I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Bersatunya Cinta


__ADS_3

Chika menatap kedua mata Rio, dan beralih menatap ke arah Neneknya. Rio lalu meraih kedua tangan Chika dan menatap mata yang kini tengah menatap nya.


" Mas ulangi lagi, Mas ingin menikah sama kamu, menjadi pendamping hidup mas sampai maut memisahkan kita."


Chika melirik ke arah Nenek Utami, dan Nenek Utami menganggukkan kepalanya.


" Apakah Mas yakin mau menikah dengan perempuan yang seperti ini?" Tanya Chika.


" Sangat yakin, hati ini sudah memilih wanita untuk pendamping hidup." Jawab Rio.


Chika diam dan tetap menatap ke arah Rio, lalu Rio berubah menjadi wajah yang datar dan sedikit akan melepaskan tangan nya yang memegang tangan Chika. Namun tangan tersebut di genggam erat oleh Chika kembali.


" Chika mau jadi istri Mas, Chika mau sampai mata ini menutup selalu bersama Mas Rio."


Rio tersenyum dan langsung mencium kening Chika, begitu pun juga Nenek Utami pun ikut tersenyum saat cucunya menerima lamaran pria yang sangat dia cintai dari dulu.


" Terima kasih sayang, terima kasih." Ucap Rio sambil mencium punggung tangan Chika.


" Besok Mas akan bawa Ibu Mas kemari, Mas akan melamar kamu, dan nanti kita menikah disini sayang."


" Terima kasih Mas, sudah menerima Chika apa adanya."


" Mas yang sangat berterima kasih sama kamu sayang, karena kamu mencintai Mas sangat tulus dan menerima Mas dengan latar belakang yang semua orang tak suka."


*****


" Jadi besok kamu akan di lamar secara resmi sama Pak Tentara? " Tanya Kang Bagyo merasakan bahagia.


" Iya Bagyo, Nenek ikut senang akhirnya kamu menikah juga. Impian Nenek melihat kamu menikah menjadi kenyataan." Jawab Nenek Utami.


" Chika bahagia Nek, akhirnya cinta Chika bersambut. Walau dengan keadaan Chika yang seperti ini, ada rasa sedih dan bahagia." Ucap Chika.


*******


" Jadi kamu sudah bilang sama Chika dan keluarga nya kamu besok akan melamarnya?" Tanya Ibu Lena.


" Iya Bu, saya sudah bicara sama meraka." Jawab Rio.

__ADS_1


" Ibu ikut bahagia nak, melihat kamu memilih wanita yang selama ini kamu simpan di hati cinta kamu untuk dia. Semoga Chika akan selalu ada di samping kamu hingga menua."


" Amin... Ibu, Rio selalu berdoa untuk Chika. Rio berharap Chika sembuh, dia seperti dulu lagi dan menjadi Ibu untuk anak - anak Rio nanti. Tapi bila Chika tak bisa memberikan keturunan, Rio tak masalah yang terpenting Rio bahagia sama Chika, menua bersama."


*******


" Kamu temani saya besok melamar seorang wanita." Pinta Rio.


" Wah.. akhirnya duren kita sudah mengincar wanita nih. Ngomong - ngomong perawan atau janda? " Tanya Fery.


" Perawan lah, cinta pertama saya." Jawab Rio.


" Wuidih hebat lagi dapat perawan, menang banyak kamu." Ledek Fery.


" Dia nggak seperti yang kamu bayangkan, dia terbaring lemah di rumah sakit sudah setengah tahun."


" Hah... jadi calon istri kamu sakit? "


" Kena Kanker, dia sekarang hanya terbaring tak bisa berbuat apa - apa."


" Terus kamu kok mau menikah nya sama dia?"


" Pantas kamu ingin menikahinya walau kondisi yang bagaimana pun. Semoga ada ke ajaiban." Ucap Fery.


" Amin..!!! " Ucap Rio.


" Saya minta sama kamu besok kamu lamar kan saya untuk dia." Ucap Rio kembali.


*******


Ibu Lena menatap ke arah Chika, dirinya tampak bahagia bisa bertemu dengan wanita pujaan putra nya.


Terlihat Chika tampak tidak pucat karena sedikit polesan yang di berikan oleh Nenek Utami.


" Kamu cantik Chika, pantas anak Ibu sangat mencintai kamu." Ucap Ibu Lena.


" Terima kasih Bu." Ucap Chika pelan.

__ADS_1


Rio pun terus menatap Chika dan saling melemparkan senyuman.


" Kami kemari ingin bersilahturahmi dengan keluarga mba Chika, dengan tujuan mempunyai niat baik ingin menyatukan sebuah keluarga dari keluarga Rio dan keluarga Chika. Saya sebagai teman dan perwakilan dari keluarga Rio ingin mengatakan niatan kami kemari, melamar Chika untuk di jadikan istri dari Rio Dewantara." Ucap Fery.


" Terima kasih sudah berkenan datang kemari dengan niatan yang sangat mulia. Dan kami minta maaf untuk penyambutan nya seperti ini, dan melihat keadaan Chika yang seperti ini. Saya sebagai perwakilan dari keluarga Chika menerima dengan sangat senang hati, tapi kami kembali kan lagi pada Chika biarlah dia sendiri yang kasih jawaban." Ucap Kang Bagyo.


" Bagaimana sayang kamu terima lamaran Rio?" Tanya Ibu Lena.


" Chika menerima lamaran Mas Rio." Jawab Chika.


Alhamdulillah


Ucap semua orang yang berada di dalam kamar rawat Chika.


Rio pun lalu meraih tangan Chika dan menyelipkan sebuah cincin di jari tangan Chika.


" Terima kasih sudah menerima lamaran Mas." Ucap Rio.


" Sama - sama Mas, Chika bahagia akhirnya kita akan segera menikah."


" Saya ingin pernikahan nya di percepat, tidak perlu mewah melihat kondisi Chika yang tidak mungkin untuk melakukan sebuah acara. Kalian menikah di rumah sakit, dan hanya keluarga inti saja karena saya tidak mempunyai keluarga selain Rio." Ucap Ibu Lena.


" Sama Ibu, kami juga bukan kelurga besar. Tapi kami juga bahagia akhirnya cucu saya ada yang melamar, dan mau menerima kondisi Chika apa adanya." Ucap Nenek Utami.


******


" Mas Chika bahagia sekali, sekarang Chika sudah jadi calon istri nya Mas Rio."


" Sama sayang, Mas juga bahagia bisa memiliki kamu setelah 10 tahun lebih kita terpisah saat bertemu kita memiliki cerita tersendiri akhirnya kita bersatu." Ucap Rio sambil berbaring menghadap miring ke arah Chika sambil tangan kanan Rio membelai pipi Chika.


" Mas, maaf ya kalau nanti kita sudah menikah Chika nggak bisa melayani Mas." Ucap Chika dengan mata yang berkaca - kaca.


" Mas nggak mempermasalahkan itu sayang, Mas hanya ingin selalu bersama kamu, hidup bahagia suka dan duka bersama."


" Mas bila suatu saat Mas merasa hambar pernikahan kita, Mas boleh menikah lagi. Carilah wanita yang bisa memenuhi keinginan Mas."


" Kamu bicara apa sayang, kamu pikir Mas melamar kamu dengan kondisi seperti ini Mas hanya main - main. " Ucap Rio dengan nada sedikit tinggi.

__ADS_1


" Mas mau menikah sama kamu dengan kondisi seperti ini itu karena Mas sudah memilih dan menerima segala kekurangan kamu. Mas sangat mencintai kamu, Mas sangat menyayangi kamu sepenuh hati."


__ADS_2