
" Mas, seperti ini saja." Rengek Chika sambil memegang tangan Rio yang masih setia memeluk tubuhnya.
" Yank, nanti ada Dokter atau suster." Ucap Rio.
" Nggak mau."
" Kenapa sih jadi manja gini saja Mas hem...?"
" Kan besok Mas pulang, kesini lagi nya juga kapan? "
" Insya Allah kalau bisa minta ijin lagi satu bulan sekali, tapi lihat ya.. situasinya."
" Kalau boleh berarti Mas berapa hari nanti?"
" Mungkin 3 hari atau seminggu, nanti Mas ngobrol - ngobrol dulu."
" Mas."
"Hem.. "
" Ingat jangan nakal ya, jangan larak lirik awas aja kalau sampai sana nggak ada istri main mata."
" Sedikit nggak apa - apa kan sayang."
" Mas...!!! "
Hahahhahaha
" Nggak sayang, Mas nggak akan begitu. Punya istri satu saja kayak gini apalagi punya istri 2."
Rio mengeratkan pelukan nya, sambil sesekali menciumi pipi kanan Chika.
Ceklek
Rio pun segera melepaskan tangan nya yang memeluk Chika dan dengan segera bangun dan duduk di samping Chika.
Zalimah masuk sambil geleng - geleng kan kepala nya, saat melihat adiknya yang sedang bermesraan dengan istri nya.
" Lain kali kunci pintu, jangan seperti tadi untung mba yang datang. Kalau Dokter pasti malu."
" Mesra apaan sih Mba, tadi tiduran saja." Ucap Rio.
" Kamu besok penerbangan pertama, ini tiketnya." Ucap Zalimah.
Rio pun menerima tiket pesawat yang di pesan Zalimah. Lalu Zalimah mendekati Chika yang berwajah sendu.
" Nanti mulai besok bersama Rebecca."
" Iya mba." Ucap Chika pelan.
__ADS_1
" Sudah jangan sedih, Rebecca orangnya asik kok, tenang saja mba juga akan kemari setiap hari."
" Mba, kalau ada apa - apa sama Chika kabari Rio."
" Pasti Rio, mba akan kasih kabar ke kamu."
" Makasih mba."
******
" Nek, mudah - mudahan saja Chika sembuh ya nek. Biar dia bisa jadi istri yang sempurna." Ucap Kang Bagyo sambil melihat bintang di langit.
" Amin.... Nenek juga selalu berdoa seperti itu. Nenek ingin melihat dia selalu ceria, dan apalagi Nenek kangen dengan pelukan nya."
" Chika sangat beruntung memiliki suami seperti Pak Tentara, dia suami yang sangat luar biasa. Menerima kondisi istri nya yang seperti itu, dia setia menemani. Semoga sampai maut memisahkan mereka selalu bersama."
" Chika tidak salah pilih, Nak Rio sangat luar biasa. Keluarga nya baik sekali, Nenek jadi tenang kalau seperti ini."
" Chika berada di dalam pelukan orang yang tepat."
" Iya Bagyo."
******
" A little waking up ( Sedikit - sedikit bangun nya) ." Ucap Dokter Gabriel saat mengangkat punggung Chika untuk sedikit belajar duduk.
" Good." Ucap Dokter Gabriel saat Chika sedikit bisa duduk dengan di bantu penyangga yang di atur posisi brankar menjadi ada sandaran nya.
" There's still some pain ( Masih ada sedikit rasa sakit )." Ucap Chika.
" No problem. it's gradual to heal ( Tidak masalah, bertahap untuk sembuhnya )." Ucap Dokter Gabriel.
" The doctor says how she's doing ( Menurut Dokter bagaimana perkembangan nya)." Tanya Rio.
" There's been a slight change, and now I can start the sitting position, but I still have a dose of the medicine. Every day, it will gradually move. Judging from yesterday the bone position is not a problem, now we focus on learning to move, and ease his pain first. For his diseases that had already spread his cancer cells gradually did not immediately disappear ( Sudah sedikit ada perubahan, sekarang sudah bisa mulai posisi duduk, tapi dosis obat masih belum saya kurangi. Setiap hari nanti di coba bertahap agar bisa gerak. Di lihat dari kemarin posisi tulang nggak masalah, sekarang kita fokus untuk belajar gerak, dan mengurangi rasa sakit nya dulu. Untuk penyakit nya yang sudah menyebar sel kanker nya bertahap tidak langsung hilang). " Ucap Dokter Gabriel.
" Hopefully a full recovery ( Semoga bisa sembuh total)." Ucap Rio.
*******
Hiks.. hiks.. hiks...
" Sudah dong sayang jangan nangis terus." Ucap Rio sambil mengusap punggung Chika.
" Chika nggak mau di tinggal." Isak Chika.
" Mas kan harus kerja sayang, harus cari uang untuk biaya tambahan kamu disini." Bujuk Rio.
" Chika takut Mas pergi."
__ADS_1
" Nggak akan sayang, Mas janji kalau ada waktu Mas kesini lagi."
Chika mengeratkan pelukan nya, dan Rio pun mencium pucuk kepala Chika.
" Mas."
" Iya."
" 1 jam saja jangan dulu pergi."
" Nggak bisa sayang, nanti ketinggalan pesawat."
Hiks... hiks... hiks...
" Sudah dong masa nangis terus, Mas mau pulang nggak bakalan pergi ninggalin kamu kok sayang."
Chika lalu melepaskan pelukan nya, dan menatap lekat kedua mata Rio.
" Mas, maaf kan Chika ya seandainya ini adalah pertemuan yang terakhir."
" Kamu bicara apa sih hah.. " Ucap Rio dengan nada sedikit tinggi.
" Maafkan Chika yang belum bisa menjadi istri yang sempurna."
" Sudah jangan bahas itu lagi, Kamu akan sembuh dan kita nanti pulang sama - sama. Ingat kamu harus sembuh, nanti kita kunjungi tempat dimana dulu pertama kali kita keluar bersama."
" Kalau rindu Chika harus bagaimana?"
" Kalau Mas sibuk, tunggu Mas hubungi kamu tapi kalau kamu Rindu kamu bisa dengar suara mas."
Rio pun mengambil ponsel milik Chika dan mulai merekam suaranya.
" Sayang, kamu tahu hal yang terindah yang pernah dirasakan oleh pria yang ada di samping mu?.
Hal yang paling tak pernah bisa di lupakan adalah menatap indah wajah bidadari yang ada di depan nya.
Kamu tahu sayang, kamu adalah bidadari tercantik yang ada di kehidupan saya, kamu tahu sayang kehadiran mu bagai semangat kehidupan saya.
Cinta ini tak akan pernah berubah dari dulu hingga sekarang. Selamanya mencintai kamu apa adanya, semoga cinta kita akan tetap selamanya bersama hingga di kehidupan kedua nanti, dan selalu ingat nama Rio di hati kamu sayang, kalau kamu rindu ucapkan kata I love you lewat angin yang akan berhembus hingga menerpa tubuh ini. I Love You istri Om Tentara."
" I Love you too Om Tentara."
Rio mencium bibir Chika, sedikit *******, tangan Chika sedikit mengangkat hingga mengusap punggung Rio. Merasakan di punggung nya ada sedikit gerakan, Rio berhenti sejenak dan tersenyum menatap Chika.
Rio pun kembali mencium bibir Chika, istri nya pun membalas ciuman suami. Tangan Rio mengusap punggung Chika, dan merasakan kehangatan untuk Chika atas perlakuan suaminya.
Rio melepaskan ciuman nya, dan menempelkan kening nya di kening Chika.
" Mas akan selalu menunggu hari itu, Mas yakin kita bisa melakukan nya suatu saat nanti. Mas akan membuat kamu melayang terbang tinggi, kita akan sama - sama menikmati manisnya cinta kita." Ucap Rio sambil mengusap bibir Chika dengan Ibu jarinya.
__ADS_1
" I love you."
" I love you too."