
Karena Zayn yang tidak tahan dengan gairahnya. Tanpa sadar ia mendekatkan dirinya untuk mencium bibir Alina yang indah itu.
Dengan perlahan Zayn mendekati diri dan bibirnya ke bibir Alina.
Alina yang mulai setengah sadar merasa ada seseorang berada didekatnya, ia pun membuka matanya dan bangun.
"Zayn...??" Lirih Alina mendapati Zayn yang sangat dekat dengannya
Zayn yang hampir mencium bibir Alina, mendengar suara Alina yang sudah bangun sangat terkejut ia pun sadarkan diri dan bangkit dengan jantung yang masih berdebar tak karuan karena terkejut dan khilaf apa yang sudah dia lakukan dan seharusnya ia tidak kehilangan kendali.
"Hampir saja..!!" Kata Zayn kecil tapi masih sempat didengar Alina
"Hampir saja kenapa... Apa yang terjadi?kenapa kau berkeringat seperti itu padahal di ruangan ini sangat dingin Zayn." Tanya Alina bingung melihat gelagat Zayn yang mencurigakan
"E,,ti-tidak ada, ta-tadi..." Jawab Zayn bingung dia tidak bisa menjawab pertanyaan Alina
"Zayn, ada apa? kau baik-baik saja kan?" Tanya Alina pada Zayn yang berkeringat dingin
"Ya aku tidak apa-apa, tadi hampir saja aku membangunkan mu. Awalnya aku tidak ingin mengganggu tidurmu yang terlihat nyenyak, aku kasihan padamu. Tapi untunglah kau sudah bangun sendiri sekarang." Bohong Zayn dengan mencari alasan, takut jika Alina menjauhinya.
Alina baru tersadar jika dia sampai ketiduran. Alina secara spontan melihat jam tangannya dan terkejut waktu sudah larut malam.
"Ya ampun ini sudah jam 23.30, aku tidak yakin jika tertidur selama ini. Aku harus pulang sekarang, ayah dan ibuku pasti sangat khawatir." Alina dengan terburu-buru membereskan barang-barang nya dan mengambil tasnya setelah itu dia bergegas untuk pulang
"Alina ini sudah malam, apa sebaiknya aku mengantarmu pulang saja. Tidak baik jika seorang wanita sendirian malam-malam mengendarai mobil." Kata Zayn menawarkan diri untuk mengantarkan Alina pulang
"Tidak perlu Zayn, itu sangat merepotkan mu. Kau juga pasti lelah dan butuh istirahat, aku bisa pulang sendiri. Aku yakin diluar sana masih banyak kendaraan yang ramaiĀ berlelangan dijalan."
"Tapi tetap saja bahaya, bagaimana jika ditengah jalan terjadi sesuatu padamu."
__ADS_1
"Aku akan baik-baik saja Zayn, tidak perlu khawatir."
"Baiklah tidak apa-apa, Aku mengerti. Hati-hati dijalan."
"Iya terimakasih Zayn, kau juga hati-hati." Ucap Alina sambil tersenyum pada Zayn
Melihat Alina mengatakan perhatian dan tersenyum padanya, seketika hati Zayn berdegup kencang. Walaupun kalimat nya sederhana tapi Zayn merasa kalimat itu begitu istimewa.
Alina pun berjalan keluar dan menuju parkiran mobilnya dengan berjalan sangat tergesa-gesa.
Saat sampai diparkiran Alina pun membuka pintu mobil dan masuk mobil. Tapi ketika ingin menyalakan mobil, mobil Alina tidak menyala ia bingung apa yang terjadi pada mobilnya.
"Apa yang terjadi, kenapa mobilnya tidak ingin menyala?" Alina terus mencoba agar mobilnya menyala tapi sia-sia mobil itu tidak mau menyala, terpaksa Alina keluar. Berjalan ke depan untuk mencari taksi.
Kurang lebih 15 menit Alina berdiam diri untuk menaiki taksi, tapi tidak ada yang lewat.
Ia terus melihat jam tangannya yang terus maju setiap menit dan detiknya.
Zayn yang keluar melajukan mobilnya untuk pulang, terhenti ketika melihat seorang wanita yang berdiri kebingungan ditepi jalan. Zayn pun menghampiri wanita itu dan menyadari itu adalah Alina.
"Alina sedang apa kau di sini? Aku pikir kau sudah pulang dan sampai di rumah." Bicara Zayn dari mobil sambil membukakan kaca mobilnya
"Iya Zayn, seharusnya begitu. Tapi seperti mobilku mogok tidak dapat menyala. Aku memutuskan untuk menaiki taksi tapi dari tadi tidak ada yang lewat." Jawab Alina
"Jika begitu masuklah aku akan mengantarkan mu pulang. Aku akan meminta anak buah ku untuk memperbaiki mobilmu dan membawanya ke rumah mu jadi saat pagi aku pastikan mobilmu sudah ada dirumahku dan bisa dikendarai lagi."
Alina merasa ragu-ragu dia masih berpikir menimbang.
"Ayolah jangan berpikir lagi. Ini sudah malam Alina."
__ADS_1
Ingin tidak ingin Alina menerima tawaran Zayn dan masuk ke mobil Zayn.
Dengan perasaan senang, Zayn tersenyum semringah karena akhirnya Alina mau menerima tawaran yang sempat Alina tolak secara halus tadi.
"Emm... Zayn terima kasih karena kau sudah ingin mengajak ku di mobilmu ini." Ucap Alina sambil memasang sabuk pengaman
"Tidak apa-apa, pada awalnya aku ingin mengantarkan mu pulang kan." Ucap Zayn sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Suasana di dalam mobil sangat hening tidak ada satupun yang berbicara, tentu saja membuat Alina dan Zayn gugup.
"Apa kau bisa mengirimkan alamatku ke handphone ku, supaya aku bisa melajukan mobilku ke alamat rumahmu." Ucap Zayn yang membuyarkan suasana keheningan
"I-iya tentu saja, aku hampir lupa memberitahukan alamat rumahku. Jika tidak bagaimana mungkin kau bisa mengantar ku pulang." Ucap Alina sambil tertawa kecil dan membuka handphone nya
Melihat Alina tertawa kecil Zayn langsung terpana.
"Oh iya aku lupa, handphone ku habis baterai aku lupa menchargernya dari kemarin. Maaf Zayn aku tidak bisa sharelock, tapi aku akan tunjukkan padamu arah jalannya."
"Baterai handphone mu habis?" Tanya Zayn
"Iya." Jawab Alina singkat
Zayn pun menunjukkan tempat didalam mobilnya.
"Isi saja baterai handphone mu di sini." Zayn menunjukkan tempat untuk mencharge handphone di dalam mobilnya
Tapi tetap saja ia tidak bisa mengirim sharelock pada Zayn. Sehingga Alina hanya menunjukkan arah jalannya pada Zayn, dengan teliti Zayn menuruti arah jalan yang diberikan Alina.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Alina. Saat mobil berhenti dan terparkir didepan rumah Alina, mereka langsung disambut oleh kedua orang tua Alina.
__ADS_1
"Alina kau dari mana saja nak, ayah dan ibu terus menelpon mu tapi kau sama sekali tidak mengangkat nya. Kami sangat khawatir padamu." Baru saja keluar dari mobil Alina langsung dihujani banyak pertanyaan dari orang tuanya.
Zayn yang ikut keluar merasa familiar dengan orang tua Alina.