas."


" Nggak apa - apa, kamu nggak sengaja." Ucap Rio mencoba menekan lukanya.


" Mas maaf kan Chika." Ucap Chika dengan air mata yang sudah lolos.


" Sudah jangan nangis, nggak apa - apa kok."


" Maaf."


******


Di dalam kamar rawat dimana Chika menginap di rawat, Rio telah di tangani oleh Dokter. Menangani jahitan luka tembak yang menembus kulit perut nya yang sedikit terbuka.


Rio kini tengah berbaring di samping Chika, dengan sedikit masih merasakan sakit.


" Jangan banyak gerak dulu Mas, kamu tiduran saja." Ucap Chika.


" Yank, Mas senang kamu sudah bisa seperti ini. Semoga kamu sembuh total." Ucap Rio sambil mengusap pipi Chika yang sudah tampak berisi.


" Mas."


" Iya sayang."


" Seandainya Chika sembuh 100 persen tapi Chika tak bisa memberikan keturunan bagaimana?"


" Mas nggak masalah sayang, mau punya anak atau tidak Mas ingin tetap bersama kamu, menua bersama hingga nafas ini berhenti." Ucap Rio.


Chika memeluk tubuh Rio dengan hati - hati, suami nya sangat bersyukur melihat perkembangan istri nya.


" Mas jangan tinggalin Chika, apapun yang terjadi."


" Mas janji sayang, Mas nggak akan tinggalkan kamu."

__ADS_1


Chika mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir Rio, sensasi ciuman Chika membuat Rio memejamkan matanya.


Rio pun menarik tengkuk leher Chika, di ***** nya bibir Chika dengan lidah yang dimainkan. Chika pun membalas ciuman dengan saling *******.


__ADS_2