I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Memiliki Mu Seutuhnya


__ADS_3

2 Bulan sudah Chika setelah di nyatakan sembuh, kini tubuh Chika sudah mulai berubah. Rambut pun kini telah tumbuh, dan tubuh pun mulai berisi.


Hari - hari Chika di lalui dengan menghibur dirinya melukis, seperti dulu lagi tangan nya kembali bergerak di kertas gambar.


" Waw.. bagus banget Chika." Puji Zalimah.


" Sudah lama mba, saya nggak melukis. Terakhir melukis saat melukis Mas Rio, itu sudah nggak mirip.


" Mba Senang kamu sudah Ada kemajuan. Dokter Gabriel juga senang lihat nya."


" Setelah pulang, apa nggak usah kontrol lagi ya soalnya Chika sudah merasakan sehat. Dan sekarang sudah di kurangi obatnya."


" Kalau kamu sudah nggak merasakan sakit no problem, dan selama observasi 2 bulan ini kamu baik - baik saja kan nggak ngeluh rasa sakit? "


" Alhamdulillah baik - baik saja."


" Ya sudah, kalau kamu sudah aman dari kanker."


" Kan Dokter Gabriel juga bilang nya begitu sembuh."


******


" Jadi Mas belum bisa jemput Chika? " Tanya Chika kecewa.


" Iya sayang, maaf ya.. Mas belum bisa ambil cuti soalnya sibuk banget." Jawab Rio dari seberang.


" Ya sudah kalau begitu Chika pulang sendiri saja, 2 minggu lagi kan Sarah menikah masa Saya nggak hadir."


" Iya pokoknya Sarah menikah, kamu sudah ada di rumah."


" Janji ya jangan bikin kecewa."


" Iya sayang, Mas janji nggak bakalan bikin kecewa kamu." Ucap Rio dari seberang.


" Yank, kamu sedang apa? " Tanya Rio kembali.


" Sedang duduk di teras depan kamar, lihat lalu lalang kendaraan." Jawab Chika dengan nada bete.


" Kirain sedang apa, pasti bete ya di rumah terus? "


" Nggak bete, mba Zalimah kalau lagi ada waktu senggang dia ngajak jalan."


" Oh.. kalau misal Mas ngajak jalan sekarang Mau? "


" Iya dalam mimpi."


Rio terkekeh pelan, namun masih di dengar oleh Chika.


" Yank ,Mas tuh kangen sama kamu pengen peluk dan pengen cium kamu."


" Rubah saja panggilan nya jadi video call."


" Nggak asik, yang enak malah ponsel nya kenyang di ciumi Mas."


" Ya makan nya cepat kesini, ajukan cuti lagi pasti ada dispensasi Mau jemput istri nya yang lagi sakit."

__ADS_1


" Iya sayang nya Mas sibuk sayang."


" Ya sudah buru panggilan video nggak."


" Mas Cium dan peluk kamu langsung saja."


Tubuh Chika yang sedang duduk di lantai depan teras kamar yang berada di lantai 10 sebuah Apartment merasakan di peluk dari belakang sangat erat, saat akan menjerit mulutnya di bekap begitu saja dengan sebuah ciuman.


Mata Chika terbelak kaget saat melihat siapa yang tiba - tiba memeluk dan mencium nya.


Rio yang sadar, Chika yang masih kaget langsung melepaskan ciuman nya.


" Surprise..!! " Ucap Rio.


" Mas...!!! "


Rio langsung mencium dan ******* bibir Chika yang sudah jadi candu, Chika pun menikmati ciuman Rio dan membalasnya dengan kedua tangan yang dirinya kalungkan di leher Rio.


Ciuman pun semakin panas, dan Rio beralih ke leher jenjang milik Chika hingga sedikit memberikan tanda kepemilikan.


" Sudah akh DP dulu." Ucap Rio tersenyum sambil melepaskan ciuman nya.


Wajah Chika berubah cemberut dan memukul keras dada Rio, hingga meringis ke sakit an.


" Jahat bohongin Chika."


Hahahahha


" Kan kejutan Sayang." Ucap Rio.


" Bilang nya belum bisa cuti, nah ini malah ambil cuti."


" Yah, padahal masih banyak spot yang ingin Chika lihat."


" Gampang next time Mas janji."


" Ya sudah deh."


Chika beranjak bangun dan berjalan mengarah ke tempat tidur.


" Mba Zalimah tahu ya Mas datang hari ini?"


" Nggak tahu, malah sengaja nggak kasih tahu."


" Jahat." Ucap Chika sambil cemberut.


" Baru tadi di bertemu sama mba Zalimah, sebelum dia berangkat Shooting."


" Mas istirahat saja dulu, pasti capek naik pesawat lebih dari 10 jam."


" Mas Mau rebahan dulu, sini istirahat sama Mas."


Rio pun berbaring di atas tempat tidur begitu pun dengan Chika, yang ikut berbaring dengan bantalan tangan Rio.


" Mas, katanya kangen sama Chika? "

__ADS_1


" Terus? "


" Sekarang sudah bertemu, apa Mas kangen nya begini saja? "


" Terus mas mesti bagaimana, kan sudah ketemu."


" Kalau di telepon otaknya mesum terus, kenapa sih Mas? " Tanya Chika.


" Mau tahu jawaban nya? " Tanya Rio.


Chika menganggukkan kepala nya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rio. Dengan segera Rio merubah posisinya kini Rio mengungkung tubuh Chika dengan kedua tangan Rio di atas kepala Chika.


" Mau tau jawaban nya, kenapa kalau saat telepon an suka begitu sama kamu hem.. "


" Iya kenapa? "


" Ini jawaban nya."


Rio langsung mencium bibir Chika dengan sangat lembut, Chika yang tidak siap sempat berontak namun kedua tangan Chika di pegang oleh Rio dan di naikan di atas kepala Chika.


Rio tanpa henti mencium, begitu dengan Chika yang sama membalas setiap apa yang di lakukan Rio.


Sentuhan jari tangan Rio pun beralih ke daun telinga, dengan menyapu daun telinga hingga membuat rasa yang berbeda.


" Seperti ini yang Mas sudah nggak tahan, apalagi posisi kamu sudah membaik, mas nggak tahan ingin memiliki kamu seutuhnya." Bisik Rio dengan nafas yang terdengar sangat berat.


" Boleh kan Mas lakukan sekarang? " Tanya Rio.


Chika pun menganggukkan kepalanya dengan Mata terpejam, mereka berdua pun saling menyatukan dan memadu kasih.


*****


Setelah merasakan nikmat dan melepaskan semuanya, Rio menatap lekat kedua Mata Chika.


" Makasih sayang? "


Cup


Rio mengecup kening Chika, yang kini terlihat lemas setelah berkali - kali Rio mengajaknya bermain.


" Maaf kalau kasar?"


Chika menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum ke arah suami nya.


" Justru Chika bahagia, akhirnya bisa menjalankan kewajiban sebagai seorang istri."


Rio beralih dari atas tubuh Chika dan menutup tubuh mereka dengan selimut sebatas dada, dan menarik Chika kedalam pelukannya.


" Terima kasih sayang, mas bahagia hari ini." Ucap Rio sambil membelai rambut panjang Chika yang basah karena keringat.


Chika hanya diam dan memejamkan matanya, dengan bersandar di dada bidang milik Rio.


Rio melirik ke arah Chika, terlihat wanita nya kini telah memejamkan Mata, Rio tersenyum saat melihat wanita nya tertidur pulas karena capek yang di sebab kan oleh nya.


" Maaf sayang, sudah bikin kamu capek." Bisik Rio.

__ADS_1


" Hmmm.. " Ucap Chika yang masih terdengar.


Rio tersenyum dan akhirnya matanya pun ikut terpejam bersama masuk ke alam mimpi.


__ADS_2