I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Bahagia Selalu


__ADS_3

" Mas.. ih.. jangan kayak gini." Ucap Chika saat suami nya terus mendengus di sekitaran leher dengan tangan yang sudah bermain di tempat favorit nya di sekitar dada.


" Mas... Chika masih takut."


Seketika Rio berhenti dan langsung mengangkat wajah nya menatap lekat kedua bola mata Chika.


" Boleh nggak sih, kalau Mas ingin bermain lebih liar lagi?" Tanya Rio yang aslinya sudah mulai memuncak sampai ubun - ubun.


" Chika takut Mas, Chika masih belum pulih."


Rio menjatuhkan kepalanya tepat di dada hingga posisi tepat berada di kedua benda kenyal.


" Iya Mas sabar." Ucap nya sambil mengusel di kedua benda tersebut.


" Sabar sih sabar Mas, tapi jangan gini juga Mas." Ucap Chika sambil mengangkat kepala Rio.


Rio pun akhirnya bangun dan membenarkan posisi nya hingga duduk bersandar di kepala ranjang di samping Chika yang sedang berbaring.


" Mas."


" Hmm."


Terlihat muka Rio yang kusut dan tercetak jelas sedang menahan sesuatu.


" Mas."


" Iya Yank."


" Kenapa Mas? "


" Rasanya ingin meledak dan sudah sampai di ubun - ubun."


" Terus Chika mesti bagaimana, Chika masih takut Mas."


" Mas selesai kan sendiri saja." Ucap Rio lalu beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi.


" Mas....!!! " Teriak Chika.


" Apa sih Chika....!!! " Teriak Rio dari dalam kamar mandi.


" Mas lagi ngapain? " Teriak Chika kembali.


" Urusan pria kalau belum selesai harus segera di selesaikan kalau tidak bisa mati rasa."


*****


Rio keluar dari kamar mandi bertelanjang dada terlihat dirinya sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk. Dan terlihat masih ada yang menetes air dari kepala jatuh ke wajahnya.


Chika yang menatap nya sampai menelan saliva hingga berkali - kali.


" Sudah jangan di bayangin, sekali saya hajar kamu minta ampun berkali - kali." Ucap Rio sambil melempar handuk ke arah sofa dan berjalan mendekati Chika lalu berbaring di samping istri nya.


" Mas, habis ngapain sih malam - malam begini mandi? " Tanya Chika.


Rio melirik ke arah Chika, lalu membuang wajahnya menatap langit - langit kamar.


" Bagaimana Mas bisa tahan Yank, melihat kondisi kamu sudah sedikit membaik ada rasa ingin lebih." Jawab Rio.


" Maksudnya? " Tanya Chika


" Yank, suami kamu pria normal ya, puasa aja sudah hitungan bulan." Jawab Rio.


" Puasa Mas, sekarang belum masuk bulan Puasa dan bulan puasa masih lama Mas." Ucap Chika polos.

__ADS_1


Rio menepak jidatnya lalu berbalik menghadap Chika yang tengah berbaring sambil menatap langit - langit kamar.


" Sayang, kamu tahu suami kamu tadi kenapa?"


" Nggak tahu." Ucap Chika polos.


" Mas itu sedang nafsu sama kamu." Ucap Jelas Rio.


" Nafsu kenapa Mas?" Tanya Chika polos.


Rio menghembus kan nafasnya sangat kasar, lalu menatap tajam ke arah Chika.


" Yank, suami kamu ini pria dewasa, kamu paham kan kalau pria dewasa sedang gimana gitu."


" Oh.... jadi Mas pengen, nah terus tadi di kamar mandi lama - lama ngapain?"


" Ya Mas tuntasin dong, kamu bilang tadi nggak mau masih takut."


" Tuntasin nya gimana Mas? "


" Mesti di jawab ya."


Chika hanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya.


*******


" Sarah."


Akbar terus mengejar Sarah saat sang mantan kekasih hanya berjalan tak menghiraukan panggilan dari mantannya.


" Sarah tunggu." Teriak Akbar yang lalu berlari menarik tangan Sarah.


" Apa sih Bang." Bentak Sarah.


" Mau bicara apa hah.. mau katakan kalau Bang Fery sudah tunangan gitu."


" Bang Fery sudah mau serius sama pacar nya. Asal kamu tahu kamu itu hanya selingan."


" Eh Bang, kamu nggak usah tambah - tambahkan omongan deh. Bang Fery sudah putusin pacar nya sekarang dia memilih saya."


" Sarah, bulan depan meraka akan menikah. Kamu sama Bang Fery baru bertemu berapa kalo, kamu percaya sama dia sedangkan saya sudah 5 tahun kenal sama kamu. Dia juga sepupu saya Sarah, saya tahu betul."


" Maaf Bang, saya sudah terlanjur mencintai nya."


" Sarah, Abang mohon kamu bangun buka mata kamu. Carilah pria lain asal jangan Bang Fery."


" Nggak bisa, saya mencintai nya dan tidak bisa meninggalkan nya."


" Kenapa kamu masih bertahan sedangkan sakit yang akan kamu dapat."


Sarah menatap tajam ke arah Akbar yang kini berdiri tepat di depan nya.


" Saya hamil anak Bang Fery."


Bagai tersambar pertir, Akbar mendengar pengakuan Sarah mantan pacarnya.


" Hamil..!! "


" Iya hamil, minggu depan saya akan di bawa ke tempatnya di kenalkan sama kedua orang tuanya dan kita akan menikah."


" Kamu pasti di tipu oleh Bang Fery."


" Nggak dia nggak menipu saya, dia nggak kayak kamu."

__ADS_1


*******


Chika memeluk tubuh Rio, yang saat ini akan pulang dengan penerbangan sore.


" Mas nanti kesini lagi kan? "


" Iya nanti sambil jemput kamu pulang, kita nanti berobat jalan di sana."


" Mas, jangan lama - lama ya."


" Mas kan sudah bilang nggak janji sayang, tapi Mas bakal kesini jemput kamu."


Chika melonggarkan pelukan nya dan menatap dekat wajah Rio yang kini sedang menatap ke arahnya.


" Mas ganteng deh."


" Hahahahaha.. baru sadar sayang kalau suami kamu ini ganteng, makan nya kamu sampai mengejar Mas untuk mendapatkan hatinya."


" Tapi berhasil kan, Mas juga malah suka sama Chika."


" Yaiyalah Mas suka, habis kamu cantik, lucu dan gemesin."


" Chika beruntung ya Mas dapatkan Mas saat ini."


" Iya kamu menang sudah bisa meruntuhkan hati Mas yang kini malah tergila - gila sama Kamu."


" Cieeee yang bucin."


Cup


Rio mengecup bibir Chika, lalu Chika membalasnya lagi.


Cup


Rio yang tak tahan menarik tengkuk leher Chika dengan menempelkan bibirnya lalu mencium lembut dan *******. Chika pun membalas ciuman Rio, di lumatnya dan menggigit bibir bawah suaminya.


Rio melepaskan ciuman nya lalu mengarah ke leher Chika, dengan menggigit kecil hingga meninggalkan jejak kepemilikan di leher Chika.


Rio tersenyum sambil mengusap bekas beberapa stempel kepemilikan nya.


" Buat tanda beberapa hari kedepan." Ucap Rio sambil tersenyum.


" Ish.. dasar mesum." Ucap Chika sambil mencubit perut rata Rio.


" Awwww.. sakit sayang."


" Ini juga sakit tahu di gigit." Ucap Chika sambil menunjukkan bekas gigitan Rio di lehernya.


" Ini mah enak sakit juga. "


" Iiisshhh dasar mesum...!!! "


Hahahahahahah


" Sudah akh sana, takut ketinggalan pesawat."


" Beneran nih, Mas nggak di tangisi."


" Iya ih... sana dari pada disini bikin mesum."


" Kan sama istri sendiri bukan sama orang lain."


" Sudah akh sana buruan gih.. " Ucap Chika sambil mendorong tubuh Rio untuk keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2