
Zalimah dengan panik berdiri di samping ranjang dimana terbaring dengan selang infus menancap.
Setelah Dokter pergi memeriksa kondisi Chika yang semakin menurun. Chika masih belum membuka matanya dengan sempurna, dan hanya sesekali bangun dan lebih memilih tidur lagi karena kondisi yang lemas serta hanya asupan nutrisi dari selang infus yang masuk kedalam tubuhnya.
" Chika, kamu dengar mba tidak? " Ucap Zalimah pelan.
Chika membuka matanya sebentar lalu menutup kembali.
" Makan dulu ya, mba suapin kamu."
Chika hanya menggelengkan kepalanya dan lebih memilih memejamkan matanya.
" Kamu jangan menyiksa begini, kamu sedang sakit sayang jangan jadi tambah sakit."
" Chika hanya ingin tidur mba, Chika nggak mau bangun." Ucap Chika pelan.
" Adik mba memang salah, tapi mba mohon kamu makan sedikit saja. Satu atau dua sendok, atau kamu ingin makanan dari luar biar mba yang pesan kan."
Chika menggelengkan kepalanya, dan lebih memilih diam.
******
" Ba******at." Bentak Rio tiba - tiba saat datang langusng menarik krah baju Kang Bagyo di depan Nenek utami.
Buugh
" Rio... apa yang kamu lakukan." Teriak Nenek Utami saat melihat Rio memukul Kang Bagyo.
" Kenapa kamu tega melakukan hal keji terhadap saya hah.. ??? " Bentak Rio dan Kang Bagyo hanya tersenyum kecut sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
" Kalau kamu suka sama Chika bilang bre*******ek." Ucap Rio.
" Apa Rio, Bagyo suka sama Chika? " Ucap Nenek Utami kaget.
" Asal Nenek tahu, orang yang sudah di anggap kelurga ini sudah mencelakai saya dan membuat saya hampir kehilangan nyawa. " Ucap Rio.
" Maksud kamu Bagyo melakukan kejahatan?" Tanya Nenek Utami.
" Nenek harus tahu, dia telah menembak saya menyuruh seseorang untuk menghabisi nyawa saya karena dia mencintai Chika." Jawab Rio.
" Apa Bagyo, kamu benar Bagyo apa yang di katakan Rio, katakan Bagyo.. " Ucap Nenek Utami dengan nada tinggi.
" Benar Nek, saya mencintai Chika. Nenek tahu sampai saat ini saya belum menikah karena saya mencintai Chika. Tapi apa perhatian saya, kasih sayang saya untuk Chika tak pernah di anggap lebih hanya menganggap sebagai saudara. Chika lebih memilih sangat mencintai pria yang ada di depan saya. Hati saya sakit saat tahu Chika lebih memilih mencintai pria yang di depan saya, hati saya sakit dimana dengan sabar dan ikhlas saat tahu pria di depan saya ini sudah menikah. Dia sudah menyakiti hati Chika, tapi apa Chika masih tetap mencintai nya, apa hebat nya kamu hah.. ' Ucap Kang Bagyo.
" Tapi bukan dengan cara menghabisi nyawa seseorang, kamu tahu akibatnya kamu akan di penjara dan saya sudah bawa Polisi kemari." Ucap Rio.
Hahahhahahha
__ADS_1
" Tangkap saya, buat apa saya hidup di luar melihat kalian bahagia. Silahkan tangkap." Ucap Bagyo.
Plaaaaak
Satu tamparan Nenek Utami layang kan di pipi Kang Bagyo.
" Saya nggak menyangka Bagyo, kamu begitu sangat jahat. Kamu telah melukai suami dari cucu saya, apa didikan saya itu salah sama kamu Bagyo hingga akhirnya kamu memiliki otak yang buntu."
Kang Bagyo memegang pipi yang di tampar oleh Nenek Utami dengan mata yang berkaca - kaca.
" Maaf kan saya Nek, karena saya sangat mencintai Chika." Ucap Kang Bagyo.
" Asal Nenek tahu, dia kerja di kota sebagai kurir barang haram, teman nya yang tertangkap mengatakan semuanya." ucap Rio.
" Apa benar itu Bagyo? " Bentak Nenek Utami.
" Iya Nek." Ucap Kang Bagyo.
Nenek Utami hampir pingsan namun dengan segera Rio memegang tubuh Nenek Utami. Rio pun memberikan kode kepada dua polisi yang berjaga di depan pintu untuk masuk dan membawa Bagyo ke kantor Polisi.
Bagyo pun langsung di borgol kedua tangannya, dirinya hanya diam sembari menatap kearah Nenek Utami yang terduduk lemas.
" Nek." Ucap pelan Bagyo.
" Jangan pernah injak kaki kamu lagi disini, saat kamu bebas pergilah yang jauh." Ucap Nenek Utami sangat menusuk hati Kang Bagyo.
Kang Bagyo hanya diam, dan lalu menatap ke arah Rio yang menatap tajam ke arah nya.
******
Hiks... hiks... hiks...
" Nenek nggak menyangka dia seperti itu." Ucap Nenek Utami sambil terisak.
" Saya juga sama Nek, saya nggak menyangka Kang Bagyo sampai melakukan hal yang tak di inginkan." Ucap Rio.
" Nenek sudah anggap dia sebagai cucu Nenek, Nenek kira dia akan menemani Nenek sampai tutup usia ternyata dia jahat."
" Kita juga nggak tahu kalau Kang Bagyo seperti itu, kalau pun tahu dari awal mungkin tidak seperti ini ceritanya."
Nenek Utami lalu menatap lekat kedua mata Rio.
" Rio."
" Iya Nek."
" Apakah Chika tahu?"
__ADS_1
*****
Rio kembali ke rumah Monica mengambil barang miliknya dan ponsel yang tertinggal di rumah Monica.
Rio pun membuka ponsel nya, dan begitu sangat terkejut saat melihat sebuah photo yang di kirim oleh Zalimah memperlihatkan Chika yang sedang tergolek lemas, dengan sebuah pesan mengatakan Chika drop.
Dengan segera Rio menyambar tas nya dan Jaket yang sudah bersih dimana Jaket dirinya yang di pakai terakhir kalinya.
" Abang mau pergi?" Tanya Monica.
" Abang harus ke tempat Chika, pasti dia memikirkan saya, dia drop sekarang." Jawab Rio.
" Maaf kalau kemarin - kemarin membuat Chika drop, dia sering kirim pesan saya baca tapi tak balas. Terus setiap harinya. " Ucap Monica.
" Nggak apa - apa, terima kasih."
" Bang."
" Iya."
" Bolehkah saya terakhir kalinya memeluk tubuh Abang."
Rio pun tersenyum dan langsung memeluk tubuh Monica.
" Bahagia lah dengan pasangan kamu nanti, jangan pernah ingat lagi pria yang di depan kamu. Karena kita memiliki kehidupan masing - masing."
" Terima kasih Bang, semoga kita bisa jadi sahabat sejati."
Rio hanya tersenyum sambil memeluk tubuh Monica.
*******
Dokter sudah memberikan obat penurun demam, namun demam Chika tak kunjung pulih.
" Mas.. " Ucap Chika pelan namun mata mengigau.
" Ya Allah Chika, kamu begitu sangat terpuruk sekali, sampai seperti ini. Mba harus bagaimana, suami kamu itu tidak merespon kamu. Kalau pun tahu keberadaan nya dimana Mba kesana bawa dia kehadapan kamu."
Zalimah mengusap lengan Chika, yang masih tubuh Chika terasa demam. Dan tak henti - henti nya memanggil suaminya.
******
Tubuh kekar itu memeluk tubuh yang sangat dirindukan selama 2 bulan terakhir, Rio pun merasakan tubuh Chika yang masih demam.
Tak henti - hentinya Rio mencium pipi, kening, dan bibir Chika.
" Sayang, Mas datang. Maafkan Mas sayang." Bisik Rio di telinga Chika.
__ADS_1
" Mas. " Ucap pelan Chika namun mata masih terpejam entah sadar atau mengigau.
" Mas datang Yank, kamu nggak kangen sama Mas? "