I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Keinginan


__ADS_3

Saat datang Rio melihat Chika dan Zain yang ada di atas stroller sedang membuka satu persatu bungkus kado, dan isi di dalam Paper bag yang sudah tercecer. Hampir satu ruangan penuh dengan barang - barang yang Rio belum mengetahui dari siapa Chika dapat.


" Assalamualaikum. " Sapa Rio sambil mengarahkan tangan nya lalu Chika mencium punggung tangan Rio.


" Yank, ini kamu belanja atau di kasih? " Tanya Rio.


" Di kasih lah Mas, ini dari mba Zalimah." Jawab Chika.


" Mba Zalimah kapan datang? "


" Mas pergi dia datang, besok juga kesini lagi."


" Kok nggak kabari Mas ya? "


" Kan kejutan. " Ucap Chika.


" Mas, mba Zalimah ngajak keluar Negeri sama Zain dari sini mau ke Afrika. Boleh nggak Chika sama Zain ikut? " Tanya Chika pada Rio yang ikut membantu membuka bungkus mainan.


" Berapa hari satu atau dua hari? " Tanya Rio.


" Mungkin satu bulan atau 2 bulan. " Jawab Chika.


" Kamu pikir di sini Mas tenang apa, kamu pikir Mas nggak kangen apa sama Zain. Nanti kalau Zain sudah besar jangan kan ke Afrika kamu ingin ke kutub Mas ajak."


" Ini kan gratis mas naik pesawat pribadi."


" Mba Zalimah ajak naik pesawat pribadi, nanti Mas ajak kamu langsung masuk ke pintu ajaib langsung nyampe. " Ucap Rio sambil berdiri.


" Ih... mas nggak asik. " Ucap Chika sambil mengerucutkan bibir nya.


" Sudah baru saja melahirkan sudah macam - macam ingin ikut ke luar Negeri, nanti kalau Zain sudah besar Mas ijin kan. "


" Halah.. paling janji palsu, hoaks."


" Nggak akan. " Ucap Rio sambil berjalan meninggalkan Chika yang masih membuka pemberian dari Zalimah.


*****


" Anak kalian mirip Rio." Ucap Zalimah saat sedang menggendong Zain.


" Jelas dong biar nggak ada yang mengaku. " Ucap Rio.


" Padahal mba, Mas Rio sempat nggak mengakui kalau Zain bukan anak nya." Celetuk Chika.


" Apa Rio, kamu sempat nggak mengakui Zain anak kamu? " Tanya Zalimah kaget.

__ADS_1


" Saat itu posisi Saya pulang tugas dan kami memang lost contact dan tiba - tiba pulang Chika hamil besar, padahal kata Dokter Saya yang bermasalah. Makan nya Chika melahirkan lebih awal karena Chika stress mba, gara - gara Saya. " Jawab Rio.


" Terlalu kamu Rio, untuk Chika nggak ninggalin kamu, kalau sampai Chika pergi kamu menyesal seumur hidup." Ucap Zalimah.


" Maaf kan Saya. " Ucap Rio.


*****


" Mba nggak menginap? " Tanya Rio.


" Nggak, nanti besok Mba ingin jenguk Ayah, apa kalian akan ikut? " Ucap Zalimah kembali bertanya.


" Seperti nya nggak mba. " Ucap Rio.


" Ikut lah Ayah pasti senang bisa melihat cucu nya. " Ucap Zalimah.


" Cucu Ayah hanya anak dari Mba Zalimah. " Ucap Rio.


" Jangan kamu ambil hati, bagaimana pun dia Ayah kamu, Ayah kita."


" Rio sudah banyak menerima segala caci makinya tapi Rio sudah tidak bisa lagi menahan rasa sabar dan sakit hati ini. "


" Mba Paham Rio, ya sudah mba pamit, Chika kalau jadi nanti kabari saja. " Ucap Zalimah


" Mas Rio nggak mengijinkan." Ucap Chika.


" Nggak, Zain masih kecil mba dan Chika baru saja melahirkan. " Ucap Rio.


" Ya sudah kalau kalian ingin jalan - jalan ke luar Negeri kabari mba. "


" Siap mba, pasti kami kabari." Ucap Chika.


***


" Muka kamu kenapa Mah? " Tanya Rio sambil menggendong Zain.


" Kenapa sih nggak ijin kan saja pergi. " Jawab Chika.


" Nanti sayang kalau Zain sudah besar." Ucap Rio.


" Mas, Chika kan ingin jalan - jalan sambil bulan madu. Selama Menikah Mas kan belum pernah ajak Chika bulan madu. "


" Oh.. jadi ingin bulan madu, tenang nanti Mas turutin kemauan kamu sayang. Mas janji, nanti mas ajak jalan - jalan. "


" Keluar Negeri? "

__ADS_1


" Jangan kan ke luar Negeri, ke ujung dunia mas turutin. "


" Janji ya, awas kalau bohong. "


" Janji. "


******


" Sampai kapan kamu di sini? " Tanya Pak Faisal pada Zalimah.


" 3 hari lagi Saya kembali, maaf suami Saya tidak bisa berkunjung karena waktu nya sangat singkat. " Jawab Zalimah.


Zalimah lalu mengambil ponsel nya dan memperlihatkan anak Rio pada Pak Faisal.


" Siapa dia? " Tanya Pak. Faisal.


" Anak nya Rio, cucu Ayah laki - laki. Tampan ya." Jawab Zalimah.


" Kamu kemari karena ingin bertemu ponakan kamu? " Tanya Pak Faisal.


" Iya Ayah, dan kebetulan Saya dan suami ada di negara tetangga. " Jawab Zalimah.


" Rio sudah lama tidak kemari, saat terakhir dia ingin Ayah mengakui nya dan memeluk nya sampai saat ini dia tidak kemari lagi. "


" Apa Ayah merasakan kehilangan? "


" Entah tapi kemarin - kemarin Ayah seperti merasakan kehilangan. "


" Ayah, Rio itu anak Ayah, bagaimana pun dia terlahir dari wanita malam dia itu asli anak kandung Ayah."


" Ayah banyak salah sama dia, Ayah malu dan bahkan Lena bisa membesarkan sendiri Rio hingga dia sukses. "


Pak Faisal meneteskan air matanya, dan Zalimah mengusap punggung tangan Ayah nya.


" Selagi masih ada umur dan bertemu, perlakukan Rio sebaiknya karena Rio anak Ayah, Putra Ayah sampai kapan pun hingga dunia ini berakhir Rio tetap anak Ayah dan ada darah Ayah yang mengalir di tubuh nya. "


CEK......!!!!!


Cek profil ya.... ada karya ke 8 baru launching semoga Readers suka.


Jadi kan Favorite di rak baca dan vote plus hadiah pertama kalian...


Tinggal kan jejak Like ya... dan selalu dukung karya Saya...


I love you....

__ADS_1



__ADS_2