
Rio membenarkan selimut Chika, terlihat istri nya kini tertidur lelap, setelah malam pertama mereka lewati dengan mengobrol kenangan masa lalu.
Rio tersenyum saat melihat wajah istri nya, wanita yang dulu seorang anak kecil yang mengejar - kejar dirinya dan mengatakan cinta tak menyangka kini menjadi istri nya.
" Masih seperti mimpi, kamu menjadi istri saya Chika. Dulu saat pertama kali bertemu, kamu melukis saya. Om yang kamu suka kini berganti dengan nama panggilan Mas." Ucap Rio pelan sambil tersenyum.
*****
" Mas. " Panggil Chika.
" Mas." Panggil Chika kembali.
Namun Rio tak kunjung datang, dan Chika terus memanggil suaminya. Karena lelah memanggil Rio, Chika berhenti memanggil dan menunggu suaminya.
Hingga 10 menit berlalu suaminya tak kunjung datang, Chika melihat ponsel dirinya di atas nakas mencoba meraih ponsel itu namun tak sampai.
Chika pun mencoba bangun, namun susah. Dengan rasa sakit yang sangat luar biasa Chika mencoba bangun menggeser tubuhnya.
Aaaarrrrggggghhh
Nafas Chika tersenggal karena sakit, tangan nya dia paksakan meraih benda pipih di atas nakas.
Praaaakkk
Ponsel miliknya pun jatuh, dan Chika mengerang kesakitan.
" Hiks.. hiks.. Mas...!! "Isak Chika.
Ceklek
Pintu kamar terbuka, Rio merasa kaget saat melihat pemandangan istri nya yang telah bergeser posisi dengan merintih kesakitan dan ponsel yang terjatuh.
" Astaghfirullah Chika...!!! " Rio segera berlari dan membenarkan posisi tubuh Chika, dengan rintihan yang sangat sakit.
" Kamu kenapa bisa seperti ini Yank?" Tanya Rio dengan sedikit nada menekan.
" Sa- saya cari kamu mas aaaarrrrggggghhh." Jawab Chika kesakitan.
" Mas panggil kan Dokter dulu." Ucap Rio panik dan dengan segera memencet tombol.
Lalu Dokter pun datang dan dengan segera memeriksa tubuh Chika, terlihat Chika yang merasakan kesakitan Dokter pun langsung menyuntikkan pereda nyeri.
" Bagaimana Dok? " Tanya Rio.
" Sakitnya karena kanker tulang, sedikit bergeser sakit. Selama ini masih tetap sama belum ada perkembangan dari sakitnya." Jawab Dokter Roy.
" Untuk Kanker otak nya bagaimana? " Tanya Rio.
" Masih belum ada perkembangan, kanker tulang nya di akibatkan paparan radiasi sehingga seperti ini. Kita coba terus pengobatan nya semoga ada mukjizat." Ucap Dokter Roy.
__ADS_1
" Terima kasih Dokter." Ucap Rio.
Setelah Dokter pergi, Rio mendekati Chika yang kini sudah mulai tidak merasakan sakit.
" Kenapa bisa seperti ini tadi? " Tanya Rio.
" Chika cari Mas." Jawab Chika pelan.
" Maaf tadi Mas turun kebawah, sekalian Mas ingin minum kopi. Tadi saat ingin turun kamu masih tidur, jadi Mas turun dulu sebentar."
" Chika takut Mas pergi meninggalkan Chika."
" Ya Allah sayang, Mas nggak akan tinggal kan kamu sayang. Mas hanya minum kopi di bawah."
Chika ingin mengangkat tangan nya dan Rio pun paham dengan segera meraih tangan Chika.
" Chika ingin di peluk."
Rio tersenyum lalu naik ke atas tempat tidur dan memiringkan tubuhnya memeluk tubuh Chika.
" Seperti ini saja dulu, jangan di lepas."
" Iya sayang, Mas janji kalau mau keluar Mas akan bilang dulu sama kamu."
********
" Jadi mantan saya sudah menikah lagi sama Chika." Ucap Monica saat Nugroho dan Lusi berkunjung di kediaman Monica.
" Rio sudah melupakan kamu, dia kini sudah bahagia. Sekarang giliran kamu Monica, untuk menata hati kembali." Ucap Nugroho.
" Saya akan terima lamaran Rully, seperti keinginan Papi. Saya akan belajar mencintai Rully." Ucap Monica.
" Mungkin ini jalan takdir kamu seperti ini, jalan takdir Rio seperti itu. Jadi sekarang jangan ingat lagi Rio, dia sudah bisa melupakan kamu, dan kini giliran kamu. Sekarang kalian sudah hidup masing - masing." Ucap Lusi.
" Saya rasa Rully sangat mencintai kamu bagaimana cara dia berbicara sama saya waktu itu. Mungkin Rully jodoh kamu yang tertunda walau dengan pertemuan seperti ini." Ucap Lusi kembali.
******
" Sayang maaf Mas sudah mulai Dinas nanti sama Nenek dulu." Ucap Rio sambil memakai seragam nya.
" Hati - hati Mas." Ucap Chika.
Rio pun mendekati Chika dan seperti biasa Rio mencium kening dan bibir Chika.
" Kalau ada yang di rasa bilang sama Nenek jangan diam saja."
" Iya Mas."
Nenek Utami tersenyum melihat kebahagiaan Chika dan Rio, dan ada rasa sedikit sedih melihat kondisi cucunya yang semakin kurus dan tidak ada perubahan.
__ADS_1
" Nek, titip Chika." Ucap Rio.
" Kalau ada apa - apa, nanti Nenek hubungi kamu." Ucap Nenek Utami.
" Terima kasih Nek." Ucap Rio yang mencium punggung tangan Nenek Utami, dan mendekati Chika meraih tangan Chika untuk menuntun mencium punggung tangan Rio.
" Mas berangkat dulu." Ucap Rio sambil mencium kening dan bibir Chika.
" Assalamu'alaikum."
" Walaikumsalam."
" I love you."
" I love you too."
*******
" Bu, kemarin saya menghadiri pernikahan Rio. Suasananya haru sekali tak bisa di ucapkan Bu."
" Nggak penting. " Ucap Ibu Nina.
" Bu, sudahlah itu masa lalu lagian Ibu sudah memiliki suami lagi, ngapain Ibu masih nggak suka sama Rio. Boleh Ibu benci, tapi jangan Rio dia nggak tahu apa - apa." Ucap Zalimah.
" Zalimah, kalau tidak ada Lena kita masih hidup bahagia dengan Ayah kamu, nggak seperti sekarang."
" Ibu menyesal telah menikah dengan 2 pria lain? "
" Ibu tidak menyesal, Ibu mencintai mereka kalau tidak cinta nggak mungkin Excel hadir di dunia."
" Jadi belajar lah Ikhlas Bu, biarlah jadi masa lalu." Ucap Zalimah.
" Akh.. sudahlah nanti siang Ibu kembali, kabari Ibu kalau kamu mau pulang." Ucap Ibu Nina pergi meninggalkan acara Sarapan paginya.
" Excel, kamu harus tahu Kak Rio yang kamu anggap gi*****lo itu adalah kakak kamu juga. Walau nggak ada hubungannya sama kamu, dia tetap saudara kamu karena dia adik kakak."
" Iya kak." Ucap Excel.
******
" Wuis pengantin baru nih sudah berangkat." Ucap Fery.
" Saya ambil cuti nggak banyak - banyak cukup 3 hari saja." Ucap Rio.
" Kabar istri kamu bagaimana?"
" Kemarin sempat terjadi sesuatu dia menggeser tubuhnya dengan paksa, kamu tahu dia juga memiliki penyakit kanker tulang geser saja sakit. Dia cari saya cerita nya, saya nggak bilang kalau saya turun ke bawah ingin minum kopi karena dia kan masih tidur saat itu. Mungkin saat dia bangun cari saya nggak ada, di panggil pun nggak ada jawaban dari saya, coba tuh ada ponsel mungkin disitu dia rasakan sakit luar biasa."
" Sabar ya, kamu harus kuat dan ikhlas jalani semuanya."
__ADS_1
" Insya Allah saya ikhlas, saya menikahinya karena saya sudah siap menerima keadaan dia seperti itu. Saya mencintai dia apa adanya, saya terima dia apanya dan saya yakin dia pasti sembuh."
" Amin...!!! " Ucap Fery.