
Rio membuka matanya terlihat Chika tidur memunggunginya dengan selimut yang tertarik ke bawah sehingga memperlihatkan setegah tubuh nya.
Rio tersenyum saat melihat punggung Chika yang putih mulus terdapat sebuah tanda cap stempel yang Rio buat.
Di ciumnya punggu Chika, sehingga si pemilik badan pun menggerakkan badan nya, dan menarik selimut sampai sebatas bahu. Karena sadar merasakan dingin akibat AC di kamar, dan terlihat di luar pun turun salju.
Rio memeluk tubuh Chika dari belakang, dengan tangan yang melingkar di perut Chika yang masih rata.
" Mas, masih ngantuk capek nih." Terdengar rengekan manja Chika sambil memegang tangan Rio yang memeluk tubuh nya.
" Ya sudah tidur lagi, di luar masih pagi turun salju."
Chika pun memejamkan matanya kembali karena merasakan tubuh nya remuk seperti habis di pukul.
****
Rio sudah mandi dan rapih dan wangi, Rio mendekati istri nya yang masih setia memejamkan matanya sampai Rio tersenyum melihat nya.
" Yank, bangun dong malu sudah Siang."
" Hmmm." Chika menggeliat kan tubuh nya dan membuka matanya terlihat suami nya duduk di samping nya.
Chika langsung menarik selimut nya sampai hanya terlihat kepala nya saja.
" Kenapa Yank, di tutup seperti itu? " Tanya Rio terkekeh.
" Malu Mas." Jawab Chika.
" Buat apa malu, Mas sudah lihat semuanya kok."
Chika tersenyum lalu memeluk paha Rio yang berada tepat di samping nya.
" Sudah mandi Sana, kita keluar sebentar besok kita pulang ke tanah air."
" Iya, ini semua gara - gara Mas, sudah bikin tubuh Chika remuk."
" Tapi kamu suka kan, hayo ngaku?"
" Ih... iya ngaku, akh sudah lah mau mandi."
Chika pun turun dari tempat tidur, dan menutupi tubuh nya dengan selimut. Namun saat akan berjalan Chika memegang pundak Rio yang masih duduk.
Awwwww
" Sakit Mas." Ucap Chika dengan nada merengek.
" Coba mas lihat. " Pinta Rio untuk Chika duduk.
Chika pun duduk dan Rio membuka selimut yang membelit di tubuh Chika.
" Mas ngapain sih? " Tanya Chika yang merasakan risih.
" Mas lihat punya kamu sayang." Jawab Rio.
" Nggak akh, malu tahu."
" Isssshhh Mas sudah lihat punya kamu."
__ADS_1
" Nggak akh Mas malu."
" Sudah diem."
Akhirnya Rio memeriksa milik Chika, terlihat masih terlihat bekas permainan tadi malam, dan bercak darah serta sedikit memerah.
" Berendam di air hangat ya, nanti Mas siapkan."
Chika menganggukkan kepalanya, dan menatap Rio memasuki kamar mandi. Setelah menyiapkan air hangat, Rio mengangkat tubuh Chika memasuki kamar mandi.
Chika pun masuk kedalam bath up dan berendam di air hangat.
*****
Setelah berendam di kamar mandi, Rio mengangkat tubuh Chika dan mendudukkan di atas tempat tidur.
Rio pun mengambil kan pakaian untuk Chika, dan memakai kan nya.
" Mas Chika ini nggak sakit, bisa pakai baju sendiri." Ucap Chika.
" Sudah jangan bantah, biar mas yang pakai kan baju, dan dandanin kamu."
" Lebay."
Rio hanya tersenyum saat melihat Chika mengerucutkan mulutnya.
*****
" Miss chika and Mr Rio please have lunch ( Nona Chika dan Tuan Rio silahkan makan siang dulu) ." Ucap Rebecca.
" Thanks Rebecca ( Terima kasih Rebecca)." Ucap Rio.
" Mrs. Zalimah is being broadcast live at one of the TV stations ( Nyonya Zalimah sedang ada siaran langsung di salah satu stasiun tv)." Ucap Rebecca.
Chika dan Rio pun makan siang bersama, bahkan Chika dan Rio lebih memilih makan satu piring berdua.
" Mas, nanti besok kita pulang kemana? "
" Mau kamu kemana? " Tanya Rio sambil mengusap ujung bibir yang terkena noda makanan.
" Terserah Mas saja." Jawab Chika.
" Pulang ke rumah Mas ya, kan belum tahu rumah Mas. Nanti kita ke rumah kamu terus pindah ke rumah Dinas."
" Ok siap apa kata Mas saja."
******
Rio dan Chika sebelum pulang berjalan - jalan keliling kota dimana mereka singgah sekarang. Sambil menikmati dingin nya cuaca dengan salju yang turun, tak lupa mereka abadikan momen tersebut dengan ber photo.
Rio dan Chika pun lalu memasuki sebuah toko dimana menjual aneka permen dan cokelat.
" Mas lucu deh lolly pop nya bentuk mickey." Tunjuk Chika.
" Kamu Mau, ambil saja. " Ucap Rio.
" Ambil banyak boleh kan? "
__ADS_1
" Ambil saja, Mas juga Mau beberapa cokelat."
Setelah bebelanja Cokelat, mereka pun beralih melihat pernak pernik hiasan di dalam sebuah toko.
" Mas lucu deh hiasan untuk di jendela kamar." Ucap Chika.
" Ambil saja kalau senang."
" Akh.. makasih."
" Sama - sama."
******
" Wah habis borong ya, cuaca di luar turun salju sempat - sempat nya belanja." Ucap Zalimah saat melihat Chika dan Rio baru sampai.
" Salju nya gak tebal mba, jadi kita bisa keluar." Ucap Rio.
" Mba, besok kita pulang." Ucap Rio.
" Loh kok cepat? " Ucap Zalimah.
" Maaf mba saya banyak kerja an jadi hanya ijin sebentar sampai rumah hanya tidur sebentar besok nya masuk."
" Mba nggak bisa antar kalian, maaf ya mba sibuk."
" Nggak apa - apa mba, kami malah sangat berterima kasih sama mba." Ucap Chika.
" Insya Allah mba akan kesana kalau mba nggak sibuk."
" Mba, saya ucapkan banyak terima kasih dan maaf merepotkan mba." Ucap Rio.
" Nggak merepotkan malah mba senang bisa dekat dengan adik mba yang baru bertemu sekarang." Ucap Zalimah
******
Chika menyisir rambut nya di depan cermin, Rio pun mendekati Chika dengan memegang kedua bahu istri nya dan mencium pucuk kepalanya.
Chika tersenyum di depan cermin saat melihat Rio mencium pucuk kepalanya.
" Yank, kamu makin hari makin cantik."
" Jangan gombal mas." Ucap Chika sambil menaruh sisirnya.
" Benar mas nggak bohong, mas sepertinya sudah terhipnotis sama kecantikan kamu dan tubuh kamu sayang."
Rio mendekap tubuh Chika dari belakang dengan nafas yang sudah berat dan naik turun.
Chika beranjak dari duduknya dan berbalik menghadap ke arah Rio, dan tanpa aba - aba Rio mengangkat tubuh Chika bagai koala.
Chika yang mengalungkan tangan nya di leher Rio merasakan bagian bawah milik suaminya sudah bergerak.
Di jatuhkan tubuh Chika di atas tempat tidur, Rio pun lalu berbisik ke ke telinga Chika.
" Mas ke kamar mandi dulu tiba - tiba perut mas mules."
Seketika wajah Chika berubah kesal, dan Rio langsung bangun dari atas tubuh Chika dan dengan segera berlari ke arah kamar mandi.
__ADS_1
" Mas.... dasar ya kamu tuh, bikin orang Nanggung. " Teriak kesal Chika hingga terdengar kedalam kamar mandi.
" Maaf Yank... tamu tak di undang tiba - tiba ada gangguan teknik." Teriak Rio.