
Jenazah Sersan Wahyu telah tiba, terlihat Ibu Wahyu menangis saat mendapati suami nya berada di dalam peti.
Begitu pun dengan Chika, yang membayangkan bahwa di dalam nya adalah suami nya. Sambil meremas perut nya Chika menangis, dan saat itu pula Nugroho mengetahuinya dan berjalan mendekati Chika.
" Istirahat di dalam ya, kalau kamu nggak kuat." Ucap Nugroho.
" Bang, apakah sudah ada kabar lagi? " Tanya Chika.
" Mereka masih mencari Rio." Jawab Nugroho.
" Ya Allah lindungi suami hamba." Ucap Chika sambil meneteskan air mata.
******
Door
Door
Terlihat satu warga sipil terkapar dan beberapa musuh telah di lumpuhkan dan kabur.
" Seperti nya ini warga sini." Ucap Leon.
" Benar, mungkin hanya seorang petani dan di kira mata - mata." Ucap Ruby.
" Kemana Letnan Rio? " Ucap Leon.
" Apakah dia tertangkap? " Ucap Ruby.
" Kita harus cari dan bawa dia kembali."
******
Tiga hari sudah kepergian Rio dan Tim belum kembali, dan terputusnya komunikasi sehingga sangat sulit untuk melacak keberadaan mereka.
Chika pun semakin drop di usia kehamilan yang masih sangat rentan, sehingga harus di infus kembali dan ber istirahat di rumah.
" Bu Rio jangan stress ya, Bapak Pasti pulang." Ucap Ibu Harun yang merawat Chika karena beliau adalah seorang Bidan.
" Saya baru kali Ini bu merasakan takut kehilangan bahkan suami Saya belum tahu kalau Saya sedang hamil." Ucap lirih Chika.
" Berdoa ya bu semoga Pak Rio pulang dengan selamat." Ucap Ibu Harun.
__ADS_1
*****
Nugroho datang sambil membawa bubur, dan terlihat Ibu Harun masih setia menemani Chika.
" Sudah mau makan? " Tanya Nugroho.
" Belum Om, coba om yang bujuk." Jawab Ibu Harun.
" Makan ya, Abang beli bubur untuk kamu." Ucap Nugroho.
" Chika hanya ingin Mas Rio pulang, saat ini hanya ingin dia Bang entah hidup atau mati yang penting pulang." Ucap Chika sambil terisak.
" Kamu ingat sedang hamil, apa kamu mau janin kamu kenapa - napa, bukan nya kalian mengharapkan kehadiran seorang anak? "
Chika teringat bahwa bayi yang paling di ingin kan dirinya dan Rio, setelah Dokter memvonis Rio yang ber masalah ternyata mujizat itu datang.
Chika pun mau makan dengan di bantu Ibu Harun menyuapi makanan nya.
*******
Terlihat beberapa orang warga sipil berlari dengan baik pria maupun wanita. Terlihat dari mereka penuh luka, dan satu dari mereka yang harus di gendong.
Dan Tim yang di pimpin Leon mengacungkan senjatanya, sehingga membuat mereka ketakutan.
" Mohon jangan tembak kami, kami semua adalah sandera. " Ucap salah satu dari mereka.
" Hanya kalian tak ada lagi? " Tanya Ruby.
" Ada satu Tentara seperti nya dia teman kalian, dan dia menyuruh kami mengikuti berlawanan aliran sungai karena kami akan di jemput. " Jawab salah satu sandera.
" Tim di bagi 2 , bawa Sandera di titik pertemuan zona aman." Perintah Leon.
" Pak tolong dia, musuh nya banyak dia lawan sendiri, dia terluka."
******
" Penjemputan Sandera kembali, dan di bawa kembali bersama sebagian Tim yang di pimpin Kapten Leon. Dan sebagian Tim terus melakukan pencarian Letnan Rio, berdasarkan info yang di dapat Letnan Rio sendiri yang membebaskan Sandera dan dirinya yang berusaha melumpuhkan lawan." Ucap Danyon setelah mendapati informasi tentang keberadaan anak buahnya.
Nugroho pun kembali saat mendapatkan informasi tentang sahabatnya yang kemungkinan besar masih hidup.
" Chika." Panggil Nugroho saat sampai di rumah Dinas Rio.
__ADS_1
" Ada apa Bang? " Tanya Chika.
" Sebagian Tim kembali bersama Sandera dan mereka di bebaskan oleh Rio, dan sebagian Tim menjemput Rio kemungkinan besar Rio masih hidup dan selamat." Jawab Nugroho.
" Alhamdulilah ya Allah semoga mereka pulang bawa kabar terbaik." Ucap Chika.
" Amin..!!! "
******
" Kapten banyak darah, apa mungkin ini darah Letnan Rio? " Ucap Ruby.
" Saya rasa kemungkinan besar, dan lihat ini bukan nya robekan celana yang di kenakan Letnan Rio beserta darah yang tercecer. " Ucap Aji.
Leon memegang darah yang tercecer dan mencium aroma yang khas.
" Seperti nya Rio meninggal kan tempat ini dengan luka yang di tubuh nya. " Ucap Leon.
" Kita ikuti Kapten ceceran darah ini. " Ucap Ruby.
Mereka bertiga mengikuti jejak darah yang tertinggal hingga berhenti di satu titik.
" Kenapa berhenti disini? " Tanya Aji.
" Seperti nya Rio ada yang bawa, kalau dia terluka dan berjalan mencari bantuan pasti ada jejak lagi ini tak ada." Jawab Leon.
" Apakah Rio ada yang bawa tubuh nya, atau jangan - jangan? " Ucap Ruby.
Mereka bertiga saling menatap mata memiliki punya pemikiran yang sama.
******
Satu minggu sudah Tim terakhir yang memilih mencari Rio belum mendapatkan kabar, Chika yang semakin kurus karena asupan makanan yang kurang, dan lemahnya akibat mual yang melanda dirinya.
" Makan lah, Abang nggak mau di saat suami kamu kembali melihat kamu semakin lemah." Ucap Nugroho.
" Saya nggak nafsu makan Bang, Saya masih memikirkan Mas Rio. Dia bagaimana kondisinya sekarang dan dia hidup atau mati. Seandainya takdir berkata lain Saya ikhlas Bang, asal jasad nya pulang dan di kubur layak." Ucap Chika.
" Rio pasti bisa bertahan, dia masih hidup Chika hanya kita tidak tahu dia ada dimana." Ucap Nugroho.
" Saya ikhlas Bang bila harus mendengar kabar suami Saya gugur, Saya ikhlas Bang bila cara perpisahan kita seperti ini. Karena memang cara seperti ini yang kami ingin kan berpisah karena maut dan membawa Cinta sejati sampai mati."
__ADS_1