I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Cinta Apa Adanya


__ADS_3

Chika menatap ke arah Dokter Monica, bahkan Dokter Monica pun menatap ke arah Chika.


" Maaf kan Chika Bu Dokter, Chika tidak tahu kalau istri Om Rio itu Ibu Dokter Monica." Ucap Chika.


" Saya iri sama kamu, bisa membuat seorang Rio sangat cinta mati sama kamu." Ucap Dokter Monica.


" Chika janji sama Ibu Dokter tidak akan pernah mengganggu suami Ibu, maaf kan Chika."


" Yah saya maaf kan, saya harap kamu lekas sembuh agar cepat keluar dari rumah sakit ini."


*****


Chika masih tetap terbaring di bantu sang Nenek memakan buah yang di suapinya.


" Nek. " Ucap Chika.


" Ada apa Chika? " Tanya Nenek Utami.


" Nenek pasti kaget istri Om Rio siapa."


" Memang nya siapa?"


" Dokter Monica, dia istri Om Rio."


" yang benar Chika terus kamu tahu dari siapa?"


" Chika tahu dari Ibu Dokter."


" Ya Allah Chika, kamu sudah salah sama Dokter Monica."


" Tapi Chika nggak tahu Nek, saya pantas di hukum atau di marahi." Ucap Chika.


******


" Katakan apa kamu tahu tentang pasien yang bernama Chika?" Tanya Rully.


" Kamu sudah mendengar kah sehingga kamu bertanya?" Jawab Monica bertanya kembali.


" Saat itu saya lihat Rio memeluk Chika bahkan menciumnya." Ucap Rully.


" Dia cinta pertama suami saya, begitu pun juga dia. Meraka masih saling mencintai. Bahkan harapan terakhir Chika saat masih belum masuk rumah sakit dia ingin bertemu dengan suami saya."


" Terus? "


" Dia mengejar sampai tempat Bang Rio Dinas mereka bertemu, dia bilang kalau sudah menikah dia akan pergi jauh, hanya ingin sekali saja melihat suami saya. Tapi entah kenapa mereka berusaha menjauh tapi seakan takdir ingin menyatukan mereka kembali, apalagi hubungan saya dengan Bang Rio tidak baik - baik saja." Ucap Monica dengan mata yang berkaca - kaca.


" Apa kamu masih mau mempertahankan rumah tangga kamu, tapi masalah kamu yang rumit."


" Saya akan pertahankan rumah tangga kami."


" Saya sudah tahu dari Om Budi, siapa Rio latar belakang nya. Sampai kapan pun Om Budi tak akan pernah merestui pernikahan kalian." Ucap Rully.


" Kamu tahu, bila kamu masih tetap bersama Rio rumah sakit ini akan di hibahkan bukan lagi atas nama kamu." Ucap Rio kembali.


" Apa, rumah sakit ini? " Ucap Monica kaget.


" Iya, rumah sakit yang Papi kamu bangun pertama kali nya."


" Saya tidak habis pikir ancaman nya bukan main - main." Ucap Monica berdecak kesal.

__ADS_1


" Kamu pasti belum tahu kenapa Om Budi begitu sangat membenci suami kamu. Satu Om Budi pernah punya masalah dengan Om Faisal, mertua kamu menipu papi kamu hingga milyaran rupiah bahkan kamu ingat saat kamu masih kecil sampai papi kamu bangkrut dan Mami kamu mengakhiri hidup nya , semua gara - gara Om Faisal."


" Apa..!!! " Ucap Monica kaget.


" kenapa Papi tidak katakan dari dulu?" Ucap Monica kembali.


" Karena kamu sangat mencintai Rio."


*******


" Papi...!!! " Teriak Monica saat memasuki rumah nya.


" Monica sayang kamu pulang." Sambut Ibu Meri.


" Mana Papi? "


" Kamu punya sopan santun tidak bertatap muka dengan orang tua." Ucap Pak Budi yang berjalan menuruni anak tangga.


" Banyak cerita apa yang papi sembunyikan tentang keluarga suami saya? "


" Apakah kamu ingin segera Papi ajukan surat perceraian? " Tanya Pak Budi.


" Apa yang di katakan Rully itu benar? " Tanya Monica kembali.


" Benar, kalau tidak percaya tanya pada semua karyawan Papi."


" Kenapa Papi tidak pernah katakan itu dari awal? "


" Karena kamu tak pernah dengar kan kata - kata Papi."


" Papi hanya katakan Ayah nya koruptor dan Ibu nya wanita malam."


******


Rio menegak air mineral setelah latihan fisik, dan duduklah senior Rio yang mengambil air mineral dari tangan nya.


" Bang.!!! " Ucap Rio.


" Kenapa kamu Rio? " Tanya fery sambil tersenyum.


" Kebiasaan." Jawab Rio berdecak kesal.


" Minggu depan kita ada job, mengamankan kedatangan tamu dari luar negeri." Ucap Fery.


" Siapa memangnya dia? " Tanya Rio.


" Anak Pak Menteri? " Jawab Fery.


" Wow baru kali ini anak Pak Menteri meminta pengamanan yang ketat, saya kira bukan anak menteri saja." Ucap Rio.


" Masalah nya dia itu artis internasional." Ucap Fery lantas memperlihatkan sosmed yang di maksud oleh Fery.


" Siapa dia? "


" Asli orang Pribumi, tapi sejak kecil di bawa sama Ibu nya keluar negeri, dan ayah tirinya itu seorang pengusaha perfilm an gitu, singkat cerita Ayah nya meninggal dan Ibu nya kembali kesini menikah dengan Pak Menteri Salim. Dan anak sama bule nya itu laki - laki, dia kalau nggak salah masih SMA deh."


" Kamu ikutin sosmed nya dia ya?"


" Iyalah, film - film nya luar biasa kalau yang main Zalimah."

__ADS_1


******


" Nek, apakah Dokter Monica masih mau memeriksa saya, setelah Dokter Monica bilang seperti itu pada saya."


" Sebenarnya kan dia sudah tahu tentang kamu, buktinya dia yang mengoperasi kamu bahkan masih datang kemari."


" Tapi kan ini beda Nek, dia membongkar semuanya."


" Dia akan profesional."


" Semoga saja ya Nek, karena Chika juga tidak akan merebut Om Rio dari Bu Dokter."


" Eh cantik, sudah sehat kan? " Sapa Kang Bagyo sambil membawa makanan.


" Kang Bagyo Chika ingin duduk di kursi Roda." Ucap Chika.


" Kang Bagyo angkat."


Bagyo pun mengangkat tubuh Chika untuk duduk di kursi Roda namun saat di dudukan Chika menjerit sakit.


Aaakkkhhhh


" Kenapa Chika? " Tanya Nenek Utami cemas.


Hiks... hiks... hiks...


Chika menangis dan dengan segera Kang Bagyo mengangkat tubuh Chika.


" Kenapa Chika? " Tanya Kang Bagyo.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Tubuh Chika sakit hiks.. hiks... hiks... nggak bisa duduk."


******


Dokter memeriksa tubuh Chika, dari Dokter otorpedi dan Dokter umum serta Dokter saraf. Meraka berkumpul di kamar rawat Chika.


" Berdasarkan pemeriksaan Chika terkena kanker tulang belakang." Ucap Dokter Rully.


" Ya Allah kenapa penyakit nya tambah parah saja Dokter hiks.. hiks.. hiks.. " Nenek Utami terisak menangis.


" Ini efek karena paparan radiasi, dan kanker nya memang sudah menjalar."


Rio melangkah masuk saat melihat beberapa Dokter sedang berada di kamar rawat Chika.


" Chika jadi gak bisa apa - apa? " Tanya Rio.


" Dia hanya akan terbaring seperti itu." Jawab Rully.


Rio menatap sedih Chika, dan Chika hanya terisak menangis.


*****


" Kenapa Om kemari lagi, pergilah Om." Ucap Chika.


" Om kangen sama kamu." Ucap Rio.


" Pergilah Om, saya tidak mau Dokter Monica melihat Om di sini. Dan Om juga percuma mendekati saya, sekarang saya sudah tidak bisa apa - apa lagi. Kita lupakan semua nya Om, ada hati yang tulus mencintai Om lebih dari Chika. "

__ADS_1


" Om akan tetap mencintai kamu, bahkan Om akan memiliki kamu."


__ADS_2