
Chika pun kini sudah mulai membaik, tubuhnya sedikit mulai ada perubahan. Satu minggu Rio menemani Chika terlihat banyak perubahan sedikit demi sedikit.
" Excellent developments are seen from daily reports. Little by little the pain was not there, and the cancer spread was under control ( Perkembangan yang sangat bagus di lihat dari hasil laporan setiap hari. Sedikit demi sedikit rasa sakitnya sudah tidak di rasakan, dan penyebaran sel kanker nya sudah bisa di kendalikan)." Ucap Dokter Gabril.
" Thank god, I'm glad to hear it. I was wondering if we could take a walk after this? ( Alhamdulillah, saya senang Mendengarnya. Apakah setelah ini bisa berobat jalan saja)." Tanya Rio.
" We can walk the streets and not have to be hospitalized. But we were under observation not to see you at the drop house again ( Bisa nanti berobat jalan dan nggak mesti harus di rawat di rumah sakit. Tapi kami observasi dulu jangan sampai nanti di rumah drop lagi)." Jawab Dokter Gabril.
*******
" Kenapa sih Mas lihatin Chika seperti itu, muka Chika jelek ya? " Tanya Chika saat melihat Rio memandangi nya.
" Mas mau puas - puasin lihat wajah cantik istrinya Mas. Kan sebentar lagi Mas mau pulang, jadi mau puas - puasin dulu." Jawab Rio.
" Jangan gitu Mas, jadi malu Chika nya." Ucap Chika sambil menunduk menyembunyikan wajah nya yang memerah.
" Kenapa mesti malu sih, sama suami sendiri."
" Ya.. kan Chika belum pernah di lihatin sama Mas Rio kayak gitu."
Rio meraih kedua tangan Chika, di cium nya punggung tangan kedua nya secara bergantian.
" Mas sudah melewati semuanya, dimana fase saat kamu berjuang melawan penyakit kanker yang kamu derita. Kamu kuat sayang, kamu tak pantang menyerah, Mas bisa melewati apa yang kamu rasakan. Mas senang sekarang akhirnya kamu berangsur sembuh."
" Ini juga atas doa dan semangat yang di berikan oleh kalian semua, terutama kamu Mas yang membuat saya ingin cepat sembuh. Karena saya ingin selalu dekat di samping Mas dan banyak hal yang belum kita lakukan bersama."
" Mas bahagia asal sama kamu, bagaimana nanti kedepan nya kita serah kan sama yang di atas. Mas percaya Allah pasti akan memberikan nikmat untuk kita bersama lebih dari hari ini."
" Amin..!! "
******
" Bagaimana kata Dokter? " Tanya Zalimah.
" Alhamdulillah mba sudah banyak perkembangan." Jawab Rio.
" Alhamdulillah, terus kata Dokter apa lagi?"
" Saya minta berobat jalan saja, katanya kita lihat dulu perkembangan beberapa hari disini."
" Alhamdulillah Chika, kamu sedikit demi sedikit pasti sembuh."
" Terima kasih mba, kalau mba nggak bawa Chika kemari pasti Chika masih belum ada perkembangan." Ucap Chika.
" Namanya juga usaha, semuanya kan karena Allah. Kita juga kan saat itu, kalau pun nggak ada perubahan ya sudah yang penting kita sudah berusaha untuk sembuh dan belajar menerima, seperti kamu lakukan saat ini." Ucap Zalimah.
" Kamu kapan pulang? " Tanya Zalimah.
" 3 hari lagi mba." Jawab Rio.
" Saya pesan kan tiket pesawat nya sekarang." Ucap Zalimah sambil mengambil ponselnya untuk memesan tiket secara online.
" Nggak usah mba, makasih." Ucap Rio.
__ADS_1
" Nggak biar Mba yang pesan kan untuk kamu."
" Jangan lah Mba, sudah cukup untuk Chika jangan ditambah lagi."Ucap Rio.
" Sudah nggak apa - apa."
" Yasudah kalau Mba memaksa makasih."
*******
" Nanti kesini lagi kapan Mas?" Tanya Chika sambil memeluk tubuh Rio dengan posisi sama - sama duduk sofa panjang .
" Kalau itu nggak janji Yank, ini juga gara - gara si Bagyo Mas banyak waktu yang terbuang." Jawab Rio.
" Namanya juga musibah Mas, meraka juga toleransi kan." Ucap Chika.
" Iya pasti paham lah, Mas nggak Dinas juga jelas alasannya."
" Mas, kok Chika nggak merasakan Kang Bagyo itu suka sama Chika sih? "
" Masa, orang suka sama nggak kan pasti ada bedanya. "
" Nah, Mas sendiri juga nggak menyangka kan?"
" Iya sih, semuanya di depan kita dia berhasil menutupinya."
" Semoga Kang Bagyo sadar apa yang di perbuat." Ucap Chika.
" Dendam sih nggak Mas, tapi Chika kecewa sama dia. Kalau pun dia bicara terus terang kan nggak bakalan seperti ini." Jawab Chika.
" Nenek juga sama kecewa berat sama dia."
" Pantas lah Mas kecewa juga, dia itu kan sangat dekat sama Nenek, dan Nenek sudah terlanjur sayang sama Kang Bagyo, eh ternyata dia ingin menghabisi Mas."
" Kita lupakan masalah Bagyo, kita anggap kemarin itu sebuah iklan lewat."
******
" Miss chika can take a direct approach from now on ( Nona Chika mulai sekarang bisa langsung berobat jalan)." Ucap Dokter Gabril disambut bahagia dari Chika dan Rio yang mendengar nya.
" I'm so glad the doctor heard that ( Saya bahagia sekali Pak Dokter mendengar nya)." Ucap Chika.
" Check in next week, and for now once a week.( Minggu depan nanti chek up lagi, dan untuk saat ini satu minggu sekali dulu.)." Ucap Dokter Gabril.
" If he can continue his medical treatment in our country ?( Apakah nanti bisa di lanjut kan berobat di negara kami)." Tanya Rio.
"You could be.( Bisa aja.).
*******
Chika pun memutuskan untuk tinggal di rumah Zalimah, bersama dengan Rio Chika memasuki apartemen mewah milik Zalimah.
" Semoga kalian nyaman tinggal disini." Ucap Zalimah.
__ADS_1
" Terima kasih Mba sudah di kasih tempat untuk tidur selama sedang berobat." Ucap Chika.
" Sama - sama Chika, Rio. ajak Chika ke kamar barang kali mau istirahat."
" Kalau begitu kami masuk kamar dulu." Ucap Rio.
******
Chika merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, rasa nya punggung begitu sangat nyaman karena menemukan kasur yang begitu sangat empuk.
" Nanti Mas kembali lagi kesini, Mas bawa kamu pulang." Ucap Rio sambil mengusap tangan Chika.
" Chika sudah nggak sabar Mas, ingin pulang rindu suasana disana." Ucap Chika.
" Mas juga kangen sama kamu sayang, sangat begitu tersiksa bila harus berjauhan seperti ini."
" Mas."
" Iya sayang, kenapa? "
" Sini deh."
Rio pun mendekati Chika dan ikut duduk di samping Chika yang sedang rebahan.
" Mas, peluk."
Rio pun menganggapi dengan sebuah senyuman dan lalu memeluk tubuh Chika.
" Kenapa istri mas jadi manja gini sih?" Tanya Rio sambil mengeratkan pelukannya.
" Chika pengen hari ini puas - puas in sama Mas." Jawab Chika sambil membalas pelukan suaminya.
" Mas, nanti kalau pulang kita tinggal dimana? "
" Mau nya kamu dimana? "
" Terserah Mas aja yang penting sama Mas."
" Kita tinggal di rumah Dinas saja gimana, Mas belum bisa membelikan kamu rumah."
" Boleh Mas nggak apa - apa."
" Nanti kalau Mas sudah punya uang kita beli rumah."
" Mas kalau Chika sembuh total boleh nggak Chika honor lagi jadi Guru?"
" Boleh saja, tapi melihat kamu habis sakit begini Mas ingin kamu di rumah saja. Mas nggak ingin kamu capek, mas ingin kamu fokus jadi istri Mas duduk manis menyambut suami pulang. Masalah masak atau apa, Mas nggak memaksa kamu."
" Ya udah Chika nurut apa kata Mas saja, Chika jadi Ibu rumah tangga saja."
" Maaf ya sayang, bukan berarti Mas nggak bolehin kamu kerja. Mas nggak ingin kamu capek atau sakit. Mas nyeri melihat kamu kesakitan begini, mas nggak mau terulang lagi."
" Iya mas." Chika mengeratkan pelukan nya begitu pun juga rio."
__ADS_1