I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Kekesalan


__ADS_3

" Mas makan dulu? " Ucap Chika menghampiri suami nya yang sedang bermain game di ponsel nya.


" Nanti Yank belum lapar." Ucap Rio yang matanya masih tetap fokus pada layar ponsel nya.


" Makan lah Mas, dari kemarin baru makan satu kali, sekarang dari pagi sampai siang belum makan. Ini juga hari minggu Mas hanya duduk main game terus."


" Terus mau ngapain, Nugroho saja belum kemari."


" Jadi kalau Bang Nu baru kemari Mas baru berhenti main game dan baru makan? "


" Betul..!! "


Chika pun beranjak dari duduk nya di samping Rio dan melang kah kan kakinya menuju kamar. Namun saat akan masuk ke dalam kamar terdengar suara motor berhenti di depan rumah nya, dan terlihat Nugroho dengan pakaian santai nya.


" Assalamualaikum." Sapa Nugroho.


" Walaikumsallam." Ucap Chika dan Rio.


" Beb jadi keluar? "


" Jadi Beb." Rio pun langsung beranjak berdiri menuju kamar nya.


"Kok Saya jadi geli ya dengar kalian panggil Beb." Ucap Chika langsung mengikuti Rio kedalam kamar.


Nugroho yang mendengar nya hanya terkikik dan kadang merasakan geli di telinganya.


" Mau kemana? " Tanya Chika.


" Cari angin." Jawab Rio sambil memilih kaos dan celana jeans.


" Nggak usah style yang berlebihan, cukup Bang Nu saja dia kan Duda . "


" Mas juga nggak masalah pakai style yang bikin mata kaun hawa melirik."


" Mas..!!! "


" Apa sih Yank, sudah ya Mas Mau jalan dulu." Ucap Rio sambil mencium kening Chika.


Chika hanya menatap pergi dua pria tersebut sambil berboncengan.


******


Hingga habis isya suami nya tak kunjung juga pulang, bahkan ponsel nya pun tak di bawa tergeletak di atas meja.


" Kemana sih tuh orang, jalan sih jalan tapi ingat waktu." Ucap Chika kesal.


Chika terus membuka gorden berharap suami nya pulang namun hingga pukul sepuluh malam tak kunjung juga datang.


Tepat pukul dua belas malam, Rio pulang bersama Nugroho, Chika pun langsung membuka kan Pintu dan menatap kesal ke arah kedua nya. Namun Chika masih memiliki etika tak mungkin akan memarahi kedua nya di luar.


Rio berjalan lemas melewati Chika dan langsung masuk kedalam kamar nya.


" Mas, kamu kemana saja baru pulang dan ponsel juga nggak di bawa? "


" Ponsel sengaja nggak di bawa berisik nanti banyak yang kirim pesan atau telepon." Ucap Rio yang langsung menutup matanya.

__ADS_1


" Mas...!!! " Bentak Chika.


" Berisik Chika, mas ngantuk."


" Mas, kamu tega ya dari siang menyiksa istri mikirin kamu sampai tengah malam baru pulang. Apa istri nggak ke pikiran kamu takut terjadi sesuatu, dan kamu Mas langsung naik ke atas tempat tidur begitu saja."


Rio hanya diam dan memilik menutup telinga nya dengan bantal.


" Mas....!!! " Bentak Chika namun tak di hiraukan oleh Rio.


Chika yang sudah kesal naik ke ubun - ubun pun menumpahkan amarah nya dengan menangis.


Karena Rio hanya diam Chika lebih memilih keluar dari kamar.


*****


Rio membuka matanya saat Adzan Shubuh karena merasakan perut yang sangat lapar.


Rio pun berjalan menuju meja makan, dan terlihat lauk dan nasi yang di masak Chika masih utuh.


Tanpa pikir panjang Rio pun langsung makan dengan lahapnya walau sudah terasa dingin. Saat setelah selesai makan, Rio baru menyadari Chika tak kunjung keluar kamar saat suara Adzan Shubuh terdengar.


Karena tadi malam tak tidur di kamar nya, Rio berjalan menuju kamar satu nya namun saat melihat isi kamar Chika ternyata tak ada.


Rio pun mencari ke dapur dan kamar mandi namun tak ada hingga terlihat pintu depan yang terbuka sedikit dan tak terkunci.


" Chika kemana." Ucap Rio sambil mengambil ponsel nya namun saat menghubungi Chika terdengar suara ponsel Chika di dalam kamar sebelah.


" Ya Allah Yank kemana kamu." Ucap Rio khawatir.


Rio membuka lemari pakaian Chika, tapi semuanya masih utuh.


" Ya Allah Yank kamu kemana, sampai sekarang kamu belum pulang."


Hingga sudah jam tujuh Chika belum nampak batang hidungnya sampai Rio sudah mengenakan seragam nya tak kunjung Chika pulang.


" Kamu pergi kemana sih jangan bikin suami kamu pusing."


" Bang, kita berangkat sekarang untuk membantu warga membuka jalan yang tertutup pohon besar yang tumbang." Ucap Junior Rio.


" Iya ini Mau berangkat." Ucap Rio.


Saat akan berjalan mendekati truk Rio menghampiri Nugroho yang sedang membawa setumpuk berkas dari dalam rumah nya.


" Bro Chika pergi." Ucap Rio.


" Pergi?? "


" Kayak nya dia marah sama Saya."


" Saya juga bilang apa, Kamu salah seperti ini. Jangan punya masalah malah tambah masalah."


" Terus sekarang Chika pergi kemana dan ponsel nya saja nggak di bawa."


meletakkan sejumlah berkasnya di bawah dan berkacak pinggang di depan Rio.

__ADS_1


" Kamu tahu tadi malam Chika mengetuk pintu rumah Saya sambil nangis." Ucap Nugroho.


" Nangis? "


Flashback On


Tok... Tok....


" Iya sebentar." Teriak Nugroho yang mendiami rumah Dinas bekas Fery.


Ceklek


" Chika!! " Ucap Nugroho kaget.


" Dari mana saja kalian baru pulang sekarang? " Tanya Chika kesal.


" Kami habis nongkrong saja di warung kopi." Jawab Nugroho.


" Nongkrong, di warung Kopi mana? " Bentak Chika.


Nugroho menggaruk - garuk kan kepalanya yang tidak gatal.


" Dekat lampu merah ada warung kopi." Ucap Nugroho.


" Oh... yang pemiliknya punya anak gadis, jadi kalian nongkrong disana sambil di temani sama itu perempuan."


" Iya tapi jangan salah paham dulu, awalnya hanya mampir kita itu salah Saya Chika, Saya yang ajak pertama."


" Iya ajak awal pertama lama - lama ketagihan."


" Tapi nggak ngapa - ngapain kok cuman minum kopi sama ngobrol itu juga sama Saya bukan sama anak gadis nya."


" Ngaku saja ngobrol juga di samping itu sambil cuci mata kan? "


" Bukan gitu, nggak sebenarnya kita hanya curhat saja, berdua Saya sama Rio dan terus.. "


" Terus apa? "


" Anak gadis nya suka sama Rio."


Flashback Off


" Haduh bisa salah paham Nugroho, dia pikir kita pulang malam berbuat hal yang tidak - tidak."


" Saya juga bilang apa gara - gara masalah itu kamu jadi kayak gini stress tambah masalah begini." Ucap Nugroho.


" Apa mungkin Chika kesana? " Ucap Rio.


" Apa benar? "


" Bagaimana dong, Saya nggak bisa kesana? "


" Akh... kamu bikin pusing Saya saja Rio, ini urusan kantor belum beres dan kamu juga sama. Jadi gimana dong? " Ucap Nugroho.


" Akh bodoh lah dari pada kena teguran." Ucap Rio.

__ADS_1


" Aha.. Saya punya ide." Ucap Nugroho.


__ADS_2