I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Rio mengamati gerak gerik pria yang ada di depan rumah Monica, terlihat pria itu masih tetap menatap ke arah rumah Monica.


" Bang, apakah pria itu masih berada di depan rumah kita? " Tanya Monica yang ikut mengintip dari balik gorden kamar.


" Kalau sampai malam dia nggak beranjak saya akan turun dan temui dia." Jawab Rio.


" Jangan Bang bahaya kita harus panggil Polisi." Udah Monica.


Rio pun meraih ponsel nya dan memulai panggilan telepon.


" Hallo.. kamu bisa kemari bawa 3 atau 4 anggota yang mencurigakan."


" Sudah pulang kamu dari luar negeri?"


" Saya menjadi korban luka tembak, saya di serang tiba - tiba, dan saya tidak tahu motif apa sehingga dia menyerang saya."


" Posisi kamu dimana? "


" Saya akan kasih alamat nya."


Rio pun dengan segera mematikan ponsel nya dan mengetik sebuah pesan .


" Bagaimana Bang? "


" Teman Abang kemari."


******


Di tempat lain, kondisi Chika semakin menurun, stres yang membuat Chika down. Tubuhnya kini menolak untuk makanan masuk, dan hanya cairan nutrisi masuk melalui selang infus.


" Chika, mba jadi sedih lihat kamu seperti ini lagi." Ucap Zalimah sambil mengusap kepala Chika dan menempelkan tangan nya di kening Chika yang sedikit demam.


" Since yesterday miss chika has not wanted to eat. When she found out her husband was only reading it.( Sejak kemarin Nona Chika tak ingin makan. Saat tahu suaminya hanya membacanya saja)." Ucap Rebecca.


" I don't understand what's going on with Rio either, but I'm trying to reach him and I'm not responding.( Saya juga nggak mengerti ada apa dengan Rio, saya mencoba menghubungi nya juga sama sekali tidak merespon)." Ucap Zalimah.


" Mrs. Zalimah, why don't you take a photo of miss chika's current condition and explain that she might respond.( Nyonya Zalimah, coba anda photo kondisi Nona Chika saat ini dan jelaskan mungkin dia akan merespon.)" Ucap Rebecca.


" Good idea ( Ide bagus). " Ucap Zalimah.


Zalimah pun mengikuti ide yang di sarankan oleh Zalimah, dirinya memphoto kondisi Chika lalu dia kirimkan ke nomer ponsel Rio dengan sebuah pesan di bawah photo tersebut.


******


Rio pun setengah berlari menuruni anak tangga dan dengan berani tanpa senjata keluar dari dalam rumah Monica. Tanpa sepengetahuan Rio, Monica mencoba menghubungi Polisi.


" Hey... siapa kamu." Teriak Rio sambil berjalan ke arah pria tersebut yang berada di luar pagar.


Pria tersebut mencoba lari dengan memasuki mobil nya dan dengan segera Rio berlari dan langsung membekuk nya dari belakang.


" Mau kemana kamu hah...? " Bentak Rio.


Buugh


Rio terdorong kebelakang saat perutnya terkena pukulan siku tangan pria tersebut.


Buugh

__ADS_1


Buugh


Rio menghajar pria tersebut, saling pukul pun terjadi dan Pria tersebut mengeluarkan pistol dari balik jaketnya dan dengan segera Rio menendang kaki pria tersebut hingga terdorong ke belakang.


" Siapa kamu?"


Buugh


Rio bertanya sambil memukul.


Buugh


Buugh


" Katakan siapa yang menyuruh kamu?? " Bentak Rio kembali.


Namun pria tersebut hanya tersenyum dan meludahi wajah Rio.


Cuih


Rio tersenyum dan mengusap dengan satu tangan lalu Rio membalas nya dengan memukul mulut pria tersebut hingga giginya rontok.


Buugh


Pria tersebut hingga tersungkur dan menahan rasa sakit di area mulutnya hingg berada.


Aaaarrrrggghhh


" Tahan Rio." Cegah Fery dan ketiga Anggota lainnya dengan segera membekuk pria yang ada di depan mereka.


" Dia tetap tutup mulut, saya tidak mengerti apa maksud nya itu."


" Katakan, kamu disuruh siapa?" Bentak Fery sambil mencengkram krah baju pria tersebut.


Namun pria tersebut tetap diam.


Buugh


Rio memukul telak wajah pria tersebut hingga lebam.


" Kamu bisu..!! " Bentak Rio.


" Kamu seharusnya saya habisi sekaligus saya buang kamu, ternyata saya gagal." Ucap nya.


" Siapa yang suruh kamu, atau saya tembak kamu." Bentak Fery.


Rio dengan sigap mengambil senjata milik Fery dan dengan segera mengarahkan ke arah kepala nya.


" Kalau kamu tak mengaku saya tembak kepala kamu." Bentak Rio mengancam.


" Silahkan kalau berani."


Door


Aaaarrrrggghhh


" Satu tembakan di perut seperti kamu lakukan pada saya."

__ADS_1


Dooor


Aaaarrrrggghhh


Tubuh pria itu merosot dengan dua luka tembak di perutnya.


" Satu kali lagi saya tembak kepala kamu, kalau kamu tak jujur." Ancam Rio dengan sedikit akan menarik pelatuk senjata yang di pegang Rio.


" Saya akan katakan." Ucap nya dengan rasa yang sakit di perutnya.


" Bagyo yang menyuruh saya."


" Apa..!!! "


" Bagyo adalah teman saya, dia teman kerja saya. Dia juga kurir na******ba untuk saya."


" Bagyo?? "


" Dia ingin menghabisi kamu karena kamu sudah merebut hati Chika."


Rio mengacak rambutnya dengan kasar, dirinya tidak menyangka orang yang sudah di anggap keluarga sudah mengkhianati dan berani berbuat nekat.


" Kenapa dia tidak habisi saya dengan tangan nya sendiri, kenapa harus menyuruh kamu." Ucap Rio.


" Karena dia tidak ingin mengotori dengan tangan nya sendiri." Ucap nya.


" Kurang ajar kamu Bagyo, pura - pura baik kamu di depan saya."


Lalu terdengar suara sirine mobil polisi, Monica pun segera menghampiri Rio dan Anggota lainnya.


Pria yang melukai Rio pun di bawa oleh Pihak yang berwajib, dan Fery memberi tahukan untuk menangkap satu orang yang menjadi dalang ini semua.


" Pak Rio kita sama - sama mengejar pelaku satunya lagi, apakah anda tahu tempatnya?" Tanya salah satu Polisi.


" Saya tahu, mari kita kesana."


*******


Chika tak kunjung membuka matanya demamnya semakin tinggi, hingga Dokter menaikan dosis obat penurun panas untuk Chika.


" What about Doctor? ( Bagaimana ini Dokter Gabriel?) ." Tanya Zalimah panik.


" Stress is too much pressure ( Stress terlalu banyak beban)." Jawab Dokter Steven Dokter umum di rumah sakit tersebut.


" She was stressed because she thought of her husband who would never call her or answer her phone ( Dia stress karena memikirkan suaminya yang tak pernah mau lagi memberi kabar atau mengangkat teleponnya)." Ucap Zalimah.


" Please comfort him, do not harm him mentally ( Tolong hibur dia, jangan sampai kejiwaan nya terganggu)."


" Good doctor, I will try to comfort her to forget the matter ( Baik Dokter, saya akan mencoba untuk menghibur nya agar melupakan masalah tersebut) ."


******


" Mas.... mas Rio...!! " Ucap Chika saat mengigau memanggil nama suaminya.


Rebecca lalu mengusap keringat yang membasahi keningnya dan dengan menempelkan punggung tangan nya di kening Chika yang terasa hangat.


" What a pity you miss chika, tormented with love. I still do not want to marry because I do not believe in men ( Kasihan sekali kamu Nona Chika, tersiksa karena cinta. Justru itu saya sampai sekarang tidak mau menikah karena saya tidak percaya dengan laki - laki) ." Ucap Rebecca.

__ADS_1


__ADS_2